Postingan

OS-Brain Bab 27: Di bawah danau yang gelap nan dingin

Nui yang masih berusaha keras mengingat kembali wajah ibunya tidak sempat berpikir untuk menghindar. Otaknya sibuk, wajahnya penuh dengan horor dan air mata mulai mengalir dari matanya.

Namun otak Nui terasa memberikan peringatan kalau ada hal berbahaya yang melaju ke arahnya karena itu otot Nui secara otomatis mengencang dan bersiap untuk meloncat.

Otot Nui seperti prajurit yang akan langsung bergerak ketika Nui pikirkan.

Nui yang wajahnya terlihat menyedihkan akhirnya sadar kalau ada peluru yang melesat ke arahnya. Nui mengesampingkan rasa bingung dan takutnya dan menggerakkan tubuhnya untuk menghindari peluru yang ditembakkan kepadanya.

Namun walaupun ototnya sudah menyiapkan diri untuk bekerja, refleks manusia tidak lebih cepat dari peluru.

Peluru tersebut mengenai Nui, terdengar suara ledakan dari telinga kanannya, dan tidak lama diikuti oleh suara dengungan.

Nui masih hidup, namun dia merasa kalau telinganya terbakar. Nui tidak sadar, tapi daun telinga kanannya sudah hancur berkepin…

OS-Brain Bab 26: Apa kamu ingat nama ibumu?

Tubuh Nui mengeluarkan aliran listrik dan gelombang elektromagnetik.

Memanfaatkan kekuatan ini, Nui berusaha meretas seluruh kamera CCTV yang ada di kota Bogor. Setelah terhubung dengan ratusan kamera CCTV, Nui melihat semua rekaman CCTV tersebut dan menginstall semua rekaman tersebut di dalam kepalanya. Tujuannya tentu saja adalah mencari gadis yang membunuh ibunya.

‘Gadis dengan rambut hitam, tinggi 180 sentimeter, pupil mata berwarna biru, bentuk mata agak sipit, kulit putih bersih dengan tahi lalat berada di pergelangan tangan kiri, bekas luka bakar di tangan kanan, tahi lalat lain di bawah mata kiri, dan tanda lahir di leher bagian kanan.’

Nui ingat dengan jelas wajah si bedebah ini, bahkan kalau Nui tidak memiliki OS-Brain dia tidak akan pernah bisa melupakan wajah tersebut.

Nui juga sudah meretas data dan kamera CCTV rumah sakit dan sudah mengkonfirmasi kalau gadis yang membunuh ibunya bukanlah suster di rumah sakit cempaka ungu.

‘Kebakaran dan luka tembak di perut ibuku, semu…

OS-Brain Bab 25: Kilatan Listrik

Nui kemudian melihat seisi ruangan, beberapa detik kemudian, dia merasa kalau pernah melihat ruangan ini, dia juga merasa kalau dia pernah mengalami hal yang serupa.

Seketika, Nui ingat kenapa ruangan ini terlihat tidak asing. Setelah dia ditabrak mobil, dia dilarikan ke rumah sakit dan bangun di ruangan ini.

Namun Nui segera menghilangkan pikirannya, bagi Nui, tidak ada hal yang lebih penting dari ibunya. Karena itu dia mulai keluar dari ranjang dan segera berlari ke luar ruangan. Hal yang pertama ingin dia lakukan adalah memeriksa ibunya, dia ingin memastikan kondisi ibunya. Nui tahu kalau ibunya sudah meninggal, namun dia juga berharap kalau keajaiban terjadi, mungkin ibunya masih hidup? Nui tahu semakin seseorang berharap maka akan semakin hancur hatinya saat tahu harapan itu tidak terkabul, namun Nui tidak mau berhenti berharap.

Saat dia keluar dia melihat seorang suster berjalan berlawanan arah dengannya, Nui memperhatikan mata suster yang berada di depannya namun suster ini me…

OS-Brain Bab 24: Aku Tidak Akan Memaafkanmu!

Pihak rumah sakit mengatakan kalau jam besuk sudah selesai, dan Nui sudah tidak bisa melihat ibunya. Namun dia memohon ke sang dokter sampai akhirnya dokter mengizinkan Nui menemui ibunya.

Nui berjalan ke ruang tempat ibunya dirawat, ruangan tempat ibu Nui dirawat memiliki 5 pasien lain, jadi Nui berusaha setenang mungkin saat masuk ke dalam ruangan, tiap tempat tidur dipisahkan oleh kain berwarna biru muda, Nui berjalan ke tempat tidur ibunya dan menarik sebuah kursi ke dekat tempat tidur.

Dia duduk dan memerhatikan ibunya yang masih belum sadar.

Saat melihat ibunya, air mata mengalir di matanya.

Dia akhirnya melihat sosok ibu yang sangat dia khawatirkan.

Ibu Nui adalah perempuan yang diberkahi dengan wajah yang cantik, walaupun kulitnya pucat karena terlalu sering berada di dalam ruangan, ibu Nui tetaplah sehat. Umurnya lebih dari 40 tahun, namun semua orang berkata kalau ibu Nui terlihat baru berumur 28 tahun. Tubuhnya juga ramping dan terlihat enak dipandang. Namun Nui tahu tubuh…

OS Brain Bab 23: Luka Tembak?

Setelah mendengar perkataan Nui, Feri berusaha membuka mulutnya, namun walaupun dia membuka mulutnya dia kesusahan untuk bicara, dia seperti ikan yang baru ditangkap dari laut, mulut terbuka dan tertutup namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.

Nui kemudian mendengar beberapa orang berteriak.

“Akhirnya pemadam kebakaran datang!”

“Mereka akhirnya datang!”

Dan teriakan yang sejenis. Secara refleks Nui melirik ke arah suara teriakan itu dan melihat beberapa orang pemadam kebakaran mulai menerjang api dengan air yang mereka semprotkan lewat selang pemadam kebakaran.

Namun Nui segera kembali mengalihkan pandangannya ke Feri.

Mata Feri melihat ke sana ke sini, ini adalah bukti kalau Feri gelisah dan panik. Nui tidak terlalu kenal Feri walaupun dia selalu berada di dekat Kiki, namun Nui pernah melihat ekspresi Feri yang sekarang. Saat itu dia diinterogasi oleh guru, dan wajahnya persis seperti ini.

Nui kemudian menyimpulkan kalau Feri bukan panik karena rumah Nui terbakar, namun pan…

OS Brain Bab 22: Di Mana Kiki?

Nui berlari di trotoar dengan wajah yang bahagia, beruntungnya, tidak banyak orang yang berjalan di trotoar, jadi dia bisa berlari sekencangnya, Nui juga bersyukur trotoar di Bogor dipenuhi oleh pohon yang rindang. Nui berlari seperti orang yang dikejar sesuatu, kadang, orang yang berpapasan dengan Nui mencari apa yang sebenarnya mengejar Nui.

Di pikiran Nui hanya satu, yaitu ingin segera pulang dan bertemu ibunya. Dia ingin segera mengatakan kalau ‘Aku bisa ikut olimpiade besok!’, di dalam pikirannya ibu Nui tidak akan melakukan sesuatu yang dramatis seperti memeluk Nui atau menangis karena bahagia. Di pikiran Nui, ibunya hanya akan diam dan mengangguk kemudian meneruskan pekerjaannya. Namun di dunia ini Nui adalah orang yang paling mengerti dengan ibunya, walaupun di luar dia tidak mengeluarkan ekspresi apa-apa, di dalam hatinya ibu Nui senang luar biasa.

‘Namun akan lebih baik kalau ibu memujiku,’ pikir Nui sambil berlari menghindari orang yang kebetulan berada di jalannya.

Nui te…

OS Brain Bab 21: Apa Itu Artinya Aku Boleh Ikut Olimpiade Besok?

Saat pak Darma masih berpikir, tiba-tiba seseorang memotong pembicaraan pak Darma dan pak Murhadi, suaranya kecil, dan dia mengatakannya sambil menunduk, dia jelas-jelas agak ketakutan saat melihat dua orang guru bertengkar di depannya.

“A-aku sebenarnya datang ke sini,” Lani menyodorkan secarik kertas ke pak Darma, “Untuk mengembalikan ini.”

Pak Darma mengambil secarik kertas yang diberikan Lani dengan wajah yang sedikit kebingungan, namun ekspresi kebingungan itu berubah menjadi ekspresi kaget yang beberapa detik kemudian menjadi ekspresi bahagia.

“I-ini kan?” Pak Darma melihat Nui dengan senyuman di wajahnya, “Ini hasil ujian saringanmu tadi pagi! Pak Enim belum membakarnya!”

###

Pak Darma awalnya berencana untuk menunggu pak Reno. Dia memiliki jawaban yang Nui tulis, dan berniat membujuk pak Reno untuk membiarkan Nui masuk ke SMA Fajar Biru—atau setidaknya membiarkan Nui mengikuti olimpiade matematika besok. Pak Darma merasa kalau Nui layak masuk ke SMA Fajar Biru, dan SMA Fajar …