Langsung ke konten utama

Pos

Volume 1 Clay & Maria - SELESAI! [Akhirnya]

Lebih cepat dua hari dari dugaan, tapi yang jelas saya berhasil menyelesaikan volume 1 dari seri Clay & Maria ... ahhh, rasanya mengharukan T_T

Untuk kamu yang baru datang ke blog ini dan penasaran apa sebenarnya artikel ini, intinya gini.

Ini novel buatan saya, kamu bisa cek infonya di artikel ini, di sana berisi sinopsis dan beberapa chapter pertama volume 1 (versi yang belum di revisi)

Kalau kamu tertarik, ada baiknya jangan baca yang saya publish di blog ini, tapi baca yang versi PDF atau Epub.

Ini Link Downloadnya :

Volume 1 Clay & Maria Versi PDF : Link Download Google Drive
Volume 1 Clay & Maria Versi Epub : Link Download Google Drive

Oiah, kalau kamu pengguna Smartphone saya sarankan kamu download yang versi Epub (Ebook) dan untuk cara buka dan baca bisa cek tutorial nya di sini atau di sini. (Dua artikel itu jelasin aplikasi Cool Reader dan Moon Reader, namun saya lebih suka dengan FBReader)
Pos terbaru

Tensei Shitara Slime Datta Ken - Chapter 30 - Utusan

Chapter 30 - Utusan

Gabil dengan mudah mendapatkan dukungan dari desa para goblin.

Bahkan tanpa perlu memperlihatkan kekuatan kami, para goblin itu menyerahkan diri dengan sendirinya.

Mereka ras yang menyedihkan, lagi pula. Jika mereka memiliki niatan untuk tidak menurutiku, Aku akan secepatnya membuat mereka menurutiku.

Gabil benar-benar lupa dengan perkataan sang kepala.

Dia menyuruh semua desa mengeluarkan makanan dari gudang penyimpanan.

Dan, membuat semua prajurit berkumpul di depannya.

Jumlah prajurit goblin adalah 7000.

Mereka menggunakan Armor kulit yang terlihat babak belur, dan dipersenjatai dengan tombak batu.

Benar-benar tentara yang menyedihkan, tapi cukup bagus untuk sekarang.

Mereka yang tidak punya keinginan untuk bertarung sudah melarikan diri.

“Kepala desa! Apa ada desa lain di sekitar sini?”

Para kepala desa menukar pandangan.

Salah satunya menjawab dengan gugup,

“Tidak… walaupun itu bukanlah sebuah desa, tapi ada sebuah komunitas…”

Ada apa dengan itu?

Cara mereka m…

Tensei Shitara Slime Datta Ken - Chapter 29 - Invasi Lizardman

Chapter 29 - Invasi Lizardman

Ada sebuah danau di tengah-tengah Hutan Jura, danau itu dikenal sebagai Shisu.

Sebuah rawa mengelilingi danau itu, dan rawa tersebut dikuasai oleh para Lizardman.

Gua yang tidak terhitung jumlahnya mengelilingi tanah mereka, membentuk sebuah labirin yang menggagalkan serangan apapun.

Dilindungi oleh alam sendiri, para Lizardman hidup dengan damai sambil menguasai danau tersebut.

Namun, suatu hari, masalah mencapai mereka.

Pasukan Orc menuju danau mereka.

Sang kepala dari para Lizardman, saat mendengar kabar ini, dengan cepat memberikan perintah.

“Bersiap untuk bertarung! Kita akan hancurkan mereka!!!”

Sang kepala dipenuhi oleh kepercayaan diri.

Jika mereka bertarung di daratan mungkin akan berbeda, terutama karena jumlah Lizardman kalah dibandingkan dengan musuh.

Tapi pertarungan ini berada di daerah mereka.

Jika mereka memasang jebakkan dengan baik, mereka yakin bisa menang.

Ketika mengirim beberapa orang untuk mempersiapkan pertarungan, dia (sang kepala…

Tensei Shitara Slime Datta Ken [Bahasa Indonesia]

Emm, yeah ... seperti yang mungkin kamu tahu, ini adalah projek terjemahan lain di blog Yuslogs, kali ini saya akan kerjain projek Tensei Shitara Slime Datta Ken [Bahasa Indonesia].

Sebenarnya saya tidak berniat mengerjakan projek ini, tapi karena katanya di Baka Tsuki indonesia projek ini mati, jadi saya teruskan saja.

Ini semua berkaitan dengan projek terjemahan Max Level Witch yang kemungkinan akan Hiatus lama sekali, jadi untuk ngisi waktu senggang saya terjemahin Web Novel lain yang juga masih berhubungan dengan Slime.



Sinopsis :

Mikami Satoru di tusuk oleh seorang penjambret, dia tertusuk saat berusaha menyelamatkan rekan kerja, dan tunangan rekan kerjanya. Mikami Satoru sebenarnya adalah seorang pekerja kantoran berumur 37 tahun yang sukes, namun selama hidup dia memiliki satu masalah, yaitu dia tidak pernah punya kekasih.

Dia mati setelah menyelamatkan temannya itu, dan kemudian bereinkarnasi menjadi seorang Slime di dunia lain dengan dibekali dengan sebuah skill yang bernama …

MAX Level Witch - Chapter 7 : Seorang Murid Tercipta

“Orang-orang dari Suku Naga memiliki banyak mana sehingga bisa mengubah penampilan mereka ke bentuk manusia seperti ini, karena jika kami tidak melakukannya, manusia akan panik saat kami datang”

Kata Raika yang merupakan seorang naga.

Tentu saja jika seekor naga tiba-tiba muncul di desa pasti Akan membuat semuanya panik. Bahkan jika desa tersebut sudah bersiap dan berniat untuk bertarung, tidak ada metode yang bisa mengalahkan monster sebesar ini, [1]

“Walaupun begitu, bukan berarti kau berumur semuda penampilanmu kan?”

Mustahil orang yang berumur 13 tahun memanggil dirinya sendiri dengan “Waga” kecuali dia adalah seorang chuunibyou. Ahh, tapi kalau dia chuunibyou, ada kemungkinan dia memang berumur 13 tahun. [2]

“Tentu saja, bagaimanapun juga, Aku sudah hidup selama 300 tahun”

“Jadi kita seumuran, huh.”

Ketika tahu kalau kami berdua berumur 300 tahun, ini terasa sedikit aneh, tapi sepertinya dia tidak berbohong jadi Aku tidak akan memikirkannya.

“Dengan ini, kita sudah menyelesaikan…

MAX Level Witch - Chapter 6 : Naga Perempuan

“Tolong perbaiki rumahku. Kalau tidak Aku tidak akan memaafkanmu”

Sepertinya bahkan Aku bisa mengancam seekor naga dengan sikapku ini.

“Di-dimengerti… Aku akan melakukannya… jadi, tolong ampuni Aku… Tolong jangan ambil nyawaku…”

“Aku tidak akan mengambil nyawamu. Jika Aku mengambil nyawamu, Kau tidak akan bisa memperbaiki apa yang sudah kau lakukan, dan Aku tidak punya sesuatu seperti asuransi untuk menutupi hal ini”

Kamar tidur sepertinya tidak rusak, namun angin pasti akan masuk, jadi Aku perlu tinggal di desa untuk sementara. Semuanya tergantung seberapa lama perbaikannya akan dilakukan.

“Uh… Aku punya uang yang Aku simpan di rumahku di atas gunung, dan uangnya sangat banyak… Apa kau tidak keberatan jika Aku pergi dan mengambilnya? Uang itu bisa digunakan sebagai dana untuk memperbaiki rumahmu…”

Kalau dipikir-pikir, naga punya kebiasaan untuk mengumpulkan emas.

“Baiklah, jika kau melarikan diri, Aku berencana untuk datang dan memburumu.”

“Aku pasti akan menjaga janji yang Aku buat…

MAX Level Witch - Chapter 5 : Kali Ini, Seekor Naga Datang

Setelah kejadian itu, Aku membeli sebuah buku tentang monster dan mulai belajar.

Ini bukan berarti Aku akan memulai membunuh para monster.

Bagaimana cara mengatakannya, ini kebalikannya.

Jika aku memiliki pengetahuan tentang monster sampai tingkat tertentu, bahkan jika Aku diminta untuk membunuh monster, Aku mungkin bisa mengurusnya tanpa harus melakukan sesuatu, Aku bisa memberikan saran kepada orang lain.

Bahkan jika itu kasusnya, jika Aku harus membantu mereka, Aku tidak masalah jika hanya memberi saran. Aku hanya tidak suka bekerja paksa seperti seekor kuda pekerja.

Bagaimanapun juga, Aku level 99. Bahkan Aku tahu kalau hal seperti ini adalah pengecualian bahkan untuk dunia ini. (TN : Dia bicara masalah level 99 yang jarang atau mungkin tidak ada di dunia ini) Akan sangat tidak menyenangkan jika semua masalah datang kepadaku.


Setelah menerbangkan sebuah party (TN lagi : dari sini saya pakai kata party) hanya dengan sebuah hembusan, sekitar 10 hari sudah berlalu, hidupku tidak be…

MAX Level Witch - Chapter 4 : Seorang Petualang Telah Datang

Sebenarnya siapa dia?

Tidak banyak orang yang datang dan mengetuk pintu rumahku.

Pertama, tempat ini sangat susah di capai. Dataran tinggi ini berada di tempat yang bahkan hanya berjalan dari desa ke sini membutuhkan waktu yang lumayan lama, sangat merepotkan untuk datang ke sini.

Karena tidak ada fasilitas atau apapun di sini (yang berfungsi sebagai alat transportasi), tidak mungkin ada orang yang mau mampir ke sini.

Karena Aku dihormati sebagai Penyihir dari Dataran Tinggi oleh para penduduk desa, tidak ada penduduk desa yang dengan mudahnya datang ke sini hanya untuk berkunjung.

Jika Aku diperlakukan seperti seorang shogun dari sebuah kerajaan, tanpa diragukan lagi, itu akan terasa kurang nyaman. Walaupun begitu, Aku diberikan rasa hormat yang membuatku bisa menjalani hidup yang tenang. Jadi Aku biarkan apa adanya.

Aku tidak akan bisa hidup dengan tenang jika seseorang datang ke rumahku setiap hari.

Walaupun Aku adalah orang dewasa dan merupakan bagian dari masyarakat, jika teman…