February 23, 2016

Apa Itu Wibu? Ini Pengertian Kata Wibu Yang Sebenarnya dan Mendetail!

Cuman Yuno dengan "Troll Face" Gintama.
Saya bukan mau menggurui, hanya berbagi wawasan.

Tujuan Saya menulis di blog ini adalah untuk memberi Kamu dan orang lain rekomendasi tentang anime yang seru.

Namun kadang Saya merasa “gatal” untuk menulis sesuatu yang lain.

Dan sesuatu yang lain ini sedang Saya tulis sekarang.

Kadang ada beberapa orang di internet yang berbicara tentang anime, otaku, dan beberapa orang sering menyinggung kata Wibu.

Apa Itu Wibu?

Banyak sekali orang yang salah mengerti tentang kata Wibu dan mengecap seseorang dengan sebutan Wibu.

Artikel ini Saya buat dengan harapan orang-orang “umum” mengerti dengan apa itu Wibu yang sebenarnya.

Tapi meskipun demikian, Saya yakin yang membaca artikel ini pasti orang yang mengerti kata Wibu, jadi saya mohon kamu mau men-share artikel ini.

Ok, untuk permulaan mari kita mulai dengan pertanyaan yang sederhana yang ditunjukan untuk saya pribadi.

Apa Kamu dan Saya seorang Wibu ?

Seperti yang Saya bilang, kata Wibu di internet sekarang bukanlah kata yang asing, di komunitas anime atau komunitas lain yang dekat dengan anime sering kali terdengar kata ini.

Wibu sendiri adalah kata yang memiliki “konotasi negatif” dimana orang yang dicap sebagai Wibu biasanya dianggap kurang baik di masyarakat (internet) karena perilakunya.

Wibu sendiri memiliki arti bebas “orang yang ingin menjadi orang jepang” dan menganggap budaya jepang adalah budaya superior dibandingkan dengan budaya lainnya.

Dan berikut ini syarat untuk disebut Wibu yang saya sadur dari Urban Dictionary (yang saya sesuaikan sendiri).
  1. Terobsesi dengan budaya jepang sampai berpikir bahwa budaya jepang itu lebih superior dari budaya asalnya sendiri.
  2. Terobsesi dengan anime, manga dan hal lain yang berkaitan dengan budaya pop jepang 
  3. Memasukan beberapa kata jepang kedalam kehidupan sehari-hari. Kata ini biasanya sering digunakan secara tidak benar.
  4. Memiliki banyak pengetahuan tentang budaya dan bahasa jepang berdasarkan budaya pop jepang (anime dan manga)
Jadi apa Kamu masuk ke 4 kriteria di atas?

Hal penting di artikel ini hanya sampai poin 4 diatas, sisanya adalah penjelasan tentang poin-poin tersebut dan menerapkannya dalam diri saya.

Oiah, apa kamu ingin tahu orang yang menulis artikel ini (saya) Wibu atau bukan? ini dia.

#1. Terobsesi dengan budaya jepang sampai berpikir bahwa budaya jepang itu superior dari budaya asalnya sendiri.

Hmmpt, Saya adalah seorang anime fans.

Saya tau banyak sekali judul anime dalam berbagai macam genre, tapi meskipun demikian Saya sama sekali tidak tahu tentang budaya jepang.

Jadi berpikir bahwa budaya jepang lebih baik dari budaya asalnya sendiri (dalam hal ini Indonesia) tidak bisa Saya lakukan karena Saya lebih mengetahui budaya indonesia.

Saya memang kagum ke beberapa kebudayaan jepang, tapi ini tidak membuat Saya terobsesi dengan budaya jepang itu sendiri.

Ini menjawab satu pertanyaan.

Saya tidak masuk ke kriteria ini, mari kita masuk ke kriteria kedua.

#2. Terobsesi dengan anime, manga dan hal lain yang berkaitan dengan budaya pop jepang.


Saya suka anime.

Bahkan di artikel tentang anime jepang ini, Saya menyebutkan bahwa Saya mungkin akan susah berpisah dengan anime.

Jadi apa Saya terobsesi?

Mari kita pelajari ini sejenak, ini adalah pengertian dari kata obsesi.

“Gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan”

Jadi selama ini Saya mengalami gangguan jiwa ternyata haha.

Begini.

Saya sangat suka dengan anime dan Saya sudah bilang bahwa Saya mungkin akan susah berpisah dengan anime, artinya anime sangat sukar dihilangkan dari
pikiran Saya.

Itu artinya Saya terobsesi dengan anime.

Jadi untuk kriteria kedua, Saya memenuhi syarat, (gimana nih, saya masuk kriteria kedua, tapi engga yang pertama)

#3. Memasukan beberapa kata jepang kedalam kehidupan sehari-hari. Kata ini biasanya sering digunakan secara tidak benar.


Dan dicap sebagai alay!

Tidak pernah, Saya tidak pernah melakukan hal ini kecuali kalau memang untuk bercanda atau menyinggung teman Saya yang alay.

Jadi Saya sama sekali tidak memenuhi syarat ini.

Saya pikir hal ini tidak benar dan mengganggu, menambahkan kata-kata jepang kedalam bahasa indonesia.

Seperti contohnya seperti ini.

"Ohayou minna Kalian tau anime romance comedy yang seru gak? minta rekomendasinya dong, onegai ....”

Di contoh itu Saya menggunakan contoh kata “Ohayou minna” dan menurut Saya ini agak kurang  baik digunakan.

OK. Ini hak kalian menggunakan bahasa yang kalian mau, tapi tolong jangan lupakan bahwa orang yang membaca tulisan Kamu bukan Kamu sendirian apalagi jika Kamu menulisnya di Facebook atau Social Media lain.

Balik ke topik, apa Saya memenuhi kirteria nomor 3, jawabannya tegas, Tidak.

#4. Memiliki banyak pengetahuan tentang budaya dan bahasa jepang berdasarkan budaya pop jepang (anime dan manga)


Hmmmpt, seperti Saya bilang diatas, Saya tidak memiliki banyak pengetahuan tentang budaya jepang.

Hanya beberapa budaya modern.

Tapi masalahnya, budaya pop jepang ini Saya ketahui dari beberapa anime, contohnya seperti Hatsumode atau Golden Week (kalau memang ini juga disebut budaya)

Jadi apa Saya termasuk kriteria ke empat ini.

Mari kita perjelas.

Di atas, ada kata “memiliki banyak pengetahuan” dan Saya pikir Saya tidak punya banyak pengetahuan tentang budaya jepang.

Saya hanya memiliki beberapa pengetahuan tentang budaya jepang, namun ini juga didasari dari anime dan manga.

Jadi jawaban untuk karakteristik ke empat dari pengertian Wibu ini adalah, ya dan tidak.

Ya karena Saya memiliki pengetahuan tentang budaya jepang berdasarkan anime, dan Tidak karena walaupun memiliki beberapa pengetahuan tentang budaya jepang, tapi tidak banyak dan tidak lengkap.

Jadi ini adalah pertanyaan yang sesungguhnya.

Apa Saya ini seorang Wibu?


Saya memenuhi persyaratan nomor 2, namun Saya tidak memenuhi persyaratan nomor 1 dan 3, dan memiliki posisi ambigu di persyaratan ke 4.

Hmmmpt.

Sepertinya Saya bisa dibilang seorang Wibu yang tidak sempurna karena tidak memenuhi persyaratan di atas.

Sebenarnya ada kata yang lebih tepat untuk menggambarkan Saya daripada Wibu.

Yaitu Fans Anime, itu karena Saya hanya memenuhi persyaratan nomor 2 saja.

Saya sendiri berpikir menjadi Wibu bukanlah hal yang buruk, asalkan orang tersebut tahu cara berbicara dan berkomunikasi yang baik dengan orang-orang sekitar.

Maksud Saya, jika memang Kamu Wibu ada baiknya Kamu menahan pendapat Kamu jika sedang berbicara atau berdebat dengan orang-orang yang bukan Wibu.

Wibu sendiri memiliki konotasi negatif karena orang-orang yang dicap sebagai Wibu biasanya keras kepala dan asal jeplak tentang pendapatnya sendiri.

Jika Kamu seorang Wibu, ada baiknya Kamu menjadi seorang Wibu pendiam yang berwibawa, dimana Kamu tidak menggangu orang sekitar dengan hobi dan
kesukaanmu.

Satu pesan lagi, dari orang yang terobsesi dengan anime.

Jangan berlebihan dalam suatu hal.

(memangnya Saya pantas mengatakan hal ini?)

Yapz, Saya pantas, karena walaupun terobsesi dengan anime bukan berarti Saya meninggalkan yang lain.

Saya sudahi artikel ini dengan sebuah pertanyaan untuk Kamu.

Jadi, apakah Kamu Wibu yang memenuhi keempat persyaratan di atas atau bukan?

Dan

Apa Kamu pernah dipanggil Wibu padahal Kamu hanya seorang Fans Anime?

Saya sangat senang jika Kamu mau mengatakannya di form komentar.

Saya tunggu loh, kalau ga mau komentar kamu bisa baca artikel ini : Jika Kamu Tidak Membaca 23 Daftar Anime School Terbaik Ini Sekarang, Kamu Akan Menyesal Nantinya!