August 6, 2016

Shirobako, Anime Tentang Pembuatan Anime Ini Ratingnya 8,50 di Myanimelist!

Pada saat menonton sebuah anime, pernahkah terlintas di benak kamu bagaimana caranya sekelompok orang bisa membuat sebuah anime?

Atau ketika kamu melihat opening dan ending sebuah anime kemudian melihat sederet nama di situ, pernahkah terlintas dipikiran kamu mengapa untuk anime yang hanya 23 menit memiliki begitu banyak staff yang terlibat?

Nah, jika kamu memiliki pertanyaan yang sama dan ingin lebih tahu lagi mengenai anime, saya sarankan kamu untuk menonton Shirobako.

Shirobako adalah sebuah anime series yang dibuat oleh P.A.Works yang mulai tayang pada tahun 2014, sekarang anime ini juga telah diadaptasi menjadi manga dan novel.

Director dari Project Shirobako ini adalah Mizushima Tsutomu, orang yang sama yang telah membuat anime-anime seru lainnya seperti xxxHOLIC, Blood-C, Girls Und Panzer, dll.

#Shirobako, David di Tengah Tengah Para Goliath


Pernahkah kamu mendengar sebuah cerita yang berjudul David dan Goliath? Jika belum saya akan ceritakan sedikit garis besarnya.

Kisah ini adalah kisah tentang seorang pria yang bertarung melawan seorang prajurit yang tubuhnya besar, kuat dan sering disebut sebagai Raksasa.

Pria ini menjadi seorang legenda karena berhasil mengalahkan Raksasa yang mustahil bisa dikalahkan seorang manusia biasa (sumber ; wikipedia; Goliath).

Dan itulah gambaran Shirobako saat anime ini tayang, Shirobako bagaikan David ditengah anime-anime lain yang serasa seperti Goliath.

Tayang bersamaan dengan anime-anime seperti Yowamushi Pedal, World Trigger, Tsukimonogatari, TERRA FORMARS dan Shigatsu wa kimi no uso.

Dengan judul yang agak asing, anime ini mungkin luput dari perhatian kamu. Saat itu saya baru mulai menonton anime ini di bulan oktober 2014, bersamaan dengan anime fall 2014 yang lain.

Saat saya melihat tulisan Shirobako di web anichart, hati saya sepertinya sudah punya firasat bahwa anime ini akan bagus dan menjadi salah satu anime favoirt saya.

Setelah saya lihat, memang anime ini sangat bagus. Bisa dibilang tema yang diangkat oleh anime ini sangat unik dan menantang.

Unik, karena anime ini mengangkat tema tentang anime itu sendiri. Sebuah tema yang sudah menjadi budaya dan gaya hidup para pembuat anime.

Menantang, karena dengan membuat anime ini secara tidak langsung para pembuat anime akan mereview dan meneliti cara kerja mereka sendiri, bukan tidak mungkin mereka akan menemukan hal-hal menarik yang selama ini mereka lewatkan begitu saja.

Seorang pengamat anime yang sudah berpengalaman, Rose memberi rating A untuk konsep dan perkembangan karakter yang ada di dalam anime ini.

Bahkan, Shirobako juga memenangkan beberapa penghargaan seperti Animation Kobe Television Award di tahun 2015 dan Animation of the Year di Tokyo Anime Awards tahun 2016.

Kesan saya setelah meilhat episode 1 dari Shirobako adalah :

“kok bisa yah  mereka membuat anime dengan tema yang sangat bagus dan menantang seperti ini, maksud saya bayangkan ... anime tentang pembuatan anime?”

Sebuah tema yang jarang sekali, dan kerennya Shirobako berhasil mengangkat tema ini dengan hasil yang memuaskan.

Dengan “hanya” 24 episode, Shirobako tidak hanya memberi pengetahuan singkat tentang pembuatan anime tetapi juga bisa menggambarkan perubahan karakter yang terjadi dengan sangat detail dan mendalam.

Lalu apa sih yang menjadi daya tarik dari anime ini?? Untuk bisa mengetahui daya tarik anime ini, ada baiknya kamu membaca ulasan ini!.

#Tak Kenal Maka Tak Sayang


Anime ini dibuka dengan kegiatan pembuatan anime di sebuah klub dari sebuah sekolah. Klub tersebut berniat membuat anime untuk ditayangkan di festival sekolah.

Klub yang beranggotakan Aoi, Ema, Shizuka, Misa dan Midori tersebut terlihat sangat antusias dengan kegiatan mereka.

Saya yang pada waktu itu belum mengetahui anime apa Shirobako itu, mulai tertarik dengan prologue anime ini.

Singkat cerita mereka sukses dengan pembuatan anime untuk festival sekolah dan cerita berlanjut ke dua setengah tahun kemudian, di mana 4 dari 5 heroine anime ini telah bekerja.

Aoi menjadi production assistant, Ema menjadi key animator, Shizuka menjadi seiyuu, dan Misa menjadi 3D computer graphics operator.

Saat itu mereka sudah tinggal selangkah lagi untuk membuat anime impian mereka menjadi kenyataan.

#Tetapi apakah akan semudah itu??


Nah di anime yang tayang selama 2 season ini, akan dijelaskan dengan gamblang dan terang terangan mengenai bagaimana sih cara membuat anime?

Prosedur apa saja sih yang harus dilakukan untuk membuat anime?? Kapan sih anime mulai digambar oleh animator sebelum ditayangkan di televisi??

Bagi saya anime ini sangat informatif.

Dari anime ini saya banyak belajar mengenai industri anime yang ada di jepang, tentang persaingan antar studio anime, dan tentang kehidupan para staff yang berkecimpung di industri ini.

Setelah menonton anime ini, saya jadi terdorong untuk lebih menghargai anime dan saya jadi lebih suka lagi dengan anime.

#2 Arc Utama


Anime ini dibagi menjadi 2 arc, yaitu  Exodus! Arc, dan The Third Aerial Girls Squad Arc. Masing-masing arc memiliki masalah dan tantangan tersendiri.

Di Exodus! Arc, heroine utama, Aoi, masih menjadi production assistant, sedangkan di  The Third Aerial Girls Squad Arc Aoi dipromosikan menjadi production manager.

Dengan adanya promosi ini tentunya menjadi sebuah pengakuan atas hasil kerja kerasnya di Exodus! Arc, tetapi di sisi lain, hal ini berarti kerja dan tanggung jawab yang berlipat ganda untuk Aoi yang masih baru di dunia anime.

Dengan menempatkan Aoi, yang memiliki pengetahuan yang sangat minim tentang seluk beluk industri anime, para penonton Shirobako dari episode 1 sudah mulai diajak untuk lebih mengenal anime.

Di anime ini dijelaskan secara detail 6 bagian utama dari industri anime, yaitu bagian animator, bagian 3D graphics, bagian recording, bagian rapat staff, bagian in between, dan bagian scriptwriter.

Tahukah kamu? Karena saking menariknya anime ini sudah 2 kali saya rewatch Shirobako.

#Animator Key


Kerja keras dan tantangan dalam membuat dan menyelesaikan gambar-gambar yang dibebankan kepada para animator digambarkan dengan jelas di bagian ini.

Bagian dimana Ema dkk harus melewati beberapa tantangan seperti me-redo dari awal sebuah anime dari episode 1, atau bagaimana Ema yang karena bingung dan gugup hampir saja gagal menyelesaikan menggambar gerakan kucing.

Akhirnya, karena telah berhasil melewati beberapa tantangan yang sulit, Ema bisa dengan sukses melewati beberapa tantangan berikutnya, termasuk tantangan tentang bagaimana masa depannya nanti.

#2D &3D


Karena menonton anime Shirobako inilah, saya mulai paham perbedaan antara 3D graphics dan anime hasil karya animator. Di anime ini juga sempat dimunculkan perselisihan antara kedua jenis penggambaran anime ini.

Keunggulan dan kelemahan di antara kedua jenis ini juga dijabarkan dengan sangat bagus dan memuaskan. Pendek kata, 3D graphics dan anime hasil karya animator merupakan 2 hal yang sangat penting di dalam sebuah anime.

Keduanya saling melengkapi.

#Recording


Shizuka yang bermimpi menjadi seorang seiyuu juga menunjukkan bahwa langkah awal untuk dapat mencapai mimpinya bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.

Banyak menunggu, banyak kecewa, banyak berusaha, lebih banyak lagi untuk percaya diri; inilah yang dialami Shizuka untuk bisa mencapai mimpinya.

Shizuka juga sempat mencicipi studio rekaman untuk sound effect. Bagaimana bisa membentuk suara langkah kaki perempuan dengan karakter tertentu, bagaimana membentuk suara sepatu yang berlari di tengah hujan.

Di anime ini juga digambarkan bagaimana sulitnya memilih seiyuu yang cocok dan sesuai dengan anime yang sedang dikerjakan.

#Rapat, Rapat dan Rapat


Ternyata tidak hanya untuk pekerjaan kantor saja yang membutuhkan banyak rapat dan perencanaan, dalam pembuatan anime juga demikian.

Aoi yang baru dipromosikan menjadi  production manager menggambarkan dengan agak bingung bagaimana dan ada berapa banyak rapat yang harus dilakukan untuk dapat membuat satu episode anime yang berdurasi 23 menit.

Rapat yang jika salah satu tidak dilakukan dapat mengakibatkan delay dalam penayangan anime yang berujung pada menurunnya rating anime tersebut.

Setelah melihat Shirobako saya hanya bisa salut atas kerja keras studio studio anime di jepang sana. Benar-benar sebuah perjuangan untuk bisa menghasilkan anime 1 cour.

#In-Between Check


Selain rapat, hal yang sangat krusial adalah pengecekan; pengecekan gambar, pengecekan 3D, pengecekan suara, pengecekan alur cerita.

Walaupun sudah melewati pengecekan yang cukup rumit, anime Exodus yang dibuat oleh Aoi dkk, pernah harus di-redo total di 5 menit terakhir dari anime tersebut, hanya karena director Kinoshita merasa aneh dengan wajah sang heroine di anime tersebut.

Dengan waktu yang mepet, 5 menit tersebut bisa di-redo dari awal, melewati pengecekan yang panjang, dengan hasil yang sangat memuaskan.

Bahkan saat Aoi menjadi production manager ada 2 redo besar besaran yang harus team Aoi “makan mentah-mentah” hanya karena perbedaan pendapat antara director Kinoshita dan pengarang manga The Third Aerial Girls Squad.

#Obrolan Ringan


Kamu pernah memperhatikan obrolan-obrolan ringan yang kadang diutarakan oleh karakter di dalam sebuah anime?

Dari Shirobako, saya baru tahu bahwa hal seperti ini pun ada bagian yang mengurus.

Nah hal inilah yang dilakukan oleh heroine kelima dari Shirobako, yaitu Midori.

Midori pada awalnya bertugas mencari informasi, lalu dia mulai mencoba untuk menjadi seorang scriptwriter.

Karena hasil kerja keras Midori dan scriptwriter yang lain, maka anime yang kita nikmati selama ini bisa terlihat lebih manusiawi dan lebih hidup.

#Animator Juga Manusia


Selain menggambarkan dari segi teknik, anime Shirobako juga menggambarkan dari sisi emosional dan sisi kehidupan para karakter “di luar jam kerja” mereka.

Rasa marah, frustasi, sedih, kecewa, malu, bingung, putus asa, senang, bahagia, optimis, semangat, rasa kebersamaan sangat terlihat dengan jelas di anime ini.

Didukung dengan 2 opening dan 2 ending yang sangat bagus, anime Shirobako benar-benar menjadi paket hiburan dan paket pengetahuan tentang anime yang lengkap.

Bagaimana? kamu Mulai tertarik untuk melihat Shirobako??

Saya harap begitu, karena ada banyak hal yang kamu bisa dapatkan melalui anime ini. Banyak fakta-fakta menarik dan berguna yang bisa kamu  dapatkan anime ini.

Banyak pelajaran yang bisa didapatkan di sini.

#Pelajaran dari Pahlawan Animasi


Terus berusaha menjalankan apa yang ada di depan mata, dan jangan terlalu kuatir dengan masa depan, karena pada saatnya masa depan akan terbuka di depan kita.

Pegang dan pertahankan persahabatan, seperti yang dilakukan oleh Aoi dkk, karena persahabatanlah maka mereka bisa mencapai impian dan melewati tantangan yang menghalangi mereka dari mimpi mereka.

Yang terakhir kasihilah diri sendiri, jangan terlalu merendahkan diri, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri karena hal-hal baik yang telah kita kerjakan selama ini, membuktikan bahwa kita bisa berbuat sesuatu yang baik.

#Angel Exercise Ala Ema


Oya, jangan lupa untuk menunggu sesi senam bersama. Tidak percaya?? Coba tonton anime Shirobako dan kamu nanti akan diajak untuk senam bersama dengan Ema.

He he he.

Senam Ema sangat lucu dan energik. Ema menyebutnya Angel Exercise. Benar benar sangat menghibur. Salah satu bagian dari Shirobako yang paling berkesan.

#Siapkan Diri dan Mulai Menonton


Saya harap kamu bisa menikmati Shirobako, dan bisa merasakan kegembiraan dan antusias yang saya rasakan waktu menonton anime ini.

Anime ini sesuatu banget. Sangat sayang untuk dilewatkan. Karena dengan anime ini, kita semua bisa memiliki hati yang lebih menghargai kepada anime yang kita tonton.

Setiap anime yang kita tonton adalah hasil kerja keras dari orang-orang yang mencintai anime dan orang-orang yang percaya bahwa anime dapat memberikan perubahan yang baik kepada para penontonnya.

Terus terang setelah menulis review ini, saya jadi ingin menonton lagi Shirobako.

Saya harap Shirobako bisa segera tayang di televisi indonesia, karena menurut saya anime ini sangat bersih dan sangat mendidik.

Sekali lagi, bagi kamu yang belum menonton dan ingin mencoba menonton, tontonlah anime ini dengan santai, ikuti alur ceritanya, rasakan petualang dan kejutan yang ada di dalamnya.

Jangan lupa senamnya. He he he. Sangat bagus untuk mengusir stress dan kepenatan. Terima kasih.

Penulis : Kinoshita Hideaki


EmoticonEmoticon