August 14, 2016

Baper! Ini Cerita Shigatsu wa Kimi no Uso Dari Sudut Pandang Tsubaki

“I met the girl under full-bloomed cherry blossoms, and my fate has begun to change” Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan tag-line ini bukan?? Jika kamu menebak Shigatsu wa Kimi no Osu, maka tebakan kamu benar sekali.

Shigatsu wa Kimi no Osu atau Kimiuso adalah sebuah masterpiece anime yang sangat mendobrak di musim fall 2014 anime ini selalu masuk dalam daftar anime romance terbaik.

Sebuah anime romance yang dipadukan dengan musik classic.

Anime yang memenangkan Sugoi Japan Awards di tahun 2016 ini benar2 sangat menyita dan menarik perhatian para penggemar anime romance di seluruh dunia.

Walaupun ada yang mengkategorikan anime ini sebagai anime NTR, tetapi tetap saja anime ini  menjanjikan dan membekas di hati para penggemar anime.

Anime ini menggambarkan dengan sangat jelas perjuangan dua insan pecinta musik, Arima Kosei dan Miyazono Kaori dalam mengatasi tantangan hidup yang ada di depan mereka.

Anime dengan 22 episode ini juga menyisipkan kisah romance yang unik, hangat, menarik, dan mengharukan di antara kedua heroine utama. Kamu mungkin menyebutnya anime yang bikin baper.

Saya sudah lihat anime ini 2 kali, dan hampir tiap episode saya baper.

#Tsubaki, sumber baper dan NTR??


Jika boleh berandai-andai, jika Tsubaki tidak ada di anime ini, kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi?? Mungkin tidak ... Kosei dan Kaori akan hidup bahagia di akhir episode 22?

Lagipula, siapa sih Tsubaki itu?? Sawabe Tsubaki kan hanya “teman masa kecil” Kosei. Bisa dikatakan Tsubaki hanya “Teman A” bagi Kosei.

Tapi kenapa?? Kenapa karakter ini kok dari episode ke episode semakin menunjukkan eksistensinya, hingga pada akhirnya, menimbulkan kesan NTR di anime ini??

Kenapa “Teman A” bisa menyatakan perasaannya sampai dua kali kepada Kosei?? Kenapa “sang pengarang” seolah-olah memberi jalan kepada Tsubaki dan bukannya kepada Kaori untuk dapat hidup bahagia selamanya bersama Kosei??

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan mereview anime Kimiuso ini dari sudut pandang yang agak berbeda, yaitu dari sudut pandang si “Teman A” Sawabe Tsubaki. Saya memberi judul review ini

#Shigatsu wa Kimi no Uso : Tsubaki Arc


Kamu pernah memperhatikan 2 buah opening Kimiuso? Hikaru Nara untuk opening pertama yang dinyanyikan secara duet, dan Nanairo Symphony yang dinyanyikan secara single.

Kenapa yang awal duet, lalu yang kedua kok single?? Apakah ini adalah pertanda tentang bagaimana anime ini akan berakhir?? Mari kita review anime ini bersama sama dari sisi pandang Tsubaki.

#Si Tomboy


Si tomboy, Tsubaki muncul di cerita ini sebagai sosok yang “sengaja” memukul bola ke tempat Kosei berada. Memang semua teman masa kecil juga melakukannya. Tsubaki berusaha mendapatkan perhatian dari Kosei dengan melakukannya.

Waktu pulang bersama, Tsubaki menjalankan pola “menanyakan siapa yang disukai” kepada Kosei.
Pola ini sering dilakukan di anime2 romance, dengan tujuan untuk mencari tahu apakah yang ditanya sudah punya pacar atau belum?

Lalu cerita beranjak, dari “pembukaan” ke inti cerita, di mana Kosei bertemu dengan Kaori. Kosei diperkenalkan sebagai “Teman A” oleh Tsubaki.

Walaupun Tsubaki berkata “Kosei, kamu hanya Teman A”, mungkin kata2 itu lebih ditujukan kepada diri Tsubaki sendiri.

Tsubaki juga menegaskan bahwa Kaori cocoknya dengan Watari.

Kaori mengikuti kompetisi violin dengan mengajak Watari, Kosei dan Tsubaki. Tsubaki yang mengetahui bahwa Kosei masih trauma dengan hal2 yang berbau piano berusaha menahan diri untuk tidak memberitahu Kosei.

Permainan violin Kaori sangat memikat dan luar biasa. Semua juri terperanjat, semua penonton menyukainya.

Bagi Kosei apa yang Kosei lihat mulai terlihat berwarna. Di sisi lain, tanpa sadar label “Teman A” mulai bergeser dari Kosei kepada Tsubaki.

Kaori lolos ke babak berikutnya, lalu karena Kaori tidak mempunyai pemain piano pendamping, maka Kaori pun menunjuk Kosei untuk menjadi pemain piano pendamping bagi dirinya.

Ketika Tsubaki mendengar hal tersebut, Tsubaki berjanji akan berbuat apapun juga agar Kosei bersedia menemani Kaori di babak berikutnya.

Kaori melihat ke wajah Tsubaki dan Kaori mungkin sudah menyadari bahwa Tsubaki menyukai Kosei. Karena saat ditanya oleh Kaori apakah Tsubaki menyukai Kosei, Tsubaki tidak menjawab tidak suka, tetapi juga tidak menjawab suka.

Jawaban Tsubaki adalah curahan isi hatinya kepada Kaori. Bagaimana Tsubaki begitu sangat perhatian dan kuatir dengan apa yang sedang dialami oleh Kosei.

#Summer Akan Segera Datang


Kompetisi violin babak kedua berjalan dengan sangat menegangkan. Trauma yang mulai menyelimuti Kosei, dipulihkan oleh permainan dan dorongan semangat yang dimiliki Kaori.

Tsubaki melihat mata Kosei yang mulai berwarna; pertanda bahwa Kosei telah memiliki seseorang yang sangat berharga. Dia tahu itu bukan dirinya. Penampilan Kosei dan Kaori berakhir dengan dramatis, mereka berhasil menyelesaikan permainan mereka dengan baik. Tetapi Kaori tiba2 jatuh pingsan.

Semua menjadi gelap dan mendung bagi Tsubaki. Tsubaki gagal di pertandingan baseball. Tsubaki gagal mempertahankan status “teman masa kecil yang dekat” dengan Kosei. Kashiwagi Nao berusaha untuk menenangkan hati Tsubaki tetapi gagal. Lalu muncul, cinta pertama Tsubaki, Saito.

Saito, seseorang yang Tsubaki inginkan. Kosei, seseorang yang Tsubaki butuhkan. Tetapi, karena Tsubaki merasa dia tidak tahu apa2 tentang Kosei, Tsubaki memutuskan memilih Saito, walaupun matanya tidak lagi berwarna.

Mungkin Kaori lebih cocok bersama dengan Kosei, daripada aku. Kaori lebih mengenal Arima daripada aku. Demikianlah yang ada dipikiran Tsubaki.

Di perjalanan pulang, dengan beban yang begitu besar, Tsubaki mendapatkan sedikit penghiburan dari Surga. Kosei tiba2 datang menjemput dirinya dan menggendong Tsubaki di punggungnya. Perasaan Tsubaki menjadi semakin tidak menentu. Senang, sedih, bingung, marah, menyesal. Akhirnya Tsubaki hanya bisa menangis di punggung Kosei.

Musim akan segera berganti. Begitulah kata2 Kosei.

#Duet

Hikaru Nara dinyanyikan secara duet, menggambarkan bahwa di bagian awal anime ini, menceritakan tentang awal pertemuan Arima dan Kaori. Seolah-olah Arima dan Kaori lah yang menyanyikan lagu ini.

Kaori dengan tanpa menyerah berhasil “membangkitkan” semangat Kosei untuk melawan trauma yang menyelimuti dirinya. Kaori berhasil menumbuhkan rasa percaya diri dalam diri Kosei, dan membuat Kosei untuk mulai menaruh perhatian kepada Kaori.

Bahkan di opening ini, digambarkan Tsubaki yang sedang menangis. Ya, memang benar di akhir ep 11 dari anime ini, Tsubaki memang menangis.

Selain itu, muncul beberapa karakter baru, seperti Aiza Takeshi, Igawa Emi (keduanya pesaing utama Kosei dalam kompetisi piano), dan teman dekat ibunda Kosei, Seto Hiroko.

Kosei gagal dua kali, tetapi berhasil bangkit dua kali. Itu semua karena dia memiliki teman duet yang sempurna yaitu, Miyazono Kaori.

#Liebeslied - Love Sorrow

Bagian kedua dari anime ini dimulai dengan rencana Kaori untuk memilih Liebeslied (Kreisler) dan tentu saja didampingi oleh Kosei untuk acara Towa Music Competition gala concert. Melalui piece (hasil karya di bidang musik) yang ternyata sering dimainkan oleh ibunda Kosei, dan dorongan dan perjuangan pantang menyerah oleh Kaori, akhirnya Kosei terlahir kembali.

Dia menyadari bahwa yang selama ini dia anggap sebagai kutukan adalah sebuah berkah. Yg awalnya adalah “bentuk kebencian dari ibunda” ternyata adalah “sebuah jalan penuh pengorbanan cinta sang ibunda”. Tidak ada satupun ibu di dunia ini yang tidak mengasihi anaknya.

Di hari gala concert, Kaori tidak datang, Kosei, yang telah terlahir kembali dan semakin menaruh kepercayaan kepada ibunda dan Kaori memainkan Liebeslied dengan sempurna.

“Mengapa kamu tidak mengatakan apapun mengenai permainan pianoku? Padahal aku berharap, kamu akan memujiku”

Kata2 dari Kosei membuat Tsubaki menjadi bingung dengan perasaannya sendiri. “Aku menangis, karena bahagia karena dapat berbicara secara normal dengan Kosei? Atau hanya karena berbicara secara normal, air mata kekecewaan muncul (seharusnya aku bisa lebih dekat lagi dengan Kosei) ?”

Keesokan harinya, Kosei mendapat kabar bahwa Kaori masuk ke rumah sakit karena jatuh pingsan. Waktu Kosei melihat Kaori di atas tempat tidur rumah sakit, Kosei melihat bayang2 ibunya. “Kaori, kamu tidak akan meninggalkan diriku, seperti yang ibuku lakukan bukan?”

Nao masih percaya bahwa Tsubaki menyukai Kosei, tetapi Tsubaki untuk sekian kalinya “kembali” ke titik di mana mereka berdua “hanya teman masa kecil”. “Ada saatnya nanti, kita tidak akan bisa kembali.” begitulah peringatan Nao kepada Tsubaki.

#Suka dan Tidak Benci


Fakta yang mengejutkan dipaparkan di anime ini. Tsubaki ternyata sangat benci dengan musik dan hal2 yang berhubungan dengan musik. Mengapa?? Karena musik telah dan selalu “mengambil” Kosei dari dirinya. Selalu begitu sejak dari masa kecil.

“Suka?” atau “Tidak Benci”? Pertanyaan ini terngiang-ngiang dipikiran Tsubaki. “Kamu benci dengan Saito? Atau kamu suka?” “Siapa yang aku (Tsubaki) suka?”

Di tengah-tengah kebingungan Tsubaki, Nao “membantu” Tsubaki dengan mengatakan bahwa Tsubaki sedang dalam bahaya. Kosei, tanpa pikir panjang, langsung berlari dan mencari Tsubaki.

Cerita berlanjut, Tsubaki dan Kosei berjalan bersama di pinggir pantai. Makan es bersama. Bercanda ringan. Seuatu yang terlihat sangat sederhana, tetapi sangat menenangkan bagi Tsubaki.

Dia melihat ke jejak kaki Kosei yang lebih besar dari jejak kaki dirinya. Tanpa sadar, Tsubaki mengikuti jejak itu. Seseorang pasti mengikuti atau meniru orang yang dia suka. Dari apa yang Tsubaki lakukan, sebenarnya itu sudah menjadi jawaban atas kebingungannya.

#Pembohong


Tetapi, saat Tsubaki merasa sudah dekat dengan Kosei, musik kembali mengambil Kosei dari dirinya. Kosei akan melanjutkan pendidikannya di sekolah musik dan dia harus pindah ke dareah lain.

Dalam kesedihan Tsubaki berlari meninggalkan Kosei.

Keesokan harinya, Saito yang mengetahui isi hati Tsubaki dan tidak ingin melukai hati Tsubaki memutuskan untuk mengatakan putus pada Tsubaki.

Di saat2 ini Tsubaki benar2 merasakan “sisi lain” dari cinta. Sisi lain yang menuntut banyak air mata dan meminta banyak ruang di dalam hati.

Tetapi tidak selamanya langit akan selalu mendung, pada saatnya sinar matahari akan kembali bersinar. “Jika keadaanmu sama saja, dengan atau tanpa diriku disampingmu;  maka aku memilih untuk ada di sampingmu”

Kata2 Kosei tersebut bagaikan sinar matahari yang menyinari Tsubaki. Hangat dan menerangi seluruh isi hatinya. Tsubaki sadar bahwa dialah satu-satunya yang belum mengambil langkah pertama. Dan dia mengambil keputusan untuk melakukannya.

Kosei menjadi guru untuk seorang anak perempuan yang menjanjikan yang bernama Aiza Nagi. Lalu, di saat Kosei, entah mengapa, menjadi sulit untuk mengunjungi Kaori yang ada di rumah sakit; penyakit Kaori kembali mengintip di balik pintu. Penyakit yang sama yang menghalangi Kaori untuk mewujudkan mimpinya.

Setelah keadaan Kaori membaik, Kaori memutuskan untuk date dengan Kosei. Mereka belanja bersama, jalan2 bersama, menyelinap ke dalam sekolah bersama, bersenang-senang bersama. Di akhir date, Kaori mengatakan yang sebenarnya mengenai penyakitnya kepada Kosei.

Bayang2 dan prasangka bahwa Kaori akan menjadi seperti ibunya, mulai menghantui Kosei.

#Langkah Pertama


Tsubaki memutuskan untuk belajar mati-matian. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh Tsubaki sebelumnya. Dia memilih sekolah dengan tingkat penerimaan minimal yang tinggi. Sekolah yang dekat dengan sekolah musik Kosei.

Itu semua demi cinta. Bagi Tsubaki cinta adalah menemukan sisi lain dari dirinya sendiri yang selama ini belum dia temukan; dan menghadapinya.

Hal yang serupa juga dihadapi Kosei. Karena cinta, dia kebingungan dan kekuatiran akan apa yang harus dia lakukan menghadapi apa yang ada di depannya. Dan, Kosei, seperti Tsubaki berhasil mengambil langkah pertama.

Setelah mengikuti school music festival, Kosei memutuskan untuk tidak “bunuh diri” demi Kaori. Dia ingin selalu hidup agar Kosei dapat menemani Kaori. Kosei ingin diberi kesempatan untuk sekali lagi, duet dengan Kaori.

Untuk masa depan mereka berdua, Tsubaki berhasil mendapat hasil ujian sesuai yang dia inginkan, sedangkan Kosei mengikuti kompetisi untuk bisa masuk ke sekolah musik.

#Hujan & Lemon


Ketika akan mengunjungi Kaori di rumah sakit, Kosei tiba2 mengajak Tsubaki ke tempat lain. Tetapi karena hujan turun, mereka memutuskan untuk berteduh bersama. Di saat itulah, Tsubaki tersadar, bahwa Kosei-lah satu-satunya laki2 yang menganggap dirinya sebagai perempuan.

Dengan bercakap-cakap, mereka berdua mulai menyadari bahwa, mereka telah mengenal satu sama lain dengan baik. Mengenal dan mengetahui apa yang ada di dalam hati.

Tsubaki mengetahui bahwa Kosei sedang bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Oleh karena itu, Tsubaki berkata kepada Kosei untuk mencintai dirinya. Saat mendengar kata2 Tsubaki, Kosei pun terperanjat dan mulai mengetahui apa yang ada di dalam hati Tsubaki tentang dirinya.

Sekaleng Lemon yang dibayar dengan Sepotong Cinta.

#Tsundere


Keadaan Kaori tidak dapat tertolong lagi. Satu-satunaya jalan adalah dengan operasi. Di sisi lain, walaupun di tengah badai, Kosei memutuskan untuk menghargai kerja keras Kaori dengan tetap fokus pada kompetisi yang dia jalani. Di akhir permainannya Kosei berkata “Selamat Tinggal”

Musim berganti musim, Kosei berjalan sambil mengingat-ingat isi surat terakhir dari Kaori. Surat yang berisi tentang siapa sebenarnya Kaori dan bagaimana kondisi tubuhnya yang semakin memburuk.

Kaori tahu bahwa waktu yang dia miliki tidak banyak, maka Kaori mulai berlari dan berubah. Dia melakukan banyak hal dan membuat satu kebohongan, yaitu bahwa dirinya jatuh cinta kepada Ryuta. Dengan kebohongan itu Kaori merasa bisa dekat dengan Kosei.

Kaori juga meminta kepada Kosei untuk meminta maaf kepada Tsubaki. Karena Kaori dan semua orang tahu bahwa Tsubaki mencintai Kosei. Hanya Tsubaki dan Kosei saja yang belum menyadarinya.

Setelah membaca surat yang berisi kenangan Kaori bersama Kosei, dan diakhiri dengan kata2 I LOVE YOU; tanpa sadar Kosei bertemu dengan Tsubaki. Tsubaki yang juga telah berusaha dan berlari lebih lama dan lebih jauh, menyatakan perasaannya kepada Kosei untuk yang kedua kalinya.

Kosei mendapatkan apa yang Kosei butuhkan DAN Tsubaki mendapatkan apa yang dia cinta dan dia butuhkan. Mereka mendapatkan satu sama lain.

#Ada Apa Dengan Tsubaki??


Jika setelah membaca review ini, kamu ingin membuktikan kebenaran dari review ini, silahkan kamu menonton kembali anime yang sangat menyentuh ini.

Ada baiknya kamu saat menonton kembali anime ini, lihatlah apa yang terjadi dari sudut pandang Tsubaki. Setiap karakter berhak merasakan cinta. Tsubaki yang adalah teman dekat Kosei sejak kecil, juga berhak untuk merasakan bagaimana nikmatnya mencintai dan dicintai seseorang.

Rasakan bagaimana beratnya perjuangan seorang perempuan tomboy dan tsundere untuk menyatakan perasaannya kepada seseorang yang dia suka. Bagaimana dia harus memilih mana yang dia suka dan mana yang dia butuhkan.

Pada akhirnya, Kaori tahu bahwa dirinya dan Kosei saling mencintai. Tetapi Kaori juga tahu bahwa Kosei membutuhkan seseorang yang mengenal Kosei dengan baik.

Kaori ingin dan rindu untuk mengenal Kosei. Tetapi ketika dia melihat Tsubaki, dan menyadari apa yang Tsubaki rasakan kepada Kosei, Kaori tahu bahwa Kosei telah memiliki seseorang yang mecintai dan membutuhkan Kosei. Orang itu adalah Tsubaki.

Semua orang tahu, kecuali Kosei dan Tsubaki.

Jadi, selamat menonton kembali anime yang sangat menyentuh ini. Jika review ini agak berat sebelah, mohon dimaafkan. Karena saya hanya ingin menunjukkan perjuangan dan jatuh bangun yang dialami oleh Tsubaki untuk dapat mempertahankan cinta yang dia miliki kepada Kosei.

Oya, alasan opening kedua dinyanyikan secara single adalah karena sebenarnya lagu ini adalah suara hati Tsubaki yang dinyatakan melalui nyanyian.

Penulis : Kinoshita Hideaki


EmoticonEmoticon