January 7, 2017

“Sisi Lain Anime” Yang Mungkin Belum Pernah Kamu Temui [Review Hanasaku Iroha]


Sebagian besar masyarakat awam menghubungkan anime dengan hal-hal yang berbau fantasi dan tidak masuk akal. Mereka sering beranggapan bahwa anime “hanya” menceritakan hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak ada di kehidupan nyata.

Sehingga mereka menganggap rendah anime, karena anime terlalu khayal dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.

Tetapi apa benar begitu??

Atau kamu juga masih berpikiran seperti itu??

Nah, jika memang benar demikian, izinkanlah saya untuk memberikan sedikit pencerahan mengenai “sisi lain anime” yang mungkin belum pernah kamu temui. Sisi lain anime yang lebih nyata dan lebih manusiawi. Sisi anime yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari dan tanpa ada unsur kekuatan super dan magic.

Anime slice of life buatan P.A. Works tahun 2011 ini baru saja selesai saya tonton akhir desember 2016 kemarin. Anime dengan 26 episode dan ditaburi oleh seiyuu Toyosaki Aki, Kanae Ito, dan Haruka Tomatsu ini berjudul Hanasaku Iroha.

Kamu sudah pernah nonton?? Belum?? Jika belum silahkan membaca review berikut ini. Saya akan membedah anime ini dan memberitahukan kepadamu secara mendetail apa sih anime Hanasaku Iroha ini.

Mulai Dari Nol


Kayak yang dikatakan oleh para penjaga SPBU kepada para konsumennya. He he he.

Tapi anime dengan jenis alur seperti ini memang menarik untuk diikuti. Alur di mana penonton dan heroine utama sama-sama memulai sesuatu yang baru dan belum diketahui sebelumnya. Kecuali jika kamu sudah pernah bekerja di dalam bisnis perhotelan sebelumnya.

Matsumae Ohana, seorang cewek SMA yang kehilangan ayahnya sewaktu Ohana masih kecil, pada suatu haru “mendapat” kesempatan untuk memulai sesuatu yang baru dengan dikirim oleh ibunya untuk tinggal bersama neneknya di sebuah tempat yang bernama Kissuiso.

Dengan berbekal kokuhaku (pernyataan cinta) dari Tanemura Koichi, dan hidup mandiri yang telah dia jalani selama ini, Ohana merasa yakin akan dapat memulai sesuatu yang baru di tempat yang bernama Kissuiso itu.

Sempat terselip di pikirannya bahwa ibunya “membiarkan” dia menjalani hidup sendiri, semenjak mereka kehilangan sosok ayah dan suami akibat kecelakaan. “Jika ibuku tidak mau menerima diriku, maka aku akan membuktikan diriku di Kissuiso, tempat nenekku berada. Aku akan menunjukkan pada ibu bahwa aku bisa dan aku sudah dewasa.” demikianlah yang ada di pikiran Ohana waktu berangkat ke Kissuiso.

Tetapi apakah akan semudah itu? Apa sih yang akan ditemui Ohana di sana?

Hobiron


Maksud hati hendak memulai sesuatu yang baru, eeh, malah dapat 2 umpatan dari orang asing. “Mati Kau!!” dan “Hobiron”. Hobiron adalah makanan berupa embrio bebek atau ayam. Dengan kata lain Hobiron menunjukkan individu yang menjijikan.

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menjadi Ohana? Di rumah sudah tidak diterima, waktu akan pergi mendapat kokuhaku, ketika tiba di tempat tujuan mendapat umpatan. Apa kamu akan mengumpat balik, atau langsung lari dari kenyataan dan menangisi nasib??

Kissuiso ternyata adalah sebuah hotel tradisional yang dipegang oleh nenek Ohana yang bernama Shijima Sui. Di situ Ohana juga bertemu dengan karyawan Kissuiso yang sebaya dengan dirinya yaitu Tsurugi Minko dan Oshimizu Nako.

Karena salah paham, Minko mengumpat kepada Ohana sampai dua kali. Alasannya adalah, pertama Ohana mencabut tanaman milik Minko karena dianggap sebagai tanaman liar, lalu karena kesalahan Ohana maka Minko mendapat tamparan dari Manager Sui.

Maksud hati ingin mendapat perhatian dan kasih sayang dari sang nenek, malah disamakan dengan kucing atau anjing, dan harus bekerja sebagai seorang karyawan di dalam hotel yang dimiliki oleh neneknya sendiri.

Di sisi lain, sudah bisa “masuk dengan mudah karena masih cucu dari manager” dan “masuk tanpa skill yang memadai”; lalu seenaknya sendiri mencabut tanaman orang dan merusak citra diri yang telah dibangun selama ini; tentu saja Ohana benar-benar menimbulkan kesan pertama yang sangat negatif kepada Minko.

Tekanan


Diawali dengan situasi yang cukup merepotkan karena banyaknya kesalahpahaman, Ohana dipaksa untuk masuk ke dalam sebuah lingkungan yang benar-benar baru bagi dirinya. Sebuah kehidupan di hotel.

Di beberapa hari pertama, Ohana membuat beberapa kesalahan fatal, dan hal itu memaksa orang-orang di sekitar dirinya ikut menanggung akibatnya. Dan Minko adalah salah satu di antaranya. Dan yang membuat Minko semakin bertambah benci adalah kenyataan bahwa Ohana akan tinggal sekamar dengan dirinya.

Bisa kamu bayangkan bagaimana rasanya menjadi Ohana pada saat itu?? Sudah merasa dikecewakan, terus menjadi beban bagi rekan-rekan kerja, terus harus tinggal sekamar dengan Minko yang sangat membenci dirinya.

Alur cerita dan permasalahan yang timbul karena kehadiran heroine adalah salah satu keunggulan dari anime ini. Saat saya menonton episode 1, saya cuma bisa berkata dalam hati “anime ini benar-benar sangat mantap ceritanya. Sangat berbobot untuk ukuran anime 23 menit.”

“Sampai kapan ya Ohana akan bersabar?? Kapan Ohana akan 'meledak'??” begitulah yang saya pikirkan setelah menonton beberapa episode awal anime ini.

Kalo menurut kamu, Ohana akan 'meledak' apa tidak? Maksudku apakah karena tekanan yang ada, Ohana berubah 180º menjadi Ohana yang benar-benar lain dan berbeda??

C I N T A


Ini baru masalah. CINTA. Anime slice of life milik Jepang, hampir selalu berhubungan dengan yang namanya CINTA. Ohana juga demikian. Di luar kehidupan pribadi dan masalah yang baru saja dia “telan dan terima” secara mentah-mentah; Ohana juga memiliki masalah romance.

Koichi dan Miyagishi Toru. Koichi, cowok yang sebenarnya Ohana suka, tetapi terlalu malu untuk mengatakan perasaannya, sehingga Koichi menembak dirinya sebelum dia pergi, dan hal ini membuat Ohana menjadi bingung terhadap perasaannya sendiri.

Lalu ditambah dengan Toru. Toru sangat disukai oleh Minchi, tetapi karena Toru seolah-olah sering dekat dengan Ohana, maka, yaahh, bisa kamu tebak lah apa yang terjadi berikutnya.

Kata 'Mati' dan 'Hobiron' menjadi santapan sehari-hari bagi Ohana saat bertemu Minchi. Yang bikin parah, karena sifat dan sikap Ohana yang unik, membuat Toru menjadi suka dengan Ohana. Minchi, semangat!! Pertahakan cintamu pada Toru.

(Menghela nafas yang dalam) “Yang sabar ya Ohana. Badai pasti akan berlalu. Minchi suatu hari pasti akan memahami dirimu.” begitulah kira-kira yang ada dipikiran saya saat saya mengikuti perjalanan hidup Ohana yang sangat menarik ini.

Tokyo & Ibu & Sakit


Beberapa tantangan utama Ohana di anime ini adalah saat Ohana sakit dan Ohana pulang ke Tokyo.

Saat keadaan di Kissuiso sudah mulai membaik dan hubungan Ohana dengan rekan-rekannya sudah mulai membaik, Ohana tiba-tiba jatuh sakit. Hal ini tentu membuat Ohana tidak enak. Karena dia merasa menjadi beban bagi rekan-rekannya.

Ohana sempat berpikir, bahwa dirinya tidak pantas untuk tinggal di Kissuiso dan lebih baik kembali ke Tokyo. Selain itu porsi kerja dirinya di Kissuiso harus ditanggung oleh rekan-rekannya. Ditambah dengan bubur yang dibuatkan oleh Toru, yang tentu saja membuat Minko menjadi cemburu. Semuanya itu membuat Ohana menjadi bingung dan bertanya-tanya dalam hati.

Yang kedua adalah saat  di sebuah majalah muncul sebuah review negatif tentang Kissuiso, dan hal tersebut membuat Kissuiso menjadi sepi. Mengetahui hal itu, Ohana yang merasa berhutang budi kepada Kissuiso, berniat untuk pergi ke Tokyo dan mencari siapa sih yang menulis artikel yang menjelek-jelekkan Kissuiso, sehingga Kissuiso menjadi sepi.

Kembalinya Ohana ke Tokyo juga menjadi kesempatan bagi Ohana untuk dapat bertemu kembali dengan Koichi. Lalu, di dalam hati kecilnya, perasaan bersalah dan perasaan menjadi beban selama dia di Kissuiso, selalu membayangi Ohana selama perjalanan Ohana kembali ke Tokyo.

“Apa aku kabur saja ke Tokyo ya? Lalu bertemu Koichi dan menjadi pacarnya Koichi? Aku ingin kabur dari dunia yang membingungkan ini.” mungkin demikian yang ada di pikiran Ohana.

Tempat yang Disebut Rumah


Jadi, bagaimana?? Setelah membaca sedikit tentang jalan cerita dan sedikit tentang perjalan hidup Ohana, cewek SMA biasa, dengan liku-liku dan problema yang ada dihadapannya, kamu penasaran tidak dengan apa yang akan terjadi dengan Ohana berikutnya??

Apakah Ohana akan “lari dari kenyataan” dan membawa lari Koichi? Apa mungkin Ohana akan membawa Kochi ke Kissuiso dan menyelesaikan salah paham di antara dirinya dan Minchi??

Rumah. Setiap orang pasti merindukan dan ingin memiliki tempat yang bisa disebut rumah. Tempat di dama dia bisa merasakan kebaikan dan kehangatan yang menyambutnya di saat dia pulang. Tempat di mana dia bisa berteduh dan berkumpul dengan yang terkasih. Tempat di mana dia dapat berkata “Tadaima (Aku pulang)”.

Begitu juga dengan Ohana. Ohana hanya ingin memiliki sebuah rumah. Rumah yang dapat menyambut dirinya.

Dan di saat rumah yang selama ini menyambut dirinya, tiba-tiba menutup diri, dan memaksa Ohana untuk berpindah ke Kissuiso, tentu saja hal ini menimbulkan masalah bagi Ohana. Masalah yang diceritakan di dalam anime ini.

Salah satu keunggulan lain dari anime ini adalah bahwa heroine utama, yaitu Ohana benar-benar sangat manusiawi. Walaupun dia heroine utama, tidak lantas dia menjadi karakter yang super dan sempurna. Dia memiliki banyak kekurangan dan dia banyak mengambil keputusan yang salah. Ohana juga bukan karakter yang sangat tegar. Dia beberapa kali menyerah dan putus asa.

Karakter Ohana inilah yang membuat anime Hanasaku Iroha menjadi sangat realistis dan sangat manusiawi. Dan dari karakter Ohana ini pulalah, para penonton anime bisa belajar dan memahami bagaimana cara menghadapi kerasnya perjalanan hidup seseorang yang kehilangan ayahnya.

Para penonton juga diajak untuk mengikuti perjalanan hidup yang membawa perubahan yang luar biasa pada Ohana. Ohana menjadi lebih dewasa dan lebih kuat setelah dia berhasil mengatasi masalah yang ada di hadapannya.

Jadi, selamat menonton dan selamat terhibur oleh anime slice of life yang unik dan lain daripada yang lain ini.

Penulis : Kinoshita Hideaki


EmoticonEmoticon

Today's Okazu!