Chapter 1 : Aku Jadi Seorang Budak?


Aku membuka mataku dan melihat ruangan yang asing, ruangan gelap yang penuh dengan debu, aku tidak yakin dimana ini, namun yang jelas ini bukan kamarku.

Banyak kotak yang tertumpuk di sini dan ruangan ini terasa gelap dan sesak, mungkin aku berada dalam sebuah gudang?

Namun ruangan ini tidak sepenuhnya gelap, ada sebuah sumber cahaya yang menerangi ruangan ini, tidak terlalu terang, namun cukup untuk menerangi ruangan ini.


Saat aku mulai menyadarinya, ada dua orang yang berdiri di depanku, orang pertama memegang obor yang menerangi ruangan ini, walaupun dalam kegelapan, aku tahu kalau orang itu memiliki badan yang besar dan wajah sangar seperti seorang preman, dan di sebelahnya ada seorang yang pendek dan gendut, pria gendut itu mulai berbicara.

“Selamat datang di dunia ini!, namaku Orbo”

Pria gendut itu memperkenalkan dirinya.

 “Aku yakin kau kebingungan dengan hal yang tiba-tiba ini”

Dia mulai berjalan mendekatiku dan mulai melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki, kemudian dia mulai mengatakan hal yang tidak bisa kumengerti.

“Mulai sekarang kau adalah budak milikku!”

“ … apa maksudmu?”

Aku bertanya dengan nada yang datar, aku tidak yakin harus mengeluarkan ekspresi apa saat ini, namun tiba-tiba disebut sebagai budak sangatlah tidak masuk akal, aku tahu dari raut wajahnya kalau dia tidak bercanda, terlebih ... DIMANA INI!

Dia tidak menjawab pertanyaanku dan mengeluarkan sesuatu dari sebuah kantong yang tergantung di ikat pinggang yang dia pakai, dan tiba-tiba.

-Klak

Benda itu dipasangkan di leherku, saat aku menyadarinya sepertinya sudah terlambat, ini adalah sebuah kalung … lebih tepatnya sebuah ikat leher, ikat leher berwarna hitam.

.

Aku berjalan di sebuah lorong yang gelap bersama dengan dua orang yang baru saja aku temui, dan sepertinya lorong ini adalah lorong menuju jalan keluar.

Setelah beberapa saat berjalan di dalam lorong bercahaya remang-remang ini aku mulai melihat cahaya dari ujung lorong ini.

Di balik lorong ini ada sebuah ruangan dengan sebuah meja yang terlihat seperti sebuah meja kerja dan di depannya adalah sebuah sofa yang terlihat nyaman untuk di duduki.

Ruangan ini entah kenapa mirip seperti ruangan seorang bos dari sebuah perusahaan besar, dan entah kenapa aku tiba-tiba yakin kalau pria bertubuh gemuk ini adalah bos di tempat ini.

“Nah, silahkan duduk di sofa tersebut”

Pria bernama Orbo tersebut dengan nada yang anehnya terdengar sopan mulai menyuruhku untuk duduk.

“Jadi … bisa jelaskan dengan detil apa yang terjadi di sini?”

Aku langsung bertanya sesaat setelah duduk.

“Seperti yang kukatakan, mulai sekarang kau adalah budakku dan dunia tempat kau berada sekarang ini bukanlah dunia tempatmu berasal”

Setelah berhenti sejenak Orbo mulai berbicara lagi.

“Apa kau melihat sesuatu di bawah kakimu di gudang bawah tanah tadi?”

Hmmp, saat itu aku tidak terlalu memperhatikan tempat aku berdiri, namun aku yakin ada sesuatu di sana, ada cahaya yang tidak terlalu terang berada di bawah kakiku saat itu.

“Itu adalah lingkaran sihir, lebih tepatnya lingkaran sihir pemanggilan, aku memanggilmu dari tempat asalmu menggunakan lingkaran sihir itu”

Hmmp, aku yakin kalau aku mendengar sesuatu yang tidak biasa dari mulut paman ini, sihir? Apa dia bercanda? Tapi aku tidak melihat candaan dari raut wajahnya.

“Yah … wajar kalau kau bingung, coba kau perhatikan keluar, ke bawah, ada apa di sana!”

Dengan perasaan yang tidak enak aku mulai berdiri dan melihat ke luar.

Sepertinya ruangan tempat aku berada ini ada di lantai 2 atau 3, aku tidak yakin, namun yang jelas dari tempat ini aku bisa melihat banyak hal yang berada di bawah sana.

Terlihat banyak bangunan yang tidak tersusun terlalu rapi, dan banyak toko di bawah sana, bukan toko yang terbuat dari batu bata atau kayu, melainkan toko yang terlihat seperti tenda, bagiku pemandangan di bawah terlihat seperti bazar.

Banyak orang yang lalu lalang di tengah jalan, namun anehnya diantara orang-orang tersebut banyak orang yang menggunakan baju besi dan membawa pedang.

“Apa yang kau lihat sekarang adalah pasar di tempat ini”

Pasar? … aku bisa melihatnya, benar … ini adalah sebuah pasar.

“Tempat dimana uang paling banyak berkumpul di kota ini!”

Dari nada bicaranya Orbo terlihat senang, aku tidak yakin kenapa, tapi sepertinya bisnis yang dijalankan Orbo berjalan lancar di tempat ini.

“Jadi…?” aku memotong perkataannya.

“Dengarkan ini …”

Dari sini Orbo mulai menjelaskan berbagai macam hal yang sejujurnya tidak mau aku terima, Aku adalah pemuda 17 tahun yang sangat suka dengan light novel dan anime, dan ketika aku tahu kalau dunia ini adalah dunia lain sejujurnya aku sedikit merasa senang.

Normalnya, seseorang yang dipanggil dari dunia lain pasti adalah Pahlawan, dipanggil demi mengalahkan raja iblis dan menjadi penyelamat dunia, aku tahu ini terdengar kekanakan, tapi setidaknya itu adalah yang kupikirkan.

Namun saat ini, saat salah satu mimpiku terwujud, aku malah menjadi seorang budak.

Orbo bilang dia mendapatkan sebuah formasi sihir dari pasar gelap.

Katanya ada satu lingkaran sihir yang fungsinya tidak diketahui.

Orbo mengetahui kalau lingkaran sihir ini adalah lingkaran sihir untuk memanggil sesuatu, namun dia tidak tahu apa yang akan dipanggil oleh lingkaran sihir ini, dia bertaruh dan menggunakan lingkaran sihir tersebut, dan begitulah cara Aku dipanggil ke dunia ini.

Saat melihatku, Orbo mengatakan kalau dia senang karena setidaknya yang muncul bukanlah monster yang menakutkan.

Orbo juga bilang dahulu kala pernah ada cerita dimana orang-orang dari dunia lain dipanggil ke dunia ini dan menjadi pahlawan, sekarang kisah mereka dikenal sebagai cerita [4 Pahlawan Suci], sepertinya orang-orang itu sangat beruntung karena dipanggil ke dunia ini sebagai pahlawan.

Sialan … kenapa aku malah dipanggil menjadi seorang budak.

“Mulai sekarang namamu adalah Clay” Orbo berbicara.

“Hah?”

“Clay … itu adalah namamu yang baru”

“Tunggu dulu paman, aku sudah punya nama, namaku…”

“Clay, namamu sekarang Clay, kau adalah budakku jadi kau harus menuruti semua perintahku, termasuk menerima nama yang aku berikan”

“...”

Sepertinya apapun yang kulakukan aku tidak bisa menolak perintah paman Orbo, dan sepertinya dari sekarang namaku adalah Clay.

Aku mulai menghela nafas, aku tahu hidupku yang sebelumnya tidak terlalu bermakna, namun menjadi seorang budak tidak pernah terlintas sama sekali di pikiranku.

“Ngomong-ngomong Clay, aku ingin tahu dunia tempatmu berasal, ceritakan padaku! Kau menggunakan baju yang lumayan bagus, apa di sana kau seorang bangsawan?”

“Bangsawan? Tentu saja bukan, ini hanya seragam sekolah, seingatku beberapa saat yang lalu aku sedang berjalan pulang dari sekolah dan tiba-tiba Aku berada di sini”

Sambil menghela nafas Aku mulai menjawab pertanyaan Paman Orbo, sejujurnya aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku tidak bisa menerima fakta kalau aku adalah seorang budak, namun aku juga tidak bisa berteriak dan mengancam Paman Orbo.

Ikat leher yang dipakaikan kepadaku merupakan sebuah alat sihir, aku sudah mencoba melepaskan ikat leher ini, namun setiap kali aku mencobanya ikat leher ini menjadi semakin kuat dan menecikku.

Sekarang, aku pikir aku sudah resmi menjadi seorang budak!

Dari sini aku mulai menjelaskan tentang dunia tempatku berasal ke Paman Orbo, aku menjelaskan tentang bagaimana seseorang hidup, fasilitas penunjang hidup, makanan, cara berkomunikasi dan lain-lain, berbeda dari penampilannya yang terlihat bodoh, Paman Orbo sepertinya cukup pintar dan mendengarkan ceritaku dengan penuh antusias.

Aku mulai berbicara banyak hal dengan Paman Orbo dan tiba-tiba dia mulai berbicara.

“Clay … kenapa kau sangat tenang?”

Tenang ?! hmmpp.

“Kau baru saja kupanggil dari dunia lain, normalnya seseorang pasti akan merasakan ketakutan yang luar biasa, ketakutan karena terpisah dari tempat asalmu secara paksa dan tiba-tiba dijadikan seorang budak”

Aku menjawab.

“Apa paman ingin melepaskan ku?”

“Haha, tentu saja tidak … Kau budak yang berasal dari dunia lain, tentu saja aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah”

“Hah~” Aku menghela nafas lagi.

Tenang, kah? Aku juga terkejut saat menyadari kalau aku se-tenang ini, sejujurnya aku kebingungan.

Tentu saja jika seseorang dipanggil dari dunia lain dan dijadikan budak setidaknya dia akan berteriak dan tidak akan menerima keadaannya, mencoba kabur dan berusaha untuk pulang, namun aku tidak begitu.

Aku tidak merasakan ketakutan yang berlebihan, seperti seseorang yang ketakutan karena tidak mengerjakan PR dari guru super galak, atau seperti kehilangan dompet saat berkumpul bersama teman-teman, aku tahu kalau aku dalam masalah tapi hal itu tidak akan membuatku mati.

“Aku juga tidak tahu paman ... mungkin karena saat ini aku belum mengerti dengan dunia ini, hal ini benar-benar terasa tidak nyata”

 “Jadi, sebenarnya apa yang akan kulakukan sebagai seorang budak” sambungku

Paman Orbo mulai meletakan tangan di dagunya, sepertinya ini adalah cara dia untuk berpikir, dan setelah beberapa saat, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam laci meja tempat dia duduk, yang dia keluarkan adalah sebuah lempengan besi berwarna silver yang bentuknya seperti kartu dan sebuah jarum.

“Gunakan jarum itu untuk menusuk salah satu jarimu, dan kemudian oleskan darahmu ke [Papan Status] itu”

Papan status? Apa itu? namun aku tidak memikirkannya, aku melakukannya sesuai perintah Paman Orbo dan [Papan Status] itu mulai bercahaya, setelah beberapa saat, cahaya itu redup dan muncul sesuatu di sana.

Nama : Clay

Umur : 17

Jenis Kelamin : Laki-laki

Skill : Pemahaman Bahasa

Itu adalah yang tertulis di [Papan status] ini, tidak kurang dan tidak lebih.

“Apa yang tertulis di sana?” tanya paman Orbo.

Kemudian aku menyebutkan semua yang tertulis di [Papan status] tersebut, dan tiba-tiba Paman Orbo menyilangkan tangan di dadanya.

“Aneh, sangat aneh” tutur paman Orbo.

“K-kenapa? Apa ada yang aneh paman?”

Setelah itu dia menjelaskan beberapa hal tentang [Papan Status], rupanya papan status itu adalah identitas seseorang, namun berbeda dengan kartu identitas seperti biasa, harusnya [Papan Status] ini berisi informasi yang lebih detil, seperti Job Class, Level, Kekuatan, Kecepatan, Kelincahan dan Akurasi, Magic Point, dan Skill, sama seperti dalam sebuah game RPG.

Normalnya seseorang dari lahir sudah memiliki Job Class, Level, Kekuatan, Kecepatan, Kelincahan dan Akurasi, Magic Point, dan Skill, serta status ini akan berubah berdasarkan pengalaman seseorang, contohnya seorang pendekar yang kuat akan memiliki kekuatan, kecepatan, kelincahan dan akurasi lebih tinggi dari orang yang memiliki Job Class pedagang, petani atau pandai besi.

Paman Orbo bilang kalau Job Class sendiri sebenarnya tidak mengikat, tidak masalah jika seorang ‘petani’ berusaha untuk menjadi seorang ‘pendekar pedang’, jika seorang yang memiliki Job Class ‘petani’ berusaha untuk menjadi seorang ‘pendekar pedang’ suatu saat Job Class di [Papan Status] akan berubah dengan sendirinya, namun kebanyakan orang tidak begitu.

Biasanya Job Class adalah sesuatu yang ditentukan berdasarkan ‘kecocokan’ seseorang terhadap bidang tertentu, dan kebanyakan orang tidak berusaha untuk mengubah Job Class yang dia miliki sejak lahir.

Namun Paman Orbo tidak pernah mendengar ada seseorang yang di dalam [Papan Statusnya] tidak disebutkan Level, Kekuatan, Kecepatan, Kelincahan dan Akurasi, dan Magic Point.

Bahkan [4 Pahlawan Suci] yang juga di panggil dari dunia lain memiliki rincian skill dan lainnya di [Papan Status] milik mereka, yah, walaupun dengan angka yang luar biasa.

Level, Kekuatan, Kecepatan, Kelincahan dan Akurasi, Magic Point, dan Skill diukur berdasarkan angka, semakin besar angkanya maka semakin kuat seseorang, maksimal Level adalah 100 dan [4 Pahlawan Suci] juga Level 100 saat pertama kali mereka datang ke dunia ini, dan status yang lain melebihi angka 5000.

Sepertinya saat mereka datang di dunia ini status mereka sudah langsung berada di posisi maksimal, jika dunia ini adalah dunia RPG maka aku yakin mereka adalah cheater!

Selain [4 Pahlawan Suci] tidak ada lagi orang yang sampai Level 100, namun orang yang paling kuat katanya bisa sampai Level 90, namun dengan sisa status yang lain tidak melebihi angka 3000.

Jadi kasus sepertiku sepertinya tidak pernah terjadi di dunia ini, dan Paman Orbo juga baru kali ini juga mendengar sebuah Skill yang bernama ‘Pemahaman Bahasa’, namun sepertinya itu juga tidak aneh menurutku.

Maksudku, ini adalah dunia lain, jadi tidak mungkin aku tiba-tiba bisa berbicara dengan lancar kepada orang-orang di dunia ini, aku yakin [4 Pahlawan Suci] juga memiliki Skill ini, namun paman Orbo bilang tidak begitu.

Dalam legenda [4 Pahlawan Suci] disebutkan bahwa semua Skill yang dimiliki [4 Pahlawan Suci] adalah skill untuk bertarung, menurut paman Orboo, lingkaran sihir yang digunakan untuk memanggil [4 Pahlawan Suci] lebih kompleks dari yang dia gunakan untuk memanggilku dan kemungkinan besar memiliki fungsi untuk mengerti bahasa di dunia ini, lebih tepatnya bahasa manusia di dunia ini.

“Hah~” paman Orbo menghela nafas, kemudian dia berbicara.

“Hey, Sergei, sepertinya aku memanggil orang yang tidak berguna, masukan dia kedalam [kandang]”

Aku merasakan sebuah firasat buruk.

“T-tunggu paman, apa maksudmu tidak berguna, dan lagi [kandang], apa maksudnya itu?”

“Hey Clay, aku tahu kau adalah orang yang pintar dan enak diajak berbicara, namun yang aku mau adalah orang yang memiliki status seperti [4 Pahlawan Suci]”

Dia ingin memanggil seorang cheater!? Sialan!

Aku yakin cheater di dunia ini pasti bisa mendapatkan banyak hal yang luar biasa, kehormatan, kekuatan, gelar dan lain-lain, selain itu jika orang-orang seperti [4 Pahlawan Suci] dijadikan seorang budak, mereka pasti akan berguna, itu yang mungkin Paman Orbo pikirkan.

“T-tapi, aku memiliki Skill ‘Pemahaman Bahasa’, dari yang aku lihat Paman Orbo melakukan sebuah bisnis kan? Jadi aku bisa membantu untuk berkomunikasi dengan orang dari negara lain”

Dia menjawab dengan wajah yang mulai terlihat masam.

“Apa maksudmu?, oh … aku mengerti, di duniamu sepertinya orang yang berbeda negara memiliki bahasa yang berbeda, namun dunia ini tidak begitu, semua manusia menggunakan bahasa yang sama, selain manusia ada beberapa Ras lain seperti Ras Demi dan Ras Iblis yang berbicara dengan bahasa mereka masing-masing, namun manusia tidak berdagang dengan mereka, sejak perang besar selesai 1000 tahun yang lalu, Manusia, Ras Demi dan Ras Iblis tidak pernah berkomunikasi, dan kami hidup di benua yang berbeda, jadi Skillmu itu tidak berguna”

“Sergei…!” kemudian paman Orbo berteriak.

“Baik” dan seseorang menjawabnya.

Sepertinya paman berwajah sangar yang dari tadi diam di belakangku bernama Sergei, mungkin dia adalah pengawal pribadi Paman Orbo, dia mengikat tanganku dan mulai menggiringku ke sebuah tempat di dasar bangunan ini, tempat yang berada di bagian bawah tanah, tempat yang Paman Orbo sebut sebagai [kandang].

*****

Kota tempatku berada sekarang bernama Dusten, sebuah kota diantara dua negara besar

Di sebelah barat kota ini ada sebuah kerajaan besar bernama Darua, sebuah kerajaan yang makmur dan dikelilingi oleh hutan yang rimbun, dan di sebelah timur ada sebuah kerajaan bernama Lind, jika dibandingkan dengan Darua maka kerajaan ini terhitung lebih kecil, negara ini terkenal dengan rakyat yang ramah dan pemerintah yang sangat mencintai rakyatnya.

Kota Dusten berada diantara dua kerajaan itu.

Dusten adalah sebuah kota netral yang tidak dimiliki oleh negara manapun, kota ini terletak di tengah gurun diantara kerajaan Darua dan kerajaan Lind.

Awalnya Dusten hanyalah sebuah oasis yang biasa disinggahi oleh para pedagang serta petualang, namun semakin lama oasis ini semakin dikenal dan tumbuh menjadi sebuah kota yang lumayan besar.

Di tempat ini tidak ada hukum resmi yang berlaku, namun bukan berarti tidak ada hukum di sini, di tempat ini ada semacam hukum ‘tidak tertulis’.

Jika seseorang melakukan tindakan yang merugikan orang lain maka akan diadili ditempat oleh para petualang yang berada di sekitar sini, karena itu tempat ini tidak memerlukan penjaga atau polisi.

Namun bukan berarti tempat ini adalah tempat yang damai, tempat dimana hukum tertulis tidak berlaku berarti tempat dimana orang bisa melakukan tindakan apapun asalkan tidak merugikan orang lain, dan jika memang seseorang berniat melakukan sesuatu yang merugikan orang lain yang perlu dilakukan hanyalah menyembunyikannya.

Dan salah satu hal yang membuat kota Dusten berbeda dari kota-kota lain adalah karena kota ini melakukan perdagangan budak besar-besaran.

Budak di dunia ini sepertinya adalah hal yang lumrah, namun ada beberapa kerajaan yang melarang perdagangan budak, Darua dan Lind adalah beberapa kerajaan yang tidak memperbolehkan perdagangan budak di kerajaan mereka.

Walaupun begitu yang diatur oleh kerajaan Darua dan Lind adalah hanya tentang ‘perdagangan budak’ saja dan tidak melarang perbudakan itu sendiri.

Untuk lebih sederhananya, di kerajaan Darua dan Lind tidak diperbolehkan menjual atau membeli budak, namun jika membeli atau menjualnya di luar kerajaan maka hal itu menjadi legal, orang-orang boleh membawa budak yang dia beli di luar daerah kerajaan masuk kedalam kerajaan, dan di kerajaan tersebut juga tidak ada hukum yang melindungi budak, jadi sang pemilik budak bebas melakukan apapun kepada budaknya.

Aku penasaran, apakah aku akan dijual kepada seseorang?

Paman Orbo merupakan seorang pedagang yang terkenal di kota ini, dia menjual perlengkapan untuk para petualang, menjual bahan-bahan untuk dijual kembali oleh pedagang di sekitar kota, dan salah satu yang paling menguntungkannya adalah perdagangan budak.

“Hey paman, apa kau tidak punya selimut? Saat malam di sini terasa sangat dingin”

“Haha, tentu saja ada, tapi aku tidak akan memberikannya padamu, seorang budak tidak layak untuk mendapatkan selimut”

Paman yang berbaju besi itu menjawab

“Ya ampun, aku tahu paman adalah orang yang baik, jadi tunjukkan kebaikanmu itu padaku”

“Haha, tentu saja … aku tidak akan melakukannya”

Paman yang berbaju besi itu bernama Schwan, dia merupakan seorang penjaga yang dipekerjakan oleh paman Orbo, dan yang dia jaga adalah salah satu barang dagangan yang paling berharga, yaitu budak.

Saat ini aku berada dalam sebuah tempat berukuran kurang lebih 6 meter persegi, tidak ada apapun di ruangan ini kecuali aku dan sebuah jeruji besi.

Ini adalah [kandang] yang dimaksud paman Orbo, yang kurang  lebih bisa disebut sebagai penjara.

Di penjara ini, aku dikurung sendirian, namun bukan berarti hanya aku saja yang berada di di sini, saat malam aku sering mendengar suara isak tangis dari kanan, kiri dan belakang ruangan ini, itu adalah tangisan para budak yang nasibnya hampir sama sepertiku.

Setidaknya di tempat ini terdapat 20 ruangan [kandang], dan dalam sebuah [kandang] maksimal terdapat 4 orang didalamnya, dari 20 penjara tersebut hanya aku yang sendirian, di sini aku tidak punya teman sekamar!

“Hey paman Schwan, boleh aku bertanya lagi”

“Hah~” paman Schwan menghela nafas, kemudian melanjutkan

“Kau benar-benar berbeda dari budak yang lain, kau terlalu banyak bertanya”

“Hmmp, aku tidak berpikir kalau banyak bertanya itu hal yang buruk”

“Yah, tapi seseorang harus bertanya di tempat dan waktu yang sesuai”

“Tapi aku tidak merasa kalau sekarang bukanlah tempat dan waktu yang tidak sesuai”

Merasa percuma melontarkan pernyataan itu paman Schwan mulai menghela nafas lagi, kemudian berbicara.

“Jadi, apa yang ingin kau tanyakan lagi? Ini sudah lebih dari 20 kali kau bertanya dalam seminggu ini”

Aku sudah dikurung di penjara ini selama lebih dari seminggu, dan aku kaget paman Schawn menghitung pertanyaanku.

Sejujurnya penjara ini tidak terlalu buruk, disini aku bisa mendapatkan makan 2x sehari.

Tapi tentu saja jika aku disuruh memilih antara makanan gratis 2x sehari atau bebas dari dari tempat ini aku akan memilih bebas, tapi aku tidak berpikir kalau tempat ini benar-benar buruk, tempat ini buruk, lebih buruk dari kamarku, namun aku juga bersyukur tidak ditempatkan di tempat yang lebih buruk.

“Hal itu menurutku wajar paman Schwan, yang lain punya teman sekamar sedangkan aku sendirian”

Paman Schwan mulai menghela nafas lagi.

“Jadi apa yang ingin kau tanyakan?”

 “Apakah di dunia ini ada yang namanya Sihir?”

Paman Shcwan membuka mulutnya dengan lebar, kemudian berekspresi seolah “ada apa dengan pertanyaan yang sudah jelas itu?”

“Tentu saja ada, Sihir itu adalah hal yang lumrah di dunia ini, aku heran kenapa kau bertanya pertanyaan yang sudah jelas seperti ini”

“Hmmpt, begitukah? Jadi … apa paman bisa menggunakan sihir? Apa paman bisa terbang? Mengeluarkan api dari telapak tangan? Berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan sekejap mata atau …”

Paman Shcwan memotong pertanyaanku.

“Hoy, kau bertanya terlalu banyak, aku tidak bisa menjawab jika pertanyaannya terlalu banyak”

Kemudian paman Schwan menjelaskannya dengan nada yang sedikit malas, wajahnya berekspresi seolah “rasanya aku seperti berbicara dengan bocah 5 tahun”

Di dunia ini Sihir adalah hal yang lumrah, banyak para penyihir yang lalu lalang di kota ini, sebagai bagian besar dari mereka adalah anggota dari sebuah ‘grup petualang’ aka ‘Party’, seperti dalam sebuah game RPG, ada Job Class yang disebut sebagai ‘Penyihir’.

Mereka menggunakan energi yang disebut ‘mana’ yang ada dalam tubuh mereka untuk melakukan sihir, dan mereka perlu untuk merapalkan beberapa kalimat untuk memanggil sihir tertentu.

Hmmpt, mulai sekarang aku akan menyebut “kalimat untuk memanggil sihir tertentu” dengan sebutan [Kata Kunci Sihir], yah, [Kata Kunci Sihir] terdengar lumayan keren!

Walaupun sihir di dunia ini lumrah, sepertinya tidak ada orang yang bisa melakukan sihir seperti terbang atau teleport.

Sihir terbagi menjadi beberapa bagian yaitu sihir api, sihir air, sihir tanah, sihir angin, sihir putih, dan sihir hitam, 6 jenis sihir itu dikelompokkan menjadi 2 jenis sihir, yaitu sihir elemen, dan sihir non elemen, sihir elemen terdiri dari sihir api, air, tanah dan angin sedangkan sihir non elemen terdiri dari sihir putih dan hitam.

Sihir elemen seperti namanya, adalah sihir yang yang berhubungan dengan elemen, dengan menggunakan sihir jenis ini seseorang dengan mudah bisa membuat dan memanipulasi elemen yang tercipta di sekitarnya.

Menurutku sihir putih dan hitam lebih menarik dibandingkan sihir elemen, sihir putih adalah sihir yang jenisnya untuk memulihkan seseorang, penyihir yang bisa melakukan sihir putih bisa melakukan beberapa skill seperti penyembuhan luka, menghilangkan racun, bisa melakukan sihir untuk menstabilkan kondisi tertentu, bahkan membatalkan kutukan dll, sedangkan sihir hitam lebih luas, namun dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu sihir hitam pemanggilan dan sihir hitam kutukan..

Rupanya aku dipanggil ke dunia ini menggunakan sihir hitam pemanggilan.

Dan paman Schwan rupanya tidak bisa menggunakan sihir.

“Bagiamana? Apa kau puas?” paman Schwan bertanya padaku.

Sambil tersenyum aku menjawab.

“Yah, puas” dan kemudian aku bertanya lagi

“Jadi, apa paman mau memberiku selimut?”

“Hah~, kembali lagi ke awal kah?” paman Schwan mulai bermuka masam

“Ngomong-ngomong, kenapa kau bertanya pertanyaan aneh seperti itu?” paman Schwan bertanya

“Kenapa? Seaneh itukah pertanyaanku?”

“Sudah kukatakan jangan panggil aku paman” sambil menghela nafas

“Sepertinya paman suka sekali menghela nafas? Aku baru kali ini melihat seseorang yang hobi menghela nafas”

“Itu bukan hobi, aku hanya lelah meladenimu, kau bertanya banyak hal seperti seorang bocah yang tersesat, bahkan kau tidak tahu sihir dan hal-hal umum lainnya, apa kau berasal dari keluarga bangsawan? Tapi aku tidak yakin ada bangsawan yang tidak tahu hal ini”

“Hmmp, hey paman Shcwan … jika aku menjawab pertanyaan itu, apa aku akan mendapatkan selimut?”

“Ya ampun … baiklah, kau benar-benar suka terhadap selimut ya kan? Clay”

“Haha, begitulah … apa paman pernah mendengar sebuah legenda yang disebut sebagai [4 Pahlawan Suci]? Legenda mengatakan kalau mereka berempat adalah orang dari dunia lain!”

“Jadi apa? Apa kau ingin bilang kalau kau berasal dari dunia lain?”

“Yapz, betul sekali, paman Shcwan”

“Haha, jangan bercanda … jika kau memang datang dari dunia tempat [4 Pahlawan Suci] berasal, kau tidak akan berakhir di dalam [kandang] budak ini, kau tahu itu kan?”

“Yah, aku juga berpikir begitu, kenapa aku bisa berada di dalam penjara ini, padahal kupikir aku akan menjadi pahlawan, bertarung dengan raja iblis dan menyelamatkan dunia”

“Haha, kau benar-benar hobi bercanda, sekarang adalah zaman yang damai, perang terjadi lebih dari 1000 tahun yang lalu dan sekarang umat manusia tidak membutuhkan pahlawan”

Dan kami-pun mulai berbincang tentang banyak hal.

Ngomong-ngomong, saat ini aku tidak memiliki apapun kecuali sepasang pakaian yang menempel di tubuhku dan sebuah [Papan Status] yang diberikan paman Orbo.

Saat aku datang ke dunia ini aku membawa sebuah tas yang isinya terdapat barang-barang keperluan sekolah, namun saat aku di jebloskan ke penjara ini, semua barangku diambil, dompetku diambil dan yang tersisa hanyalah sepasang pakaian ini, aku tahu kalau mata uang dari duniaku yang dulu tidak akan berharga di sini, tapi setidaknya aku ingin menyimpannya sebagai bukti kalau aku memang berasal dari dunia lain.

Aku ingin tetap memiliki [hubungan] dengan dunia tempatku datang.

.

Entah apa yang sedang dilakukan kedua orang tuaku sekarang saat anak satu-satunya tiba-tiba menghilang, apa yang akan mereka lakukan jika tahu kalau anak mereka sekarang sedang tidur telentang di tengah penjara yang gelap selama lebih dari seminggu?

Jika aku punya anak dan anakku diperlakukan seperti ini aku yakin aku akan mengamuk, tapi untuk sekarang aku tidak akan memikirkan hal itu, untuk sekarang aku harus berpikir apa yang akan kulakukan dari sekarang.

Tentu saja aku tidak ingin jadi budak, aku tidak ingin hidup untuk melayani orang lain namun aku juga tidak punya cara untuk melepaskan ikat leher yang sudah beberapa kali berusaha mencekikku ini.

Dan saat aku memikirkan banyak hal, matahari mulai terbit, hariku yang ke 9 di dalam penjara ini sudah dimulai.

.

“Yo, paman Schwan, selamat pagi!”

“Sudah kukatakan jangan panggil aku paman, panggil saja Schwan, kenapa kau tetap memanggilku paman?” paman Schwan menjawab dengan nada yang agak keras

“Haha, kau tahu paman Schwan, setiap orang itu memiliki semboyan hidup masing-masing, dan aku juga memiliki itu”

“Jadi apa? Kau mau bilang memanggilku paman itu adalah semboyan hidupmu?”

“Tentu saja bukan … aku memanggil semua orang yang lebih tua dariku dengan panggilan paman, jika dia perempuan aku akan memanggilnya bibi”

“Hah~, kau benar-benar orang yang aneh”

Paman Schwan mulai menghela nafas lagi, kemudian dia berbicara lagi padaku

“Oiah, ngomong-ngomong aku punya kabar baik untukmu, Clay”

“Kabar baik? Apa paman Schwan ingin menambah selimut untukku?”

“Ya ampun, orang ini … tentu saja bukan, aku dengar ada orang yang ingin membelimu”

“Membeliku?”

“Yah, membelimu”

“Oiah, aku adalah seorang budak, setelah seminggu berada di sini aku mulai berpikir kalau aku bukan budak, tapi seorang kriminal”

Tentu saja itu hanya bercanda, selama 9 hari ini, aku sadar kalau aku adalah budak dan sama sekali tidak berpikir kalau aku adalah seorang kriminal, aku mengucapkan kalimat itu hanya karena kaget, aku tidak menyangka ada orang yang ingin membeliku secepat ini, aku tidak tahu yang dipikirkan paman Orbo, tapi aku pikir dia hanya bergerak berdasarkan perhitungan untung rugi, mungkin dia pikir daripada aku hanya menjadi tahanan yang diberi makan 2x sehari lebih baik dia menjualku.

“Kau benar-benar orang yang aneh, ini pertama kalinya aku bertemu dengan seorang budak sepertimu”

Aku tidak menghiraukan pertanyaan paman Schan dan kembali bertanya.

“Hmmpt, jadi kenapa kau bilang ini kabar baik paman Schwan? Bukankah kau sendiri yang bilang kalau budak di dunia ini diperlakukan seenaknya?”

Kemarin aku juga sempat berbicara dengan paman Schwan tentang posisi budak di dunia ini, sesuai dugaanku budak adalah orang dengan kasta sosial terendah, para budak tetap dianggap sebagai manusia, namun diperlakukan sebagai barang, bisa dijual, dibeli, atau dipakai hanya untuk bersenang-senang, dan kebanyakan dari mereka diperlakukan dengan kejam oleh pemiliknya, jika aku dibeli oleh seseorang, itu artinya aku akan menjadi mainan oleh orang tersebut, apa hal baik yang akan terjadi padaku jika aku diperlakukan seperti mainan?

“Dengarkan aku, orang yang membelimu adalah pak tua yang terkenal ramah di kota ini, jadi aku pikir ini kabar baik karena kau tidak akan bernasib terlalu buruk”

“Hmmp, pak tua yang ramah? Apa orang seperti itu berada di kota ini?” aku bertanya sambil meletakan tangan di daguku.

“Tentu saja ada, yah walaupun kurasa dia adalah satu-satunya orang ramah di-kota ini”

“Hoho~, aku tahu orang ramah selain pak tua itu di kota ini?”

“Ha?”

Paman Schwan membuka mulutnya dengan lebar dan berekspresi seperti seolah mengucapkan kata “serius?”

“Yah, aku pikir paman Schwan juga ramah”

“Hah~” dia menghela nafas dengan sedikit kecewa

“Kau mulai menghela nafas lagi paman Schwan”

“Terserah, aku sudah jengkel berbicara denganmu”

Setelah itu beberapa percakapan kecil terjadi diantara kami, paman Schwan bilang kalau orang yang akan membeliku bernama Ars, seorang kakek yang sudah melewati umur 70 tahun, kakek itu menetap di kota Dusten dari puluhan tahun yang lalu dan menjalani hidup sebagai seorang penjual buku dan beberapa formasi sihir.

Barang utama yang dia jual adalah buku, namun barang yang paling laris tentu saja adalah formasi sihir

Formasi sihir yang dijual oleh kakek bernama Ars ini biasanya formasi sihir yang berguna untuk para petualang, seperti sebuah formasi ‘sihir pemanggil’ untuk memanggil roh cahaya yang berfungsi sebagai obor, normalnya formasi sihir ini dipakai saat para petualang menjelajahi dungeon atau yang lebih kukenal sebagai labirin bawah tanah, di dalam dungeon mereka harus siap untuk bertarung dengan monster kapan saja, jadi jika membawa obor maka otomatis salah satu tangan mereka tidak akan bisa dipakai untuk bertarung.

Ada juga beberapa formasi sihir lain seperti formasi sihir untuk mengatur suhu ruangan, formasi sihir untuk menandai tempat, dan formasi sihir untuk mengusir monster-monster kecil.

Sepertinya toko kakek Ars sangat terkenal di-kalangan para petualang, banyak rumor yang beredar tentang kakek Ars ini, seperti rumor bahwa sebenarnya dia sedang melakukan penelitian di kota Dusten ini, atau rumor bahwa dulunya dia adalah seorang penyihir kerajaan, namun semua rumor itu tidak dianggap serius, hanya sebagai bahan candaan para petualang.

“Jadi paman Schwan, kapan dia akan mengambilku?”

“Hmmp, aku mendengar kemarin dia sudah berbicara dengan tuan Orbo, jadi ku-pikir pasti besok atau lusa”

“Jadi menurut paman apa yang akan terjadi padaku saat aku sudah menjadi budak dari kakek Ars ini?”

Dia meletakan tangan di dagunya.

“Dulu dia pernah meminta tuan Orbo untuk mencarikan budak yang bisa membaca, menulis dan berhitung untuk membantu di tokonya, jadi aku pikir kau akan membantu kakek Ars di tokonya”

“Begitukah? Aku pikir ini sedikit janggal, jika memang dia hanya ingin seseorang untuk membantunya kenapa tidak mempekerjakan seseorang saja?”

“Ohh, hal itu karena tidak banyak orang yang bisa membaca, menulis dan berhitung di kota ini, kebanyakan orang yang bisa membaca, menulis dan berhitung adalah para bangsawan, jadi budak sepertimu aku pikir sedikit langka”

“Begitukah? Jadi apa paman pikir aku ini harganya mahal?”

“Tentu saja … tidak”

 “Ehh, bukannya paman bilang sendiri kalau budak yang bisa membaca, menulis dan berhitung itu langka?”

“Yah, aku memang bilang begitu, tapi di dunia ini tidak banyak orang yang menginginkan budak yang bisa membaca, menulis dan berhitung, kebanyakan budak hanya dijadikan sebagai alat untuk bekerja menggunakan otot dan alat untuk bersenang-senang, jadi tidak diperlukan budak yang sepertimu, apalagi orang yang cerewet dan banyak tanya sepertimu”

“Hah~” kali ini aku yang menghela nafas.

Paman Schwan bilang kalau hargaku tidak lebih mahal dari 100 koin emas, sepertinya mata uang di dunia ini adalah koin emas dan perak, 100 koin perak setara dengan 1 koin emas.

Harga pasaran seorang budak adalah 300 koin emas, jika budak yang memiliki tubuh dan otot yang kuat bisa dihargai sampai 400 koin emas, sedangkan seorang budak perempuan memiliki wajah yang cantik, badan proporsional dan beberapa kelebihan lain harganya bisa sampai 500 koin emas, paman Schawn juga pernah bilang kalau ada seorang budak perempuan yang dibeli dengan harga 1000 koin emas.

Sedangkan aku sendiri dihargai tidak lebih dari 100 koin emas, ya ampun paman Orbo, apa kau tidak mengerti apa yang kau jual? Aku yang pintar ini hanya dihargai 100 koin emas?

“Oiah, aku pikir kau dijual dengan harga yang murah karena kakek Ars adalah kenalan lama tuan Orbo, dulu aku juga pernah mendengar rumor kalau tuan Orbo punya hutang budi pada kakek Ars”

“Begitukah, tapi murah tetaplah murah, aku pikir hargaku seharusnya 500 koin emas”

Sambil meminum sesuatu, paman Schwan mulai menjawab pernyataanku.

“Haha, jangan bercanda, budak yang dihargai 500 koin emas itu pasti perempuan, harusnya kau bersyukur hargamu bisa sampai 100 koin emas”

Dan kemudian kami mulai berbicara lagi, selama 9 hari ini satu-satunya teman mengobrol yang aku miliki adalah paman Schwan, dia selalu menjawab pertanyaanku walaupun dia terlihat tidak suka dengan hal yang merepotkan.

Hari ini aku berbicara banyak hal dengan paman Schwan sampai akhirnya matahari tenggelam.

Sepertinya besok aku akan benar-benar menjadi seorang budak.

*****
Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya | Index Cerita

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016