Chapter 4 : Rahasia Dunia

Di dalam “Toko Buku Ars” ada kurang lebih 200 buku yang dijual.

Buku tersebut terdiri dari berbagai macam jenis namun yang paling menarik perhatianku adalah buku-buku tentang sihir, sejak pertama kali datang ke toko ini ada sebuah kebiasaan yang setiap hari Aku lakukan, yaitu membaca beberapa buku sebelum mulai menerjemahkan.

Awalnya Aku bertanya.

“Apa tidak apa-apa Aku membaca buku ini?” 

“Tidak apa-apa, lagipula di kota ini tidak ada orang yang membeli buku-buku tersebut, terakhir kali ada orang yang membeli buku sudah lebih dari tahun yang lalu”

Benarkah? 

Kemudian kakek Ars berkata.

“Di dunia ini buku adalah barang yang mahal”

Di dunia ini tidak ada hal yang disebut percetakan, belum ada teknologi yang bisa digunakan untuk mencetak buku secara massal, karena itu semua buku yang ada di dunia ini ditulis tangan dan jumlah tiap bukunya terbatas, itu alasan kenapa buku di dunia ini tidak terlalu diminati.

Dan pagi ini Aku juga melakukan kebiasaan yang setiap hari Aku lakukan.

Saat ini Aku sedang membaca buku tentang dasar-dasar sihir, Aku tahu beberapa jenis sihir saat berbicara dengan paman Schwan, dan buku ini menjelaskan hal itu dengan lebih rinci, selain itu di buku ini juga tertera beberapa [Kata Kunci Sihir] level pemula, seperti bola air, bola api, dan bola tanah.

Aku pikir nama ketiga sihir itu terdengar kurang keren, jadi Aku menyebut 3 sihir itu menggunakan bahasa inggris, water ball, fire ball, dan stone ball, yah … ini lebih keren, mulai sekarang Aku akan menyebut sihir dengan bahasa inggris.

Namun sayangnya Aku tidak bisa menggunakan ketiga sihir untuk pemula itu.

“Hah~” Aku mulai menghela nafas

Saat pertama kali mengetahui kalau di dunia ini terdapat sihir, tentu saja Aku ingin bisa menggunakannya, ibarat seorang anak yang masuk ke dalam ruangan penuh permen gratis, aku tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mempelajari sihir, namun sayanganya aku tidak bisa memakan semua permen gratis itu.

Orang yang bisa menggunakan sihir hanya orang yang memiliki Job Class ‘Penyihir’.

Berbeda seperti ‘Ksatria’ atau ‘Pendekar Pedang’ yang bisa dipelajari oleh semua orang, sihir hanya terbatas pada para ‘Penyihir’.

Dijelaskan orang yang yang memiliki Job Class ‘Penyihir’ memiliki jumlah ‘mana’ yang lebih banyak dari orang biasa, itulah alasan kenapa orang dengan Job Class lain tidak bisa menjadi penyihir.

‘Mana’ adalah energi dalam tubuh manusia yang bisa diubah menjadi sihir, jika seseorang kehabisan ‘mana’ maka dia akan mati, namun beruntungnya tidak pernah ada ‘penyihir’ yang mati karena kehabisan ‘mana’, hal ini disebabkan karena sebelum mana habis, tubuh akan berhenti beroperasi dan tidak sadarkan diri.

Mungkin seperti pingsan karena kehabisan energi?

Tiap orang memiliki kecocokan masing-masing dalam menggunakan sihir, kecocokan dalam sihir terbagi dua, yaitu kecocokan untuk menggunakan ‘sihir hitam’ atau menggunakan ‘sihir putih’, adapun ‘sihir elemen’ bisa digunakan oleh hampir semua penyihir.

Aku yang kecewa karena tidak bisa menggunakan sihir sempat mencoba untuk mengeluarkan sihir.

Aku ingin bisa melakukan hal keren di dunia ini, Aku mencoba merapalkan [Kata Kunci Sihir] dan mencoba mengeluarkan water ball, namun sekeras apapun Aku mencoba tidak ada air yang keluar dari tanganku.

Saat Aku sedang fokus membaca buku sambil berdiri di depan salah satu rak, seseorang berbicara padaku.

“Oh Clay, selamat pagi”

“Oh kakek Ars, selamat pagi”

Itu adalah kakek Ars.

“Jadi bagaimana, apa kau bisa menggunakan sihir?” tanya kakek Ars dengan nada yang menyindir.

“Tidak” Aku membalasnya dengan pendek dan menghela nafas.

“Ngomong-ngomong apa kau akan memulai menerjemahkan buku [Rahasia Dunia] hari ini?” 

“Oh, iya, tentu saja, Aku akan memulainya sebentar lagi” jawabku atas pertanyaan kakek Ars, kemudian Aku berbicara lagi.

“Untuk buku [Rahasia Dunia] sebelum menerjemahkannya Aku ingin memberitahukan isinya dulu untuk kakek, apa tidak masalah?”

Aku mendapatkan ide ini tadi malam, buku [Rahasia Dunia] ini dua kali lebih tebal dari dua buku yang sebelumnya Aku terjemahkan, dan mungkin membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikannya, karena kakek Ars ingin sekali tahu tentang isi buku ini, Aku pikir tidak masalah memberitahukan dulu isinya, kemudian setelah selesai baru Aku tulis ulang menggunakan [Bahasa Manusia].

“Be-benarkah?” kakek Ars bertanya dengan wajah yang terlihat senang.

“Yah, kita akan membacanya bersama-sama”

Setelah itu Aku bergegas menuju kamar yang dipinjamkan kakek Ars padaku dan membawa buku [Rahasia Dunia] ke ruang tunggu, di rumah ini ruangan yang bisa dipakai untuk membaca dan bersantai cuman di ruang tunggu dan di kamar.

Kakek Ars sudah duduk di ruang tunggu dengan wajah yang terlihat gugup, Aku penasaran apakah buku ini begitu penting untuk kakek Ars? 

Selama dua minggu ini Aku berusaha untuk tidak menyentuh buku [Rahasia Dunia], kadang Aku ingin mengintip isi buku ini, namun setiap kali Aku berniat membuka buku ini Aku merasa ragu untuk melakukannya.

Saat Aku berusaha mengintipnya Aku selalu berpikir “makanan yang enak harus dimakan terakhir”.

Aku duduk di samping Kakek Ars dan membuka halaman pertama buku ini, untuk halaman pertama tulisannya tidak terlalu banyak, halaman pertama ini berisi 3 paragraf dan hanya mengisi setengah halaman saja.

Di paragraf pertama buku ini tertulis…

[Buku ini kutinggalkan khusus untuk orang yang mau menanggung beban berat, [Rahasia Dunia] hanya bisa diperoleh oleh orang yang mau menanggung beban itu]

Aku membacanya dengan keras.

Aku dan kakek Ars mulai bertukar pandangan setelah membaca paragraf pertama, daripada pembukaan paragraf ini lebih tepat kalau disebut sebagai pesan, sebuah peringatan, jangan katakan padaku kalau seluruh isi buku ini adalah pesan? Serius, orang macam apa yang mau menulis pesan sepanjang ini?

Namun … Aku belum membaca semuanya, jadi Aku tidak bisa langsung membuat kesimpulan.

Paragraf pertama dari buku ini terdengar mencurigakan, apa yang dia maksud dengan [beban berat]? 

Untuk sekarang Aku akan bertanya pada kakek Ars.

“Anu, emm, kakek Ars, paragraf pertama ini bagiku terlihat seperti sebuah peringatan, bagaimana menurut kakek”

Kalimat ini terlihat seperti kalimat peringatan, seolah berkata “Jika kau mengetahui [Rahasia Dunia] akan ada tanggung jawab yang harus dilakukan”, tentu saja hal itu sangat rasional, seperti sebuah quote dalam film “Kekuatan besar juga mendatangkan tanggung jawab besar”.

Kakek Ars kemudian berkata.

“Iya, tolong”

Kakek Ars berkata dengan wajah yang agak gugup dan kelihatan bingung, wajahnya seperti seorang ayah yang memaksa anaknya untuk mengikuti kursus yang anaknya benci, wajah yang tercampur di dalamnya perasaan bersalah dan egoisme.

Yah, Aku tidak bisa mengatakan kalau kakek Ars itu egois.

Dia melepaskanku dari status budak dan Aku harus membalas budi pada kakek Ars dengan cara ini.

Baiklah … Aku lanjutkan.

[Namaku Yoru, seorang pria dari Ras Peri, Aku meninggalkan buku ini agar seseorang bisa menyelesaikan tugas yang belum tuntas kulaksanakan, ini beban yang berat, dan sejujurnya Aku tidak mau mewariskan ini pada siapa pun, namun Aku tidak bisa menuntaskan tugas ini dan membutuhkan seorang penerus, Aku merasa bersalah, dan demi mengurangi rasa bersalahku Aku menyiapkan hadiah untuk orang yang mau menanggung beban ini]

Setelah Aku membaca paragraf kedua, Aku sekali lagi bertukar pandangan dengan kakek Ars, wajahnya terlihat sangat pucat dan keringat mulai turun dari dahinya.

Selain itu Ras Peri … di dunia ini rupanya ada Ras seperti itu, yang Aku tahu di dunia ini hanya ada 3 Ras, Ras Manusia, Demi dan Iblis, apa di dunia ini ada Elf? Apa Ras peri di dunia ini adalah para Elf, jika benar Aku ingin bertemu dengan mereka, setidaknya Aku ingin melihat seorang gadis Elf.

Ohh, gawat, pikiranku mulai terbang kemana-mana, untuk sekarang Aku akan bertanya pada kakek Ars.

“Anu, kakek Ars?” 

Aku bertanya pada kakek Ars yang masih terlihat kebingungan, kemudian setelah beberapa saat dia bicara.

“Bisa kau lanjutkan paragraf ke tiga?” 

Kakek Ars berbicara dengan nada yang datar, ini pertama kalinya Aku melihat kakek Ars berwajah seperti itu, dia seperti sedang memikirkan sesuatu, memproses sesuatu.

Tapi yah, Aku berhutang budi pada kakek Ars, jadi Aku akan melanjutkannya walaupun Aku memiliki perasaan buruk sekaligus perasaan senang tentang ini.

“Baiklah…”

Kemudian Aku membaca paragraf ketiga.

[[Rahasia Dunia] adalah hal yang seharusnya tidak diketahui oleh seseorang, apa kau bersedia menanggung beban ini? [Rahasia Dunia] tidak bisa dimasukan kedalam buku yang kecil ini, dan jika kau membuka halaman selanjutnya kau tidak bisa kembali ke kehidupanmu yang normal]

Setelah membaca paragraf ketiga sekali lagi Aku melihat ke arah kakek Ars, wajahnya masih terlihat bingung seperti sedang memproses sesuatu, untuk kali ini Aku tidak ingin bertanya pada kakek Ars, orang yang sedikit-sedikit bertanya itu menyebalkan, Aku tahu itu, jadi untuk sekarang Aku akan membuka halaman selanjutnya.

Dan ketika Aku mencoba membalik halaman kedua.

‘T-tunggu Clay”

Kakek Ars berteriak, kemudian berbicara.

“A-apa kau tidak mau bertanya apa yang sedang kuteliti dan untuk apa tujuan Aku melakukan penelitian ini?”

Hmm, jika dipikir-pikir Aku tidak tahu apa tujuan dari penelitian kakek Ars.

Aku tidak pernah bertanya, yang lebih penting apa ini benar-benar penelitian? Yang Aku lakukan hanya menerjemahkan buku, apa itu sudah termasuk kategori meneliti?

Selain itu tujuan dari penelitian kakek Ars? … Aku juga tidak pernah memikirkannya.

“Emm, Aku tidak pernah memikirkannya”

“Be-begitukah” 

 “Yang Aku lakukan hanya berusaha membalas kebaikan kakek”

“…” 

Apa yang harus kulakukan? wajah kakek Ars terlihat kebingungan, wajahnya agak susah kubaca, tidak … Aku tahu ekspresi itu, wajah itu seperti … sedang berpikir untuk memutuskan sesuatu … terlihat seperti orang yang kebingungan.

Tunggu dulu, kakek Ars mengatakan sesuatu tentang alasan kenapa Aku tidak bertanya? Normalnya seseorang tidak akan berkata begitu kan? Rasanya seperti seseorang yang ketakutan karena … menyimpan rahasia.

Begitukah, Aku mengerti sekarang, ada rahasia yang selama ini yang kakek Ars pendam, dan ini berkaitan dengan tujuan penelitian kakek Ars, jadi...

“Anu, Kakek Ars, apa ada yang ingin kakek sampaikan?”

Dan dengan ekspresi yang agak kompleks antara bingung, senang dan takut kakek Ars mulai berbicara.

“Begini Clay, sebenarnya…”

Kakek Ars bercerita tentang kisah seorang penyihir hebat dari kerajaan Darua, cerita ini adalah tentang seorang pria bernama Ars Redhorn, ini adalah cerita masa muda kakek Ars.

Cerita ini berlangsung 49 tahun yang lalu saat kakek Ars masih berumur kira-kira 21 tahun, saat itu dia masih muda dan selalu tersenyum pada semua orang, namun hal yang paling mencolok dari dirinya adalah karena dia adalah seorang penyihir yang jenius.

Saat berumur 5 tahun kakek Ars sudah bisa menggunakan sihir level pemula dan saat berumur 10 tahun dia sudah menjadi penyihir kelas A.

Ngomong-ngomong, seluruh Job Class memiliki 6 tingkatan, yaitu tingkat A, tingkat B, tingkat C, tingkat D, tingkat E dan tingkat F, dan Job Class penyihir juga tidak terkecuali.

Penyihir kelas A adalah penyihir yang dianggap memiliki kemampuan tinggi dan penyihir kelas F biasanya adalah penyihir pemula.

Kerajaan Darua yang saat itu mendengar kabar tentang sang penyihir jenius mengundang kakek Ars untuk bergabung menjadi salah satu penyihir kerajaan.

Penyihir kerajaan sederhananya adalah seorang penyihir yang diakui oleh kerajaan, banyak hal yang bisa didapatkan penyihir jika diakui sebagai penyihir kerajaan seperti tunjangan hidup dan fasilitas lain sama seperti yang diberikan kerajaan pada para bangsawan.

Namun penyihir kerajaan juga memiliki tanggung jawab.

Sebagai penyihir yang diakui, dia harus bersumpah untuk melayani negerinya, para penyihir kerajaan biasanya melakukan penelitian terhadap sesuatu yang bisa berdampak baik di negeri tempat dia mengabdi, seperti meneliti cara agar membuat hasil panen lebih melimpah, melatih para penyihir muda yang memiliki potensi, melindungi kerajaan dari serangan monster dan lainnya.

Dan saat kakek Ars berumur 15 tahun dia resmi menjadi seorang penyihir kerajaan.

Kakek Ars saat itu sangat dihormati karena kejeniusannya dan disukai karena keramahannya, bahkan para bangsawan yang biasanya bersikap dingin pada rakyat biasa, segan terhadap kakek Ars yang jenius.

Mulai dari sini kakek Ars menjalani hidupnya sebagai penyihir kerajaan, semuanya berjalan dengan sangat mulus.

Kakek Ars berhasil menemukan sihir yang bisa mempengaruhi benih agar menjadi tanaman yang bisa menghasilkan banyak buah, selain itu kakek Ars juga dikenal karena bisa dengan mudah mengalahkan monster yang sangat kuat, kakek Ars menjalani hidup dengan bahagia dan di umur 20 tahun dia menikah dengan seorang gadis yang dari dulu ia sukai, setahun kemudian mereka dikaruniai seorang anak, saat itu adalah momen yang paling bahagia dalam kehidupan kakek Ars.

Saat bercerita tentang hal ini kakek Ars mulai mengeluarkan air mata, Aku penasaran apa yang terjadi setelah itu, maksudku, apa yang terjadi? kakek Ars terkenal karena dia sudah puluhan tahun tinggal di kota Dusten ini!

Saat pikiranku mulai memikirkan banyak hal, kakek Ars melanjutkan ceritanya.

Saat anaknya menginjak umur satu tahun kerajaan Darua mulai mengalami kekeringan, saat itu banyak petani yang merugi karena gagal panen dan orang-orang mulai terkena wabah penyakit

Dan salah satu orang yang sakit saat itu adalah istri dari kakek Ars.

Namun berbeda dari penyakit yang dialami oleh kebanyakan rakyat di kerajaan Darua, penyakit istri kakek Ars lebih berbahaya, penyakit itu bernama [Arang Api], penyakit yang membuat tubuh si penderita terlihat terbakar seperti sebuah arang yang menyala di bagian dalam kulitnya, penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang jarang ditemukan, penyebab dari penyakit itu tidak diketahui dan obatnya juga tidak diketahui, dalam catatan kerajaan Darua, penyakit ini hanya pernah terjadi 2 kali dan semua korbannya tidak ada yang selamat.

Ini adalah cobaan hidup yang pertama kali dialami kakek Ars.

Tentu saja saat itu kakek Ars yang merupakan penyihir jenius berusaha dengan keras untuk mencari obat dari penyakit [Arang Api], siang malam dia lalui dengan melakukan penelitian, namun sekeras apapun kakek Ars berusaha dia tidak juga menemukan obat penyakit [Arang Api].

Kakek Ars yang sangat mencintai istrinya mulai merasa gelisah dengan penelitian yang tidak kunjung membuahkan hasil dan mulai menghabiskan hari-harinya untuk merawat istrinya .

Sampai pada suatu hari ribuan monster mulai menyerang kerajaan Darua.

Hal yang menggambarkan kondisi kerajaan Darua saat itu seperti ‘sudah jatuh tertimpa tangga’, saat sedang mengalami masa krisis para monster mulai menyerang desa-desa di bagian luar kerajaan, jika hanya beberapa monster saja sebenarnya bukanlah masalah namun jika ribuan? Hal ini bisa disebut sebagai musibah.

Kerajaan Darua meminta kakek Ars untuk membantu memusnahkan para monster yang menyerang. 

Kerajaan Darua percaya bahwa penyihir sekelas kakek Ars mampu mengalahkan ratusan monster dalam sekali serang, tentu saja ini merupakan penilaian yang dilebih-lebihkan, namun kenyataannya, kakek Ars memang lebih kuat dibandingkan 100 pendekar pedang biasa.

Namun kakek Ars menolaknya, kakek Ars menolak perintah kerajaan dengan alasan ingin merawat istrinya, untuk memusnahkan ribuan monster dibutuhkan waktu beberapa bulan, bahkan bisa sampai setahun dan kakek Ars tidak ingin berpisah dengan istrinya yang sedang sakit, anaknya memang bisa dititipkan kepada orang lain, namun dia ingin terus menemani istri yang dia cintai di masa-masa yang sulit ini.

Sang Raja yang saat itu berkuasa murka karena keputusan kakek Ars, namun dia juga berpikir yang menjadi prioritas utama sekarang adalah memusnahkan ribuan monster yang menyerang kerajaan Darua.

Sang Raja kemudian memilih keputusan yang sangat sulit.

Dia mengalihkan semua biaya yang harusnya dipakai untuk merawat rakyat yang sakit untuk menyewa para petualang untuk membantu mempertahankan kerajaan dari monster yang menyerang.

Dan dengan keputusan itu masalah yang terkait dengan para monster bisa diatasi.

Namun masalah masih belum selesai, kerajaan Darua yang saat itu mulai kehabisan uang masih harus merawat ribuan rakyatnya yang terkena wabah penyakit.

Marah dengan keadaan yang menghimpit kerajaan Darua, sang raja melampiaskannya kepada kakek Ars.

Kakek Ars dipanggil untuk menghadap sang Raja.

“Aku benar-benar menyesali tindakanku saat itu, seandainya saat itu Aku menerima perintah kerajaan”

Saat menceritakan bagian ini kakek Ars mulai meneteskan air mata

Tentu saja Aku merasa kalau tindakan Raja yang menyalahkan kakek Ars itu berlebihan, namun Aku tidak bisa berkata apa-apa, Aku tidak bisa berbicara.

Saat Aku berusaha membuka mulutku terasa ada sesuatu yang merekatkan bibirku, Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan.

Kemudian saat Aku masih mencari kata yang tepat untuk diucapkan pada kakek Ars dia mulai melanjutkan ceritanya.

Sang Raja mengatakan kalau tindakannya yang menentang perintah kerajaan adalah sebuah kesalahan besar, dan pantas untuk dijatuhi hukuman mati.

Saat mendengar perkataan itu kakek Ars muda mulai menelan ludah, bukan karena takut untuk dihukum mati, melainkan takut apa yang akan terjadi setelah dia dihukum mati, siapa yang akan mengurus istriku, itulah yang dia pikirkan.

Namun sang Raja kemudian mengubah pandangannya, walaupun kakek Ars melakukan kesalahan, dia juga merupakan orang yang berjasa di negeri ini, banyak orang yang tidak akan setuju dengan keputusannya ini jadi dia berencana untuk mengusir kakek Ars dari kerajaan, namun hal itu juga pasti ditentang oleh banyak orang yang menghormati kakek Ars dan karena itu dia mendapatkan sebuah ide.

“Ars Redhorn, dengan ini Aku memerintahkanmu untuk mencari obat untuk penyakit [Arang Api]”

Mendengar perkataan sang Raja kakek Ars tersenyum dengan bahagia, dia pikir setidaknya dia tidak akan dihukum mati, selain itu dia juga diperintahkan untuk mencari obat untuk penyakit yang menimpa istrinya.

Bahkan tanpa diperintahkan pun saat ini dia sedang melakukannya, namun perkataan sang Raja selanjutnya membuat kakek Ars sekali lagi menelan ludahnya.

“Namun karena keterbatasan pengetahuan tentang penyakit [Arang Api] di kerajaan ini, Aku memerintahkanmu untuk melakukan perjalanan”

Saat itu kakek Ars sudah menyadari bahwa ini adalah cara halus untuk mengusir kakek Ars dari kerajaan Darua.

Tentu saja dia tidak bisa menerimanya, namun dia tidak bisa menolak perintah ini, jika sekali lagi dia menolak perintah kerajaan dia pasti akan dihukum mati, namun tiba-tiba mulutnya berbicara.

“Ta-tapi, Aku harus merawat istriku”

Mendengar ucapan kakek Ars, amarah Raja semakin memuncak, dan ketika dia akan meneriakkan sesuatu … seseorang masuk, dia adalah seorang Ksatria yang ditugaskan untuk menjaga Raja, dia masuk ke ruangan dimana kakek Ars dan Raja sedang berbicara.

Sambil berlutut Ksatria itu berkata.

“Hamba datang membawakan sebuah pesan”

Sang Raja yang saat itu sudah sangat marah berteriak.

“Apa kabar yang begitu penting sampai-sampai kau menyela Aku yang sedang berbicara?”

 “Mohon maafkan kelancangan hamba, namun ini kabar yang penting, terutama untuk penyihir kerajaan Ars”

Mendengar perkataan itu Kakek Ars melihat ke arah Ksatria yang sedang berlutut itu, kemudian raja berkata.

“Cepat katakan, apa kabarnya?”

“Aku mendapatkan kabar bahwa istri dari penyihir kerajaan Ars beberapa saat yang lalu … sudah meninggal”

Saat Kakek Ars yang mendengar kabar itu seketika dia merasakan perasaan yang sangat menyakitkan, jantungnya merasakan sakit yang luar biasa dan perasaan pahit terasa di lidahnya, telinganya berdengung dan matanya terbuka dengan lebar.

“A-apa maksudmu, Istriku …”

Perasaan kakek Ars masih campur aduk, dia belum bisa menerima perkataan yang baru saja dia dengar, kemudian dia melihat ke arah Raja yang berekspresi seolah “kau layak mendapatkan itu” dan kemudian sang Raja Berkata.

“Aku turut berbelasungkawa, namun perintahku tidak akan kucabut walaupun istrimu sudah meninggal, segera lakukan persiapan dan segeralah berangkat, Aku ingin mendengar kabar kepergianmu maksimal 7 hari dari sekarang”

Kakek Ars yang saat itu masih kebingungan, tidak terlihat mendengar perkataan sang Raja, dia bergegas pulang dan mendapatkan istrinya sudah tidak bernafas, perasaan sedih yang luar biasa menimpa kakek Ars karena istri yang sangat dia cintai meninggal.

Kakek Ars yang masih dalam keadaan depresi mulai mengemasi barang-barangnya dan mulai berangkat beberapa hari setelah kematian istrinya.

Kakek Ars melakukan perjalanan ke penjuru dunia untuk mencari obat untuk penyakit [Arang Api]

Sebenarnya dia sempat berpikir kalau dia tidak harus mencarinya lagi karena istrinya sudah meninggal, namun dia teringat sesuatu, di kerajaan Darua masih ada anakku, pikirnya.

Anak kakek Ars yang saat itu masih berumur satu tahun dititipkan ke rumah orang tuanya, dia tidak bisa lagi tinggal di kerajaan Darua untuk melihat anaknya tumbuh kecuali dia bisa menemukan obat untuk penyakit [Arang Api].

Dan itu adalah satu-satunya alasan sampai sekarang dia mencari obat untuk penyakit [Arang Api], dia ingin melihat anaknya.

Dia berkeliling dunia untuk mencari obat [Arang Api], dia melakukan perjalanan dari desa ke desa, dari kota ke kota bahkan dari kerajaan ke kerajaan namun setelah beberapa tahun melakukan perjalanan, kakek Ars tidak mendapatkan hasil.

Sampai akhirnya muncul secercah harapan.

Dia mendengar sebuah legenda tentang seseorang yang bisa menyembuhkan semua penyakit, orang yang katanya memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki orang lain.

Dengan secercah harapan ini dia mulai mencari tahu tentang legenda tersebut, sampai pada suatu hari dia mendapatkan kabar bahwa orang tersebut sudah mati sebelum peperangan besar terjadi dan memasukan semua pengetahuan yang dia miliki dalam sebuah buku, buku tersebut dia simpan di salah satu dungeon yang berada di [Lautan Pohon].

“Dan buku itu adalah buku [Rahasia Dunia] ini?”

“Benar”

Begitu, jadi begitu, kakek Ars tinggal di kota ini bukan karena dia ingin, melainkan karena dia tidak bisa pulang ke kampung halamannya.

Dia sangat rindu dengan anaknya dan kadang mencari-cari informasi tentang anaknya, kabar terakhir yang kakek Ars dapat anaknya sudah menikah dan memiliki 3 orang anak.

Aku terharu dengan cerita kakek Ars …

“Baiklah, Aku sudah mengetahui semuanya, mari kita buka halaman selanjutnya!” 

“Tu-tunngu Clay”

Aku menatap kakek Ars yang masih terlihat kebingungan, dan dengan senyuman yang ramah Aku berkata.

“Tidak apa-apa”

Aku tahu kalau kakek Ars merasa khawatir dengan buku ini, maksudku, setelah melihat pembukaan buku yang berisi peringatan untuk menanggung ‘beban besar’ tentu semua orang akan mulai mempertimbangkannya lagi, ditambah lagi sepertinya hanya aku, orang yang bisa membaca buku ini yang akan mendapatkan ‘beban besar’ itu.

Kakek Ars sangat baik, dia memikirkan tentang diriku.

Tapi Aku punya hutang yang harus kubayar pada kakek Ars dan tentang ‘beban besar’? 

… Persetan dengan hal itu

Saat Aku menerima kalau Aku berada di dunia lain, Aku sudah berpikir kalau Aku akan terlibat hal yang besar, bertarung, mengalahkan raja iblis atau menyelamatkan dunia, hati kecilku menginginkan hal itu, Aku tahu mungkin Aku terlalu banyak membaca novel dan menonton anime, namun Aku tidak akan melewatkan kesempatan ini, jadi mungkin justru ini hal yang Aku cari-cari!? Entahlah.

Membalas kebaikan kakek Ars sekaligus menjadi karakter utama di dunia ini, kedengarannya bagus, seperti sekali dayung dua pulau terlewati!! 

Ok, Aku akan melakukannya.

Aku membalik halaman kedua dari buku [Rahasia Dunia] dan seketika buku ini bersinar, tulisan yang ada di halaman ini bergerak dan mulai keluar dari buku.

“W-wow, apa ini?”

Kemudian Aku menyadari bahwa tulisan yang keluar dari buku ini bukanlah dari halaman kedua saja, melainkan dari semua halaman.

Dalam waktu sekejap mata buku tebal yang kira-kira berjumlah 400 halaman ini menjadi buku kosong yang di dalamnya tidak tertulis apa-apa.

Semua karakter dalam buku ini bergerak dan melayang ke udara seperti lebah yang terbang berputar-putar, ini pertama kali Aku melihat ‘karakter’ keluar dari buku.

Kemudian tidak lama tercipta sebuah formasi sihir di udara dan kemudian formasi sihir yang awalnya berwarna hitam tersebut bersinar dan berubah menjadi berwarna emas.

Dari tengah formasi sihir berwarna emas tersebut tercipta sesuatu seperti pusaran angin berwarna emas, Aku melihatnya seperti tornado yang terbalik, bagian ujung dari pusaran angin yang terlihat seperti ekor itu kemudian mengarah ke arahku.

Di sini Aku mulai merasa sedikit cemas, apa yang akan terjadi padaku? Namun sesaat kemudian Aku mulai membersihkan kepalaku, sekarang sudah terlambat untuk menyesal, pikirku!

Dan kemudian ujung dari pusaran angin yang terlihat seperti ekor tersebut menyentuh dahiku, dan seketika pusaran angin itu membesar dan masuk kedalam kepalaku, Aku yakin jika dilihat dari sudut yang lain, angin itu terlihat tersedot kedalam kepalaku.

Rasanya sakit, kepalaku panas dan Aku mulai merasakan keringat dingin di sekujur tubuhku, kelopak mataku terasa berat dan mataku mulai tertutup, namun sesaat kemudian semua perasaan itu hilang.

Aku membuka mataku dan melihat tempat yang tidak Aku kenali.

Tidak ada kakek Ars di sampingku dan ada ratusan rak buku yang berjajar di depanku, sekilas Aku mengetahui tempat apa ini, Aku tidak pernah datang ke tempat ini sebelumnya, namun Aku tahu tempat apa ini.


Ini adalah perpustakaan…

*****

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016