Prolog

Saat ini aku sedang bermimpi.

Aku sedang berbicara dengan seorang paman berambut putih, paman itu tidak terlihat terlalu tua untuk aku sebut sebagai seorang [paman] namun entah kenapa aku memanggilnya dengan sebutan itu.

Saat bangun aku tidak akan pernah ingat mimpi ini, bukan karena aku melupakan mimpi ini, melainkan karena tidak ada hal yang mampu menarik ingatanku tentang mimpi ini.

Sebuah ingatan membutuhkan [pemicu] agar bisa di ingat, dan di dunia ini tidak ada [pemicu] yang sanggup untuk membuat aku mengingat mimpi ini.

“Hey, menurutmu jika dunia ini berputar pada seseorang, seperti apa orang itu?”

Paman itu mulai melontarkan pertanyaan lagi.

Mimpi ini terasa sangat lama karena paman berambut putih ini tidak pernah berhenti berbicara, dia selalu memberikan pertanyaan aneh padaku setiap kali dia kehabisan topik untuk dibahas.

 “Hmmp, pertanyaan yang sulit, aku tidak pernah memikirkan hal itu, tapi … aku pikir jika dunia berputar pada seseorang, aku yakin dia adalah orang paling sial dan sekaligus paling beruntung di dunia”

Dan entah kenapa aku selalu menjawab pertanyaan paman ini.

“...”

“Tentu saja begitu kan, orang yang berada di pusat dunia pasti mengalami banyak hal, baik hal yang baik maupun hal buruk”

“Haha … sebenarnya aku tidak mengharapkan jawaban seperti itu!”

“Jadi bagaimana menurut paman?”

“...”

Paman itu terdiam sambil mengeluarkan senyum yang misterius, paman itu tidak menjawab pertanyaanku dan mulai berbicara tentang hal lain, namun entah kenapa aku tidak penasaran dengan jawaban paman ini.

Di dalam mimpi yang aneh ini kami hanya berbicara tentang banyak hal yang tidak berguna, namun aku yakin paman ini bukan orang biasa, entah kenapa aku berpikir kalau paman ini memiliki pengetahuan yang seluas lautan, orang yang mengetahui segalanya.

“Menarik sekali … aku tidak pernah bosan berbicara denganmu”

Paman itu mulai meregangkan tangannya ke atas seperti seseorang yang baru bangun dari tidur yang nyenyak.

“Yah~ aku juga tidak pernah bosan berbicara dengan paman”

“Haha, untuk itu aku akan memberimu sebuah hadiah, ini, ambil ini …”

Yang diberikan paman berambut putih itu adalah sebuah kertas, kertas kosong yang di dalamnya tidak tertulis apa-apa, aku penasaran kenapa paman ini memberikanku kertas kosong ini, namun aku menerima kertas itu.

“Dari sini hidupmu akan sedikit berubah, perhatikan perkataanku … jangan berubah, tetaplah jadi dirimu sendiri dan mulai nikmati hidupmu yang baru”

“Hmmp, aku tidak mengerti maksud perkataan paman, tapi yang jelas aku menerima saran paman”

Paman itu mulai tersenyum dengan misterius lagi, senyum itu terus menerus terulang saat aku menjawab pertanyaan paman ini, namun aku tidak pernah memikirkan apa makna dari senyuman itu.

Kemudian paman itu mulai berbicara lagi.

“Sudah saatnya kau bangun dari mimpi ini, selamat berjuang”

Dan kemudian aku terbangun.

*****
Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya | Index Cerita

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016