Chapter 10 : Hutan Perbatasan

Aku kecewa dengan keadaan ini.

Aku bergumam di dalam kepalaku.

Ini adalah hari kedua kami di hutan ini dan matahari sudah berada di atas kepalaku, namun dari kemarin ada hal yang menggangguku.

“Kakek Ars, apa benar hutan ini berisi monster?”

Sejak kemarin aku sudah bersiap untuk bertarung, berpikir berbagai macam simulasi dan berharap akan ada monster yang muncul.

Namun dari kemarin, tidak ada apapun di hutan ini kecuali pohon dan binatang kecil.

Aku senang kalau perjalanan ini berjalan lancar, namun dalam hati kecilku aku ingin bertemu dengan monster di hutan ini.

Kakek Ars mulai menaruh tangan di dagunya, sepertinya hal ini juga mengganggu kakek Ars, normalnya seseorang pasti bertemu satu atau dua ekor monster jika berada di hutan ini lebih dari 8 jam.

“Harusnya ada”

Kakek Ars menjawab

“Hmm, jadi bagaimana menurut kakek?”

“Sebenarnya ini sangat mencurigakan, kau ingat cerita Giri kemarin Clay? Katanya monster di hutan ini mulai berkelompok walaupun berbeda jenis, Aku pernah mendengar kasus seperti ini”

Kejadian yang sama pernah terjadi saat kakek Ars masih muda, saat kerajaan Darua diserang oleh ribuan monster, saat itu monster yang berbeda jenis mulai menyerang manusia.

Keadaan ini seperti skala kecil dari bencana itu.

“Begitukah”

“Yah, namun kali ini dengan skala lebih kecil”

“Jadi, apa yang menyebabkan para monster ini bersatu?”

Sejujurnya ini sangat menggangguku, maksudku, Aku pernah memainkan beberapa game dengan cerita yang sama seperti ini, Aku sempat berpikir kalau ada sesuatu yang mengendalikan mereka.

Walaupun terdengar kekanakan sejujurnya Aku berpikir kalau kemungkinan itu tetap ada.

Pikiranku yang lain adalah mungkin saja para monster menyerang desa manusia karena makanan para monster di hutan ini habis.

Tapi jika begitu, apa yang memakan makanan para monster di hutan ini sampai habis?

Makanan para monster tentu saja adalah hewan yang berada di hutan ini, namun sebenarnya walaupun mereka tidak makan mereka akan tetap bisa bertahan hidup dengan menyerap mana yang berada di hutan ini.

Daging bagi para monster mirip seperti alkohol, rokok, atau narkoba bagi manusia, tidak dibutuhkan namun membuat kecanduan.

“Entahlah, dulu kerajaan Darua berhasil mengusir para monster keluar dari kerajaan, namun mereka tidak pernah mengetahui penyebabnya, kebanyakan orang percaya ketika terlalu banyak orang yang sakit maka monster akan menyerang”

“Ehh? Benarkah? Aku baru pertama kali mendengarnya”

“Tentu saja itu hanya rumor, Aku sendiri sama sekali tidak percaya dengan rumor itu”

“Begitukah”

“Tapi Aku yakin ketika kita sampai ke tengah hutan ini, kita akan bertemu beberapa monster”

Dengan pembicaraan ini kami pergi semakin dalam ke tengah hutan, beberapa jam sudah kami lalui dan tidak lama lagi matahari akan mulai tengglam.

Namun hari ini sepertinya tidak akan berjalan terlalu lancar.

Alasannya karena di depan kami ada seekor monster yang bentuknya seperti serigala yang tingginya kurang lebih 6 meter dengan sebuah tanduk seperti unicorn di kepalanya.

Dengan menggunakan [Analisis] Aku tahu kalau monster ini bernama [Serigala Petir], alasannya karena tanduk di kepalanya bisa mengeluarkan percikan listrik.

Normalnya monster ini hanya monster Level C dengan tinggi kurang lebih satu meter, namun [Serigala Petir] yang berada di depan kami 6x lebih besar dari ukuran normalnya.

Aku dan kakek Ars terkejut, namun bersiap-siap untuk bertarung.

Muncul!!!!

.

[Serigala Petir] yang berada di depan Clay dan kakek Ars memperlihatkan wajah yang sangat menakutkan, Clay yang baru pertama kali bertarung melawan monster merasakan perasaan yang berdebar-debar antara takut dan senang.

Setelah beberapa saat [Serigala Petir] mengawasi Clay dan kakek Ars, dia mulai menyerang dan berlari ke arah mereka berdua, melihat keadaan itu kakek Ars berteriak:

“Clay, apa kau ingat strategi yang kemarin kita bicarakan”

“Tentu saja”

Dengan wajah yang terlihat sedikit khawatir sekaligus bersemangat, Clay memusatkan mana di kakinya dan menggunakan [Heavy Kick] untuk meluncur ke arah [Serigala Petir], dan ketika jarak antara Clay dan [Serigala Petir] tinggal beberapa meter lagi, Clay mengubah arahnya dengan menggunakan [Glass Step] dan [Heavy Kick].

Dari pandangan [Serigala Petir], Clay terlihat tiba-tiba menghilang.

Namun Clay tidak menghilang, dia mengubah arahnya lagi menggunakan [Glass Step] dan [Heavy Kick] dan kemudian memukul monster tersebut dengan menggunakan [Heavy Punch].

Monster tersebut melayang ke udara

Clay berteriak :

“Kakek Ars, Sekarang!”

Namun kakek Ars terlihat kebingungan, monster tersebut berhasil mendarat dan mulai berlari menuju kakek Ars yang saat itu lebih dekat dengan [Serigala Petir]

Clay yang melihat itu berpikir…

Kenapa kakek Ars tidak menyerang monster itu? Bukankah strateginya seperti itu? Aku membuat monsternya melayang ke udara dan kakek Ars yang akan menghabisinya.

Namun kakek Ars tidak menyerang saat monster itu berada di udara, serigala itu mulai melompat dan terlihat akan menerkam kakek Ars, namun walaupun terlihat kaget kakek Ars mengeluarkan sihir [Tameng].

Melihat hal itu Clay yang masih bertanya-tanya kenapa kakek Ars tidak menyerang mulai memusatkan mana pada kakinya dan kemudian meluncur dengan sangat cepat menggunakan [Heavy Kick].

Tidak lama kemudian Clay berhasil sampai di samping [Serigala Petir] tersebut dan dengan menggunakan [Heavy Punch] sekali lagi monster tersebut melayang ke udara.

Clay berteriak:

“Kakek Ars, Tembak!”

Kakek Ars yang masih terlihat kebingungan mulai mengeluarkan sihir Peluru Api, dan menembak kepala [Serigala Petir] yang melayang di udara, seketika kepala [Serigala Petir] tersebut meledak dan tubuhnya jatuh ke tanah.

Melihat serangan yang sepertinya sudah pasti membunuh monster tersebut, Clay menghela nafas dengan lega dan melihat ke arah kakek Ars.

Dalam benak Clay, masih tersisa pertanyaan tentang kenapa kakek Ars terlihat bingung dan tidak melakukan strategi yang kemarin mereka bicarakan, namun kakek Ars tiba-tiba berkata.

“Terima kasih”

Setelah itu Clay menyadari ada sesuatu di belakang kakek Ars.

Mungkin lebih tepatnya dia menyadari ada seseorang di sana, dia adalah seorang gadis yang memiliki rambut hitam yang lurus, panjangnya kira-kira sebahu dan saat Clay bertatap muka dengan gadis itu, gadis itu mulai berbicara.

“Terima kasih karena sudah menolong kami!”

*****
Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya | Index Cerita

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016