Chapter 11 : Gadis Yang Sama Sepertiku

“Terima kasih karena sudah menolong kami!”

Gadis yang berada di belakang kakek Ars mulai berbicara, gadis itu memiliki wajah yang cantik dan rambut hitam lurus yang panjangnya sebahu.

“Ah, anu … tidak masalah”

Aku tidak tahu harus berbicara apa pada gadis yang tiba-tiba muncul ini, dan kemudian kakek Ars berkata:

“Sungguh, Aku berterima kasih padamu, Aku benar-benar kaget dengan serangan tiba-tiba monster itu”

...? Kenapa kakek bertermia kasih padaku?

“Ah, tidak masalah, tapi kakek Ars, bukankah kemarin kita sudah membicarakan strategi ini?”

“Eh?”

 “… Eh?”

 “Apa maksudmu?”

Kakek Ars mulai bertanya.

Tunggu dulu, apa kakek Ars tiba-tiba jadi pikun? Aku tahu kalau kakek Ars sudah tua, tapi setahuku kakek Ars tidak pikun.

“Bukankah kemarin kita sudah berbicara tentang strategi untuk mengalahkan monster? Aku akan membuat lawan kita melayang ke udara dan kakek yang akan menghabisinya!”

“Eh?”

Kakek Ars mengeluarkan ekspresi kebingungan seolah berkata “apa yang kau maksud?”

“T-tunggu dulu, jangan bilang kalau kakek Ars lupa dengan strategi yang kita bicarakan kemarin?”

 “Eh? Apa kemarin kita bertemu?”

“Hah? Apa kakek sedang bercanda?”

“T-tidak Aku serius, Aku baru pertama kali bertemu denganmu”

Tunggu dulu, apa ini, apa ingatan kakek Ars benar-benar hilang? Tunggu dulu, apa monster yang tadi yang membuat kakek Ars hilang ingatan? Tidak, Aku yakin [Serigala Petir] tidak memiliki kemampuan seperti itu, … apa yang sebenarnya terjadi di sini!

“Eh? Apa kakek tidak ingat denganku? Aku Clay! Aku membantu kakek untuk mencari obat penyakit [Api Arang]”

Kemudian Aku tiba-tiba mendengar suara.

“Eh?”

Kali ini yang mengeluarkan suara itu bukanlah kakek Ars, melainkan gadis yang berada di belakangnya, kemudian gadis itu berkata.

“Apa maksudmu? Aku Clay! dan Aku juga yang membantu kakek Ars untuk mencari obat penyakit [Api Arang]”

“A-apa maksudmu? Tunggu dulu, ini benar-benar membingungkan, kau tiba-tiba muncul dan kakek Ars tiba-tiba tidak mengenalku”

Kemudian kakek Ars berbicara

“T-tunggu dulu, Clay yang ku-kenal adalah gadis ini, Aku membelinya dari seorang penjual budak di kota Dusten, dan sekarang gadis ini adalah karyawanku”

BUKANKAH YANG KAU MAKSUD ITU AKU!

Ya ampun, apa yang sedang terjadi di sini, Aku perlu meluruskan semua hal ini, Aku tidak tahu siapa gadis yang tiba-tiba muncul ini, tapi kemungkinan besar dia adalah orang yang menyebabkan semua masalah ini.

“Aku benar-benar bingung, untuk sekarang mari pindah ke tempat lain dan berbicara”

Kakek Ars dan gadis yang mengaku bernama Clay itu saling menatap dan terlihat setuju dengan saranku, kemudian mereka berdua berkata

“ “Baik” ”

Kami pindah ke tempat lain, tempat yang agak sedikit jauh dari mayat [Serigala Petir], kami duduk dan membuat sebuah lingkaran kecil, dan kemudian aku mulai bercerita tentang semuanya, tentang Aku yang berasal dari dunia lain dan tiba-tiba berada dalam sebuah gudang, bertemu dengan paman Orbo dan paman Sergei, dimasukan ke dalam [kandang], dan dibeli oleh kakek Ars.

Setelah Aku menjelaskan tentang hal ini, Kakek Ars dan gadis itu mulai menukar pandangan dan tidak lama gadis itu berkata:

“Aku tidak percaya”

Kemudian kakek Ars juga berkata.

“Aku juga tidak percaya”

“…”

Apa yang harus kulakukan?

Aku terdiam dan sekali lagi Kakek Ars dan gadis itu mulai bertukar pandangan, mereka mulai berbisik dan setelah selesai mengalihkan pandangannya padaku.

“Kalau begitu, sekarang giliranku yang bercerita”

Kakek Ars dan gadis itu mulai menceritakan tentang cerita gadis itu yang dipanggil dari dunia lain oleh paman Orbo dan dijadikan budak, gadis itu mencoba kabur dari tempat yang disebut [kandang] namun tertangkap kembali.

Kakek Ars yang kebetulan melihat gadis itu ditangkap oleh salah satu penjaga paman Orbo meminta penjelasan tentang apa yang terjadi, singkat cerita gadis itu dibeli oleh kakek Ars dan menjadi karyawan di “Toko Buku Ars”.

Sebuah cerita yang sangat nostalgia.

MIRIP SEPERTI CERITAKU!

Apa ini, apa dia meniruku? Tapi kakek Ars juga tidak mengenaliku, apa gadis ini adalah monster?

... Bagaimana ini?

Aku tidak tahu cara menanggapi hal ini, jika saja di sini ada pintu, Aku akan bergegas menuju [Perpustakaan Dunia] dan mencari tahu tentang ini, mungkin saja ada monster di hutan ini yang bisa mengubah ingatan seseorang, dan gadis yang berada di sana itu adalah monster yang bisa berubah wujud menjadi manusia.

Tapi, Aku tidak bisa melakukannya, Aku tidak bisa membuktikan pemikiranku dan skill [Analisis] juga menunjukkan kalau gadis itu adalah seorang manusia.

Ok, Aku akan melakukan semuanya seperti biasanya.

Jika Aku tidak mengerti tentang sesuatu, Aku akan menyerah untuk berpikir, Aku akan menyerah untuk keadaan ini, kenyataan bahwa Aku tidak dikenali oleh kakek Ars.

Ok, tarik nafas ... dan keluarkan ... Aku berhutang budi pada kakek Ars dan sekarang dia melupakanku.

Untuk sekarang aku akan menyerah untuk membuktikan kalau aku mengenal Kakek Ars.

Tadi, gadis itu bilang kalau dia berasal dari dunia lain sama sepertiku, Aku pikir ini lebih penting untuk di bahas.

Aku akan bertanya tentang itu.

Kalaupun Aku tidak dikenali oleh kakek Ars, Aku akan memiliki teman yang bisa diajak berbicara tentang duniaku sebelumnya, tapi untuk sekarang Aku akan berkata:

“Begitukah, yah, mau percaya atau tidak, Aku tidak berkata bohong”

“Kalau begitu, buktikan kalau kau tidak bohong” gadis yang mengaku namanya Clay itu berbicara.

“Baiklah, apa yang harus kulakukan”

Kemudian gadis itu mulai mengerutkan dahinya, wajahnya terlihat berpikir keras dan beberapa saat kemudian dia berkata.

“Kau bilang kau berasal dari dunia lain sama sepertiku kan? Dari negara mana kau berasal?”

Hmm, pertanyaan yang tidak Aku duga, awalnya Aku berpikir untuk bertanya hal yang sama setelah pembicaraan ini selesai.

Ketika dia bilang ‘buktikan’, Aku pikir dalam keadaan ini dia akan bertanya tenang kakek Ars, tentang masa lalunya mungkin, namun mungkin dia berpikir kalau itu saja tidak cukup, jika Aku berada dalam posisinya mungkin Aku akan menanyakan hal yang sama.

“Ehh, bukan tentang kakek Ars, atau tentang dunia ini?”

“Bukan, Aku curiga kau adalah monster yang bisa menyamar menjadi manusia, karena itu Aku bertanya tentang hal yang tidak mungkin diketahui oleh orang di dunia ini”

Begitukah, jadi dia juga berpikir hal yang sama sepertiku.

“Aku datang dari negara ****”

Gadis itu mengeluarkan ekspresi terkejut

“Jadi, sekarang giliranku bertanya, kau datang dari negara mana?”

“Aku juga berasal dari negara ****”

Ehh, negara yang sama denganku, jadi kami datang dari negara yang sama.

 “Hmm, apa kau tidak meniruku?”

“Tentu saja tidak, Aku tinggal di kota *****”

Ehh, sama denganku!

“Begitukah, Aku juga berasal dari kota yang sama, tapi mungkin kau juga akan berpikir kalau Aku menirmu, jadi Aku akan menyebutkan sekolahku, Aku kelas 3 di SMA ****”

Dia sekali lagi dia mengeluarkan ekspresi terkejut.

“Aku juga sekolah di SMA yang sama”

“Hah? Tapi Aku tidak pernah melihatmu”

Benar, Aku mulai percaya kalau dia memang manusia yang berasal dari dunia yang sama denganku, walaupun fakta tentang kakek Ars yang tidak mengingatku masih mengganjalku, setidaknya Aku senang karena Aku bertemu dengan orang yang berasal dari dunia yang sama.

Kau tahu, perasaan lega ketika bertemu orang yang berasal dari tempat yang sama ketika berada di luar negeri? Saat ini ini Aku merasakan perasaan itu.

“Begitu juga aku, Aku juga tidak pernah melihatmu, Aku bukan orang yang suka bersosialisasi, tapi setidaknya Aku mengenal kebanyakan wajah di sekolahku, apa kau tukang bolos?”

Gadis itu berbicara dengan nada yang terdengar agak ramah, Aku yakin dia juga memiliki perasaan yang sama denganku, perasaan lega bertemu orang yang berasal dari tempat yang sama.

“Tentu saja tidak, Aku tidak pernah bolos semenjak masuk SMA, Aku di kelas 3A, kau dimana?”

Fakta tentang gadis ini yang berasal dari dunia yang sama denganku memang membuatku senang, tapi Aku merasa ada banyak hal yang janggal di sini.

Dia tiba-tiba muncul dan Kakek Ars lupa denganku.

Dia mengaku bernama Clay dan di beli oleh kakek Ars.

Dia juga mengaku dari dunia lain, negara yang sama, kota yang sama dan sekolah yang sama denganku.

... dan kami berada di sekolah yang sama namun tidak pernah melihat satu sama lain.

Saat mendengar perkataanku ekspresi senang dari wajahnya menghilang, dan tiba-tiba terlihat kebingungan, kemudian dengan nada yang terdengar agak datar dia berkata:

“Aku juga berasal dari kelas 3A!”

Kali ini Aku yang kehilangan ekspresi senang dari wajahku.

Apa maksudmu? Kita teman sekelas? Tapi Aku tidak pernah melihatmu! di kelasku tidak ada orang yang suka membolos dan Aku kenal semua teman sekelasku.

Aku tidak mengenal gadis ini.

…….

….

..

.

Kemudian Aku mulai mendapatkan kesimpulan yang gila …

Gadis ini punya cerita yang hampir sama denganku di dunia ini kan?, jadi apakah dia juga punya cerita yang hampir sama denganku di dunia sebelumnya?

Maksudku, apakah hal itu benar-benar mungkin terjadi?

Aku mengerutkan dahiku dan mulai menaruh tangan di daguku, Aku melihat gadis itu dan dia melakukan hal yang sama denganku.

Anehnya, Aku berpikir dia memiliki kesimpulan yang sama denganku.

Tunggu dulu, apakah ini mungkin? Tapi Aku sekarang berada di dunia lain, jadi hal itu mungkin saja terjadi, dan ketika Aku dan gadis ini berpikir dengan keras kakek Ars berbicara.

“A-apa kalian tidak apa-apa?”

Aku mulai melihat ke arah kakek Ars, dan gadis itu juga sama, kemudian Aku mengalihkan mataku ke gadis itu dan gadis itu juga melihat ke arahku, mata kami bertemu dan Aku mulai berkata

“Hey, Aku mendapatkan kesimpulan yang agak gila, apa kau mau mendengarnya?”

“Yah, Aku juga mendapatkan kesimpulan yang agak gila”

“Jadi, bagaimana?”

“Aku pikir ada baiknya kita buktikan dulu kesimpulan ini … dalam hitungan ketiga sebutkan nama ayah dan ibumu”

Aku menangguk dan kemudian gadis itu mulai menghitung 1 … 2 …. 3

“ “ ****** dan ****** ” ”

Seperti dugaanku, NAMA ORANG TUA KAMI SAMA!

Dan dari sini kami dengan kompak berkata

“ “Kau adalah Aku versi Perempuan [Laki-laki]” ”

*****
Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya | Index Cerita

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016