MAX Level Witch - Chapter 5 : Kali Ini, Seekor Naga Datang

Setelah kejadian itu, Aku membeli sebuah buku tentang monster dan mulai belajar.

Ini bukan berarti Aku akan memulai membunuh para monster.

Bagaimana cara mengatakannya, ini kebalikannya.

Jika aku memiliki pengetahuan tentang monster sampai tingkat tertentu, bahkan jika Aku diminta untuk membunuh monster, Aku mungkin bisa mengurusnya tanpa harus melakukan sesuatu, Aku bisa memberikan saran kepada orang lain.

Bahkan jika itu kasusnya, jika Aku harus membantu mereka, Aku tidak masalah jika hanya memberi saran. Aku hanya tidak suka bekerja paksa seperti seekor kuda pekerja.

Bagaimanapun juga, Aku level 99. Bahkan Aku tahu kalau hal seperti ini adalah pengecualian bahkan untuk dunia ini. (TN : Dia bicara masalah level 99 yang jarang atau mungkin tidak ada di dunia ini) Akan sangat tidak menyenangkan jika semua masalah datang kepadaku.


Setelah menerbangkan sebuah party (TN lagi : dari sini saya pakai kata party) hanya dengan sebuah hembusan, sekitar 10 hari sudah berlalu, hidupku tidak berubah. Permintaan seperti mengalahkan naga juga tidak datang.

Walaupun begitu, penjualan obat di toko yang ada di desa mulai meningkat lebih dari sebelumnya, jumlah rumput obat yang dikirim dari desa juga bertambah. Mereka pasti berpikir bahwa  jika obat-obatan itu dibuat oleh penyihir level 99 itu sangat efektif. Sejujurnya, Aku tidak berpikir ada banyak perbedaan antara tanaman obat yang Aku buat dan tidak.

“Yah, dunia ini tidak memiliki internet, jadi Aku pikir informasi ini akan menyebar dengan agak lambat. Walaupun Aku sebenarnya berharap kalau topik tentang ini tidak akan menyebar dan segera mati”

Walaupun begitu, Aku seharusnya tidak berkata seperti itu, karena tiba-tiba ada suara DON DON yang mengetuk pintu rumahku.

Kali ini siapa itu? Sebagai tambahan, cara dia mengetuk agak kasar jadi kemungkinan kalau dia adalah penduduk desa agak tipis.

Jika Aku berpura-pura keluar, pintu tersebut akan hancur, karena itu, Aku cepat-cepat membuka pintu rumahku.

Jika ini adalah tentang membantu mengalahkan seekor naga, Aku akan memberikan mereka cara yang luar biasa untuk mengalahkan naga dan Aku tidak perlu melakukan apa-apa. Jika ini adalah tentang masalah penting seperti desa yang dihancurkan. Bukan berarti Aku tidak akan menolong.

“Ya, Boleh Aku tahu siapa kau?”

Ada sesuatu yang sangat besar di depanku.

Benda itu sangat tinggi, Atau bagaimana cara mengatakannya, itu bukan manusia.

Makhluk itu memiliki sayap yang besar. Badan yang besar. Dan sepertinya bisa menyemburkan api. Dia juga memiliki dua tanduk yang tumbuh di kepalanya.

Seekor naga datang.

Dan omong-omong, ketukan itu dihasilkan oleh ekornya. Itulah alasan kenapa suara ketukan itu kasar.

“Anu, boleh Aku tahu ada urusan apa anda kemari?” (TN : bicara dengan kalimat yang sopan)

Menurut buku yang Aku baca, naga adalah monster kelas atas. Karena itu, mereka sepertinya mengerti dengan bahasa manusia. Lagipula, makhluk ini tahu cara untuk mengetuk pintu!

Seketika, pengetahuan yang ada di dalam buku bisa langsung Aku gunakan. Walaupun begitu, Aku tidak ingin menggunakan pengetahuan itu sendiri.

“Namaku Raika, Naga yang merupakan monster terkuat di wilayah Nanteru” (TN : Nanteru State/ negara Nanteru? Kedengaran agak aneh)

Naga ini bicara dengan bahasa manusia, walaupun begitu, suaranya sangat keras sampai melukai telingaku. Rasanya seperti berada dalam sebuah konser musik.

“Boleh Aku tahu apa tujuan anda berkunjung?”

“Belakangan ini, Aku mendengar rumor bahwa ada makhluk yang lebih kuat di sini. Aku berpikir untuk membandingkan siapa yang lebih kuat, jadi Aku datang ke sini”

Seberapa jauh rumornya menyebar?!

Setidaknya, tolong jangan sebarkan ke sesuatu yang bukan manusia!

Ini yang terburuk. Ini bukan permintaan untuk mengalahkan naga melainkan naga yang datang ke sini dengan sendirinya.

“Aku tidak ingin disebut sebagai yang terkuat. Aku hanya mengumpulkan EXP selama 300 tahun terakhir dan mendapatkannya dalam jumlah banyak. Karena itu, Aku akan senang jika gelar yang terkuat diserahkan padamu.”

“Aku tidak bisa setuju dengan itu. Bertarunglah denganku! Dan mari tentukan siapa yang terkuat di sini!”

Aku benar-benar kesal.

Ini bukanlah dojo, jadi jangan lakukan Doujouyaburi di sini!

(TN : Kata 道場破り artinya orang yang datang dari satu dojo ke dojo yang lain untuk bertarung, jika seseorang menang dojo tersebut akan dihancurkan, dll)

“Bagaimana kalau Aku katakan “Iya desu.” ?” (tidak mau)

“Pertama, Aku akan menginjak-nginjak rumah ini. Aku juga akan menghancurkan ladang yang di sini”

Tidak ada pilihan lain selain bertarung kah…

Jika rumahku hancur, Aku tidak bisa menikmati hidupku lagi.

“Baiklah. Mari bertarung. Walaupun begitu, Aku bukan orang yang memanggil dirinya sendiri yang terkuat, karena itu, tolong jangan terlalu serius”

“Tentu saja. Jika Aku bisa mengetahui kalau Aku adalah yang terkuat, itu tidak akan menjadi masalah”

Kami bergerak ke tempat yang agak luas dan agak jauh dari rumahku.

Aku tidak bisa mentoleransi jika rumahku rusak saat kami bertarung.

“Dengan ini, izinkan Aku menunjukkan kekuatan dari Raika yang sepenuhnya!”

“Hai hai (Iya iya) silakan tunjukkan kekuatanmu sebanyak yang kau mau.”

Naga itu mengepakkan sayapnya dan terbang ke angkasa.

“Aku akan membakarmu sampai tidak tersisa!”

Dan naga itu menghembuskan api dari mulutnya!

Jika Aku terkena serangan ini, Aku mungkin akan kesulitan. Tolong tahan diri agar Aku tidak mengalami luka bakar. Dalam keadaan ini, Aku tidak bisa berpura-pura untuk kehilangan rasa ingin menang.

“Bekukan segala yang ada di sini, seluruhnya!”

Aku meluncurkan sihir es milikku ke arah api yang naga itu keluarkan.

Seperti yang kuduga, strategiku berhasil, sihirku mengenai api itu dan kedua serangan itu menghilang.

“Cih! Aku sangat yakin! Seperti yang diharapkan, kau sepertinya seorang penyihir yang levelnya cukup tinggi!
Dari sudut pandangku, sepertinya tidak masalah jika Aku mengakhiri ini dengan cara yang agak memaksa.

Ok, sekarang bagaimana caraku bertarung? Musuhku melayang di udara.

“Aku nyatakan, untuk mengucapkan selamat tinggal kepada tanah untuk sementara!”

Aku menggunakan sihir untuk melayang. Dengan ini, seseorang tidak bisa mengatakan kalau Aku tidak bisa seimbang dengan seekor naga.

Mulai dari sini, bagaimana cara Aku bertarung?

Aku tidak mau pergi terlalu dekat. Sejauh yang Aku pikirkan, ini akan menjadi pertarungan menggunakan sihir. Walaupun begitu, seperti yang diharapkan, Aku kemungkinan tidak bisa menerbangkan naga dengan tornado yang Aku pakai waktu itu karena ukurannya yang sangat besar. Bahkan jika dia bisa aku terbangkan, jika naga itu mendarat di desa, akan ada kerusakan yang lumayan besar disana.

Haruskah Aku menggunakan sihir Petir? Sejujurnya, Aku tidak memiliki kepercayaan diri dalam mengatur kekuatannya. Ini berbeda dengan Slime. Jika Aku membunuh monster dengan tingkat kecerdasan seperti naga, Aku mungkin akan merasa bersalah.

Aku tidak punya sesuatu seperti sumpah untuk tidak pernah membunuh. Walaupun begitu, Aku akan mencoba sekuat tenaga untuk tidak merampas nyawa seseorang.

Artinya, gunakan Sihir Api atau Sihir Es.

Sihir Api pasti tidak akan bekerja karena tadi naga tersebut juga menyemburkan api, naga kemungkinan kebal terhadap api.

Jadi, tidak ada pilihan lain selain menggunakan sihir Es.

“Meniruku dan terbang di langit kah. Sangat kurang ajar!”

Demi menghancurkanku, naga tersebut merentangkan tangannya untuk menangkapku. Namun, Aku segera menghindar dari serangan seperti itu.  Aku berhasil mengimbangi kecepatannya dan membuat jarak antara Aku dan naga ini.

Menggunakan itu sebagai kesempatan, Aku mendekati sang naga.

“Aku akan membakarmu!”

Naga itu membuka mulutnya dan berusaha menyemburkan api padaku.

Dan Aku menunggu saat ini.

Aku menembakkan sihir es ke mulut naga itu.

“Bekukan segala yang ada di sini, seluruhnya!”

Mulut naga tersebut membeku dan es terbentuk di dalam mulutnya.

Dalam satu serangan, sepertinya Aku membuat sebuah gua es dalam mulut seekor naga.

“AGUUUUU! UGUUU! BUGGUUU!”

Naga tersebut panik, dia menjatuhkan diri ke tanah dan mulai berlari-lari.

Dengan ini, sudah diputuskan. Jika dengan seperti ini Aku tidak merenggut nyawanya dan membawa musuhku ke dalam kekacauan yang lumayan besar.

Buktinya adalah naga tersebut yang berlari dengan panik tanpa tujuan.

Aree? Dia berlari berputar-putar.

Aku tiba-tiba merasakan firasat buruk tentang ini.

“Jangan hancurkan rumahku! KAU TIDAK BOLEH MENGHANCURKANNYA!”

“UGUUUU! SANGAT DINGIN!”

Namun naga ini mulai berlari ke arah rumahku dan tiba-tiba menabrak rumahku.

— Gusha~

Sudut rumahku rusak.

Aku mulai marah.

“AKU SUDAH KATAKAN UNTUK TIDAK MENGHANCURKANNYA, IYA KAN?”

Aku mendekati naga tersebut dan memukul naga itu.

Zugon!

“Buhaaaa…”

Dengan pukulan itu, naga itu terpental.

Dan jatuh di dataran tinggi dengan suara DUG yang keras.

Walaupun dia tidak terlihat mati tapi naga itu menerima serangan yang cukup kuat dan untuk sekarang tidak bisa bergerak. Naga itu dalam keadaan down (TN : Di sini dia menggunakan istilah ‘down’ dalam game, cuman agak susah nerjemahinnya jadi saya biarin ajah)

Dan seperti yang sudah diharapkan, karena Aku menggunakan tinjuku untuk memukulnya, sekarang tanganku sakit. Walaupun begitu tanganku tidak patah, jadi harusnya tidak apa-apa.

“A… Apa-apaan kekuatan itu… Bahkan Aku yang hebat bisa dikalahkan dengan mudahnya…”

Sepertinya naga ini juga tidak bisa percaya dengan situasi ini.

“Pertama, tidak masalah kalau menyebut ini sebagai kemenanganku…”

Aku melihat bagian rumahku yang rusak.

Naga ini harus mengganti kerusakan yang terjadi.

“Nee, Raika sang naga.”

Aku mendekati naga itu dan menusuknya dengan tanganku dengan pelan.

“Tolong perbaiki rumahku. Aku tidak akan membiarkanmu sebelum kau membetulkannya~”

Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya | Index Novel

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016