MAX Level Witch - Chapter 6 : Naga Perempuan

“Tolong perbaiki rumahku. Kalau tidak Aku tidak akan memaafkanmu”

Sepertinya bahkan Aku bisa mengancam seekor naga dengan sikapku ini.

“Di-dimengerti… Aku akan melakukannya… jadi, tolong ampuni Aku… Tolong jangan ambil nyawaku…”

“Aku tidak akan mengambil nyawamu. Jika Aku mengambil nyawamu, Kau tidak akan bisa memperbaiki apa yang sudah kau lakukan, dan Aku tidak punya sesuatu seperti asuransi untuk menutupi hal ini”

Kamar tidur sepertinya tidak rusak, namun angin pasti akan masuk, jadi Aku perlu tinggal di desa untuk sementara. Semuanya tergantung seberapa lama perbaikannya akan dilakukan.

“Uh… Aku punya uang yang Aku simpan di rumahku di atas gunung, dan uangnya sangat banyak… Apa kau tidak keberatan jika Aku pergi dan mengambilnya? Uang itu bisa digunakan sebagai dana untuk memperbaiki rumahmu…”

Kalau dipikir-pikir, naga punya kebiasaan untuk mengumpulkan emas.

“Baiklah, jika kau melarikan diri, Aku berencana untuk datang dan memburumu.”

“Aku pasti akan menjaga janji yang Aku buat!”

Naga itu terbang di langit dengan tubuh yang sedikit bergoyang (TN : mungkin sempoyongan)


Di hari itu, Aku memutuskan untuk tinggal di desa.

“Ah, Nona Penyihir! Itu artinya naga itu telah dikalahkan”

“Penampakan naga itu terlihat jelas dari desa!”

“Bahkan bisa mengalahkan naga, seperti yang diharapkan dari Nona Penyihir!”

Sudah Aku duga, Apa beritanya sudah menyebar?

Seekor naga dengan ukuran sebesar itu pasti sangat mencolok, bahkan dari jauh.

“Permisi, bahkan kalaupun Aku mengalahkan naga itu, dia menghancurkan beberapa bagian rumahku, jadi Aku datang untuk tinggal di penginapan di desa ini untuk sementara. Maaf jika aku mengganggu.”

“Tidak, tidak sama sekali! Semua ini salah naga itu”

“Malahan, ini terlihat seperti anda melindungi desa ini dari naga itu”

“Biarkan Aku membawamu ke ruang terbaik di penginapan ini!”

“Bodoh! Tidak ada penginapan di desa ini yang memiliki ruangan yang layak untuk ditempati oleh Nona Penyihir!”

Pembicaraan itu terus berlanjut sampai Akhirnya diputuskan bahwa Aku akan tinggal sebagai tamu kehormatan di ruang tamu kantor desa. Ketika orang-orang dari pemerintahan, kerajaan, dll, datang untuk berbisnis, mereka tinggal di ruangan ini.

Yah, kadang tidak buruk untuk menerima kebaikan seperti ini.

Nanti, Aku akan menyumbangkan obat-obatan mahal atau sesuatu yang sejenisnya pada desa ini.

Karena untuk sekarang aku tinggal di desa, Aku berjalan dengan santainya di sekitar desa, tapi dibandingkan dengan desa yang Aku kunjungi 300 tahun lalu, Aku pikir desa ini lebih hidup. Jumlah orang yang tinggal di sini pasti sudah meningkat.

Walaupun Aku pikir ada beberapa alasan untuk itu, salah satu alasannya mungkin adalah karena Aku. Bahkan, para penduduk desa mengatakan semua ini terima kasih padaku.

Alasannya, itu sepertinya karena Aku membuat obat-obatan yang berharga untuk para penduduk desa.

Tidak peduli desa manapun, selain ada orang yang meninggal karena faktor umur, ada juga orang yang meninggal karena luka atau penyakit. Karena Aku memberikan desa ini obat, sepertinya sesuatu yang disebut daftar kematian di desa ini, dibandingkan dengan desa lain jauh lebih sedikit.

Terutama kasus dimana anak kecil meninggal karena penyakit jadi sangat jauh menurun, dan dengan semua hal ini membuat populasi di desa meningkat.

Tentu saja Aku kesulitan karena ‘kekuatanku’ tidak tersedia kapan saja hanya untuk penduduk desa, jadi Aku mengambil uang sebagai bayaran. Untuk orang yang tidak punya banyak uang, Aku membuat harga obat jadi lebih murah, atau meminta mereka untuk membantuku berkebun.

Hubungan antar manusia tidak akan bertahan tanpa konsep give and take. Hal ini Aku pelajari saat Aku masih berada di jepang.

Pemikiranku dimengerti, dan para penduduk desa memberikan rasa terima kasih mereka dengan cara mereka masing-masing.

Di sisi lain, karena mereka membayarku, mereka tidak menjadi semacam orang yang memujaku sebagai dewa. Ini keseimbangan yang tepat.

Diantara kehidupanku yang lambat ini, mengumpulkan tanaman herbal dan membuat obat adalah hobi. Jika hobi itu bisa menolong nyawa seseorang, itu menjadi sebuah kehormatan bagiku.


Karena Aku tidak perlu pulang ke rumah hari ini, Aku memutuskan untuk meminum sake di bar.

Bar ini terlihat sangat hidup saat malam hari.

“Ah, Nona Penyihir”

“Bersulang untuk Nona Penyihir!”

Tiba-tiba banyak orang mulai mabuk, dan bar menjadi semakin hidup. Aku dibawa ke sebuah meja. Dan juga, dibawakan sake ke mejaku bahkan sebelum Aku memesan.

“Umm, Aku, belum memesan apapun…”

“Aku dahulu pernah diselamatkan oleh obat dari Nona Penyihir.”

Kata gadis pelayan dengan senyuman di wajahnya.

“Karena itu, kau bisa anggap ini sebagai balas budi, jadi silakan minum dengan perlahan.”

Hari ini, hal seperti ini terus terjadi. Tempat dimana Aku tinggal harusnya dipakai untuk tamu dan Aku juga tidak perlu membayar.

Namun, hari seperti ini sekali-kali bagus juga.

Saat Aku masih menjadi pekerja kantoran Aku sangat sibuk. Saat itu, Aku adalah anjing perusahaan.

Saat Aku bekerja di perusahaan Aku tidak melakukan pekerjaan demi seseorang, semua itu Aku lakukan hanya demi perusahaan, karena itu Aku selalu merasakan ‘kekosongan’ sesibuk apapun Aku saat itu.

“Dibandingkan dengan saat itu, sekarang ini seperti surga.”

Suaraku keluar dengan sendirinya.

“Walaupun Aku datang ke sini saat dalam perjalanan jauh saat masih muda, tidak ada desa yang lebih baik dari desa Furata!” (TN : Ini bukan Azusa)

Walaupun pujian mereka terkesan ditambah-tambahkan karena mereka ada di depanku, tapi Aku senang dengan hal ini.

“Aku pikir pilihanku tepat untuk tinggal di dekat desa ini.”

Aku mengatakannya dari dalam hatiku.

Desa ini adalah sesuatu yang seperti harga diriku.

Aku ingin mengembangkan desa ini nanti.


Hari itu Aku lumayan mabuk, dan Aku kembali ke ruang tamu untuk tidur.

Walaupun Aku tidur agak malam, ini masih termasuk lebih cepat daripada saat Aku masih menjadi anjing perusahaan. Lagipula, saat itu Aku harus bangun jam 6 pagi……


Aku sarapan di desa ini dan banyak hal yang mewah yang dibawakan kepadaku. Aku yakin, mereka memperlakukanku seperti seorang tamu resmi.

“Sepertinya Aku harus benar-benar berterima kasih pada kalian, kalau begitu……”

Saat memikirkan ini Aku lebih merasa malu daripada merasa terhormat, Aku kemudian memakan sarapannya. Terutama susu segar yang baru saja diperah, itu sangat enak.

Sedangkan untuk hidangannya, dibandingkan dengan makanan jepang, bumbunya lebih sederhana,  apapun makanannya semuanya terasa sedikit hambar, namun untuk susu, yang menang adalah desa Furata, susu ini tidak bisa dibandingkan dengan susu kemasan.

Itu benar. Lain kali, haruskah Aku mengajarkan mereka tentang memasak?

Karena pengetahuanku tentang Jepang masih bertahan, bagaimana kalau mengajari mereka beberapa resep makanan Jepang.

Saat memikirkan itu, orang yang bertugas untuk memasak datang.

“Nona Penyihir, ada seorang tamu yang ingin bertemu…”

“Tamu? Yah, tunggu di ruangan resepsionis yang lebih sepi. Setelah tiga menit, Aku akan datang setelah menghabiskan makananku!”

Saat berpikir tentang siapa tamu yang datang, Aku memasuki ruangan resepsionis.

Disana, ada seorang gadis dengan dua buat tanduk yang menempel d kepalanya. Dilihat dari penampilannya, dia terlihat seperti seorang anak SMP yang berumur sekitar 13 tahun, dan dia menggunakan pakaian dengan gaya Lolita (TN : Lolita Fashion, cek google bagi yang tidak tahu)

Siapa?

Aku tidak pernah bertemu dengan penduduk desa yang memiliki tanduk. Atau lebih tepatnya, karena dia memiliki tanduk, dia bukanlah seorang manusia biasa.

“Aku merepotkanmu kemarin.”

Ketika mata kami bertemu, gadis itu menunduk dengan sopan.

“Umm… bahkan jika kau bilang kemarin, Aku pikir, ini pertama kalinya kita bertemu…”

Aku tidak akan pernah melupakan orang yang memiliki tanduk dikepalanya.

“Ahh, Agak sulit untuk mengenaliku saat dalam penampilan ini.”

Kata gadis itu.

“Aku naga yang kemarin, Raika”

“Ehhhhhhhhh! Tunggu, jadi kau perempuan?!”

Hal ini mengingatkanku, nama Raika (Leica) terdengar agak feminin.

Chapter Sebelumnya | Chapter Selanjutnya | Index Novel

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016