Langsung ke konten utama
Loading...

OS-Brain Bab 10: Aku Yang Tersenyum Dengan Lebar, Atau Aku Yang Menanggung Rasa Malu

Setelah pergi dari halaman SMA Fajar Biru, Nui tidak tahu harus pergi ke mana. Rencana awalnya adalah menunggu di sini sambil berlindung dari Kiki, hanya saja Nui tidak mau berlama-lama di sini. Perkataan gadis barusan membuatnya marah, namun jika bagian yang gadis itu katakan—tentang hasil ujiannya yang dilempar ke tempat sampah sebelum dibaca, maka percuma dia ada di sini.

‘Jika aku berhasil mengerjakan semua soal, aku akan berani datang ke pak Murhadi. Hanya saja karena aku hanya bisa mengerjakan dua soal, aku hanya akan mempermalukan diriku sendiri jika pergi ke sana.’

“Namun, apa tidak ada jalan lain?” gumam Nui sambil berjalan ke arah pintu gerbang.

Dia merasa kalau jika dia keluar dari gerbang yang ada di depannya, seumur hidup dia tidak akan bisa lagi masuk ke sini.

‘Mana yang lebih penting, ibuku atau rasa maluku?’

Perkataan gadis tadi membuat Nui merasa tidak enak, jika memang benar pak Murhadi melemparkan jawaban Nui ke tempat sampah maka di pengumuman jam 4 sore nanti Nui tidak akan lulus. Dia tahu dia tidak punya kesempatan, namun perkataan pak Adi memberinya harapan.

Dia mengatakan kalau soal hari ini berkali-kali lipat lebih sulit dari hari sebelumnya, dan dia berhasil mengerjakan dua soal. Jika dihitung melalui presentase, Nui yakin 60% kalau jawaban yang dia tulis itu benar.

Nui mulai mengepalkan tangannya sekeras mungkin.

Nui sudah memutuskannya.

‘Katanya pak Murhadi itu arogan kan? Artinya jika aku datang padanya dan memintanya menilai hasil jawabanku, maka itu artinya aku meremehkan penilaiannya.’

‘Jika yang dikatakan gadis itu benar bahwa pak Murhadi tidak menilai hasil ujianku, maka aku punya kesempatan untuk membalikkan keadaan. Guru profesional tidak boleh menilai seseorang yang belum dia nilai. Aku bisa memaksanya menilai dua soal yang aku kerjakan.’

Nui berbalik dan mulai berjalan dengan langkah yang cepat, tujuannya adalah ruang guru.

“Jika aku keluar dari gerbang itu hari ini, maka yang harus keluar lewat gerbang itu adalah aku yang tersenyum dengan lebar, atau aku yang menanggung rasa malu.” Gumam Nui.

###

Lani yang masih terpaku di tempat dia berdiri hanya bisa melihat Nui dari kejauhan, Nui berjalan ke pintu gerbang sampai akhirnya dia berhenti berjalan dan berdiri di sana.

Lani tidak tahu harus berkata apa, di dalam hatinya dia ingin menghentikan Nui, namun apa yang harus dia katakan padanya?

Lani tidak tahu.

Namun saat dia bingung, Nui tiba-tiba berbalik dan berjalan dengan cepat. Nui tidak jadi keluar dari area SMA Fajar Biru!

Lani melihat wajah Nui yang terlihat serius dengan juga berapi-api, matanya terlihat seperti prajurit yang siap untuk mati. Lani melihat ke mana Nui berjalan dan sadar kalau, ‘Dia pergi ke ruang guru!’

Lani tersenyum kecil, namun senyum kecilnya itu menghilang seketika. Di sudut pandangannya—di arah yang berlawanan dari Nui, dia melihat seorang petugas kebersihan yang membawa plastik sampah.

Dia tahu siapa petugas sampah itu, dia adalah petugas yang biasanya membersihkan tempat sampah di ruang guru dan tenaga administrasi.

Dia berjalan sambil bersiul dengan seragam yang berwarna hijau.

Mata Lani mulai melebar karena dia sadar jika memang itu plastik sampah yang ada di ruang guru maka otomatis hasil ujian Nui ada di situ.

Nui barusan pergi ke ruang guru karena Lani mengatakan kalau lembar jawabannya dibuang tanpa dinilai. Jadi alasan Nui ke ruang guru adalah karena lembar jawabannya!

‘Aku harus pergi mengambil soal ujian Nui!’ pikir Lani, dia merasa bersalah pada Nui, jadi dia berusaha menebus kesalahannya dengan ini.

Namun Lani mulai menggerutu, “Kenapa petugas kebersihannya mengosongkan tempat sampah di tengah hari?! Bukannya harusnya pagi atau sore?!”

Lani berlari mengejar petugas sampah itu.

###

Di sisi Lain, Nui masih berjalan dengan cepat. Dia tidak tahu di mana ruang guru berada, namun dia tahu arahnya ke mana. Di SMA Fajar Biru, bagian sekolah terbagi tiga, yaitu ruang kelas, ruang guru, staff, lab, dll, dan kemudian gedung olahraga dan lapangan.

‘Jika aku tidak tahu, maka yang harus aku lakukan adalah bertanya, tapi karena ini SMA Fajar Biru, aku yakin pembagian ruangnya rapi dan jelas, jadi dengan berjalan ke sini saja, aku akan tahu yang mana ruang guru.’

Nui berjalan sekitar satu setengah menit dan kemudian melihat sebuah papan tanda yang bertuliskan “Ruang Guru”, melihat ini Nui mulai menarik nafasnya dan memberanikan diri untuk masuk.

“Tok, tok,” Nui mulai mengetuk pintu yang sebenarnya sudah terbuka ini, namun dia tidak bisa masuk tanpa memberikan salam terlebih dahulu. Saat Nui mengetuk pintu, seketika semua orang yang ada di dalam melihat ke arah Nui.

Nui memeriksa tiap wajah yang ada di ruang tersebut sampai akhirnya seorang guru yang kira-kira berumur 27 tahun menyapanya, “Ada perlu apa ya?”

Mendengar ini Nui menarik nafasnya dan berkata, “Selamat siang pak, aku di sini ingin bertemu dengan pak Murhadi.”

“Ah, pak Murhadi,” guru tersebut menengok ke pria yang agak pendek dan gemuk, dia memiliki kumis tebal di atas bibirnya, dan rambut klimis yang terlihat kurang cocok dengan wajahnya, pria ini kira-kira berumur 40 tahun, menggunakan kemeja biru kotak-kotak dan celana hitam.

“Kamu mencariku?” tanya pria itu, “Aku Murhadi, jika tidak ada keperluan yang penting sebaiknya kamu pergi saja. Aku sedang sibuk.”

Setelah melihat Nui beberapa detik, pak Murhadi kembali melanjutkan kegiatannya, dari yang Nui lihat, pak Murhadi sedang mencatat sesuatu dari buku yang lumayan tebal, karena pak Murhadi guru, maka kemungkinan besar dia sedang mengutip atau menyiapkan sesuatu sebagai bahan ajar.

“Maaf mengganggu bapak yang sedang sibuk, hanya saja aku dengar hasil ujian saringan untuk olimpiade besok bapak yang nilai, aku juga mendengar kalau bapak sudah selesai menilainya.”

Saat Nui berjalan ke ruang guru, dia sudah memikirkan banyak kalimat yang cocok untuk membuka obrolan dengan pak Murhadi.

“Kamu orang yang mendaftar dan mengikuti ujian saringan tadi?” kata pak Murhadi sambil meletakan pulpen di mejanya dan memasang wajah yang agak kesal, “Jika kamu memang datang ke sini hanya untuk menanyakan itu, aku bisa mengatakan kalau kamu gagal! Kamu tidak berhak mengikuti olimpiade besok.”

Mendengar ini Nui sedikit kaget, namun berusaha menenangkan dirinya dan berkata, “Kalau begitu, boleh aku tahu berapa soal yang berhasil aku jawab dengan benar?”

Keadaan ini sudah disimulasikan di kepala Nui, yang perlu dia lakukan sekarang adalah mendorong pak Murhadi untuk mengakui kalau dia tidak membaca jawaban Nui dan langsung melemparnya ke tempat sampah, tentu saja Nui juga sudah memikirkan bagaimana cara mengatasi keadaan jika perkataan gadis yang tadi itu salah—kemungkinan kalau pak Murhadi tidak membuang hasil jawaban Nui dan benar-benar menilainya. Jika memang begitu, maka dia akan langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa dan mencari pak Reno.

“Siapa namamu?” tanya pak Murhadi.

Mendengar ini, Nui menjawab, “Namaku Nui.”

Mendengar ini alis pak Murhadi naik dan dengan nada yang keras dia berkata, “Nilaimu Nol! SMA Fajar Biru tidak membutuhkan anak sepertimu! Jika tidak ada yang ingin kamu tanyakan lagi pergilah dari sini! Melihat wajahmu aku jadi muak!”

“Kalau begitu-“

“Tidak ada ‘Kalau begitu’!” Potong pak Murhadi sebelum Nui berbicara, “Aku sudah melihat hasil ujian penerimaanmu, dan dengan nilaimu itu, mustahil kamu bisa mengikuti olimpiade besok! Apalagi masuk ke SMA Fajar Biru! Itu hanya mimpi dalam mimpi.” Pak Murhadi mendengus dan meneruskan perkataannya, “Segeralah pergi, atau aku tidak bisa menahan diriku dan terus memakimu!”

“Bisa aku lihat hasil ujian saringanku?” tanya Nui sambil menahan amarahnya.

“Untuk apa?!” tanya pak Murhadi, “Kamu gagal! Aku sudah mengatakannya dengan jelas padamu!” Pak Murhadi bangun dari kursinya dan berjalan ke arah Nui.

Mendengar ini Nui merasa kalau apa yang dikatakan gadis ini benar—pak Murhadi memang tidak menilai ujiannya, karena jika dia memang menilainya, harusnya perkataan Nui sangat mudah untuk di jawab, ‘Kalau begitu, dari sini aku hanya harus memaksanya mengatakan kalau dia memang tidak menilai ujianku, dari situ aku bisa membalikkan keadannya dan membuatnya menilai hasil ujianku.’

“Jika nilainya nol, aku ingin tahu di mana letak kesalahanku.”

“Semuanya salah!” kata pak Murhadi dengan nada yang tinggi, “Semua jawaban yang kamu kerjakan salah!”

“Benarkah?” tanya Nui, “Lebih detilnya di mananya pak?”

“Apa kamu tidak mendengarnya? Semuanya salah!” teriak pak Murhadi di depan wajah Nui, “Rumusnya salah, penjumlahannya salah, dan tentu saja hasilnya salah! Orang dengan otak tahu sepertimu tidak mungkin bisa menjawab soal buatan pak Reno dengan benar! Anak terbaik di sekolahmu yang namanya Kiki saja salah semua! Apalagi kamu!”

Melihat ini, guru pertama yang menyapa Nui merasa kalau pak Murhadi berlebihan dan berkata, “Pak Murhadi bi-”

Namun sebelum selesai mengatakannya, pak Murhadi berteriak, “Diamlah, Darma!”

Guru yang bernama pak Darma ini berhenti bicara.

“Aku sudah menyuruhmu untuk pergi dari sini, jadi kenapa kamu masih ada di sini?! Anak sepertimu tidak cocok ada di sini, kamu tidak cocok berada di salah satu sekolah terbaik di negeri ini! SMP tempatmu lulus adalah sekolah sampah, gurunya sampah, dan kamu—muridnya, juga sampah!”

Pak Darma yang berada di antara Nui dan pak Murhadi makin pucat.

Mendengar ini Nui mengepalkan tangannya, “Jadi bisakah bapak beri tahu, di mana letak kesalahan jawaban si murid sampah ini?” Nui menjawab perkataan pak Murhadi dengan pertanyaan sarkastik.

“Baiklah,” kata pak Murhadi dengan wajah yang arogan, “Soal nomor 1 di hasil ujianmu harusnya tidak menggunakan rumus yang kamu pakai! Bahkan anak SMP kelas 8 saja tahu akan hal ini!”

‘Skak!’ pikir Nui sambil bersorak di dalam kepalanya, ‘Jadi gadis itu benar, ternyata dia memang langsung melemparkan hasil jawabanku ke tempat sampah!’

‘Tapi aku benar-benar dalam masalah, jika aku benar-benar mempermalukan pak Murhadi sang guru profesional ini di sini, maka dia akan membenciku sampai ke tulangku yang paling dalam! Hal yang paling dibenci oleh orang arogan adalah dipermalukan orang lain, dan di sini,’ Nui melihat sekeliling, ‘Ada cukup banyak orang untuk melihat pak Murhadi dipermalukan.”

Nui menarik nafasnya sebentar, “Ekhm, bapak tahu, sebenarnya aku tidak menjawab soal nomor 1.”

Mendengar ini alis pak Murhadi bergerak naik beberapa detik, namun wajahnya tidak berubah, masih wajah marahnya itu yang dia tunjukan.

“Jadi bagaimana mungkin aku salah jika aku tidak mengerjakannya?” tambah Nui dengan nada sarkastik, Nui tahu kalau cara bicaranya ini benar-benar diluar batas, dia tahu kalau dia tidak boleh bicara seperti ini kepada orang yang lebih tua, tapi ini harus dilakukan, karena dibandingkan dengan ibunya, pak Murhadi bukanlah siapa-siapa.

“Bapak tahu, yang aku kerjakan adalah soal nomor 3 dan 10 di soal ujian paket E, jadi aku ingin tahu di mana letak kesalahan jawabanku di dua soal itu.”

Mendengar ini pak Murhadi murka!

“Apa yang kamu katakan?! Apa kamu tidak pernah diajari untuk menghormati orang tua?! Inilah maksud dari perkataanku, SMP sampah mempekerjakan guru sampah dan melahirkan murid sampah yang tidak tahu tata krama!” namun dia berhenti bicara sebentar dan mulai mengerutkan dahinya, “Kamu mengerjakan soal nomor 3 di soal ujian paket E?” pak Murhadi diam sebentar, “Hahahahaha,” namun tidak lama dia mulai tertawa terbahak-bahak.

“Kamu tahu, aku akan mengatakannya padamu, sejujurnya, aku tidak menilai hasil ujianmu. Anak yang bernama Kiki itu adalah murid terbaik di sekolahmu kan? Dan tahukah kamu? Semua jawabannya salah, jadi tidak mungkin kamu—si otak tahu—bisa mengerjakan soalnya dengan benar!”

“Bapak tidak menilai hasil ujian saringanku?” tanya Nui sambil berpura-pura tidak tahu.

“Itu benar, tapi setelah mendengar perkataanmu barusan, aku tidak perlu menilainya karena soal nomor 3 mustahil dikerjakan oleh anak sepertimu! Jangankan kamu, pak Darma yang ada di sini saja tidak mungkin bisa mengerjakannya! Jadi mana mungkin kamu bisa mengerjakannya?! Aku jamin jawabanmu nol! Karena itu segera pergi dari sini sebelum aku kehilangan kesabaranku!”

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

Kamu pikir sebejad apa saya sampai berani-berainya bikin daftar anime hentai terbaik ?

Jawabannya, tidak sebejad itu ^_^

Saya bukanlah orang (yang terlalu) mesum yang suka dengan anime hentai, saya hanya orang biasa yang berbagi informasi kepada orang-orang seperjuangan yang sedang mencari anime-anime harta karun

Informasi ini sebenarnya terlalu berharga untuk di sebarkan ke khalayak umum, tapi karena beberapa  desakan  maka saya berusaha untuk memenuhi keingin  publik dengan membuat artikel  ini

Untuk artikel kali ini, saya tidak akan membagikan cover atau gambar tentang anime yang bersangkutan, karena yahh … kalau saya pakai gambar yang “begitu” maka kemungkinan besar blog saya akan kena sanksi

Jadi maaf …

Sebelum saya mulai, saya ingin memberikan beberapa peringatan

Jika kamu adalah anak di bawah umur tolong segera pergi dari artikel iniJangan berpikir buruk terhadap saya karena membuat artikel terkutuk  ini (serius … jangan)Dan jika kamu kebetulan kenal dengan saya di dunia nyata,…

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016

Saya yakin banyak penggemar anime di dunia ini yang suka dengan anime bergenre harem.
Benar kan ??
Kamu juga suka dengan anime harem kan ?
Saya yakin begitu, karena harem adalah mimpi dan impian para laki-laki (jones) yang suka terhadap anime.
Menjadi soerang laki-laki yang selalu dikelilingi wanita cantik adalah impian setiap lelaki… Tapi karena hal ini 95 persen tidak terjadi di dunia nyata maka satu-satunya cara untuk melampiaskan impian itu adalah dengan menonton anime bergenre harem.
Dan berikut ini saya rangkum beberapa anime harem yang kemungkinan akan kamu suka.
Tapi tentu saja daftar atau list ini belum sempurna karena saya belum menonton semua anime harem yang pernah tayang.. Jadi kalau kamu tahu anime genre harem yang bagus dan belum masuk dalam list atau daftar ini tolong beri tahu saya.
#1. Saenai Heroine no Sodetakata
Anime yang pertama saya bahas dalam list kali ini adalah Saekano, anime ini merupakan salah satu harem romance yang seru untuk di tonton.

Tentu saja ada a…

TOP 82 Anime Romance Terbaik Yang Akan Mengubah Hidup Kamu!

Kamu sedang mencari anime terbaik yang memiliki genre romance ? jika benar maka kamu masuk ke tempat yang tepat. Percaya sama saya, anime yang saya sarankan di bawah ini pasti menambah arti dalam hidup kamu


Artikel yang saya buat ini adalah daftar anime romance terbaik yang saya rekomendasikan untuk kamu tonton.

20 Anime Sport Terbaik, Ter-epic, Terseru Yang Harus Kamu Tonton!

Saya sangat suka dengan anime sport.

Anime sport biasanya adalah anime jepang super seru yang mengajarkan kita untuk bekerja keras dan solidaritas antar tim.

Anime-anime genre sport biasanya menginspirasi.

Sebagai contoh, setelah saya nonton Kuroko no Basuke saya merasa pengen coba maen basket, atau setelah nonton Haikyuu! Saya pengen nyoba maen voli

(well … walaupun engga saya lakukan sihhh ^_^)

Selain memang karena ceritanya seru, biasanya anime sport juga selalu memiliki unsur komedi, jadi anime sport sama sekali engga bikin bosan.

Saya harap … setelah ini kamu mau menonton anime yang bergenre sport dan semoga setelah menonton salah satu dari anime ini, kamu mulai mau “menggerakan badan” setelah sekian lama hanya menonton anime di kamar saja.

Dan berikut ini adalah beberapa anime sport yang saya susun yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kamu.

#1. Kuroko No Basuke
Season 3 dari anime  ini baru selesai beberapa musim yang lalu dan saya yakin tidak akan ada orang yang protes kalau …

23 Daftar Anime School Terbaik Ini Harus Kamu Tonton Sekarang Agar Tidak Menyesal!

Dalam anime terdapat berbagai macam genre, ada anime action yang super keren, ada anime romance yang super mengaharukan, anime romance yang menakjubkan, anime comedy yang bikin ngakak dan masih banyak lagi. 
Salah satu genre lain yang cukup di sukai banyak penggemar anime di indonesia adalah anime yang bergenre school.

Baca Juga : Salah Satu Anime Paling Keren Di Tahun 2015
Anime bergenre school ini cukup populer di kalangan penggemar anime Jepang di Indonesia, karena kebanyakan peggemar anime di Indonesia merupakan pelajar atau mahasiswa, sehingga membuat anime bergenre school khususnya romance-school sangat di gemari.
Dikarenakan animo penggemar anime di Indonesia terhadap genre school ini semakin hari semakin bagus, kali ini saya ingin membantu para penggemar anime yang sedang mencari rekomendasi anime yang ber-genre school.

Dan dengan bahagia, saya telah menyususun daftar anime yang harus kamu tonton kalau memang kamu sedang mencari anime bergenre school.

Baca Juga : 20 Anime Sport…