Langsung ke konten utama

OS-Brain Bab 12: Aku Akan Menjamin Agar Semua Sekolah Menolakmu!

Bab 13 mungkin akan pending beberpa hari, karena mendekati hari libur, jadi saya tidak punya banyak waktu untuk menerbitkan bab selanjutnya (dan karena kemarin 12 bab diterbitkan dengan jangka waktu yang pendek, stok tulisan saya terkejar.)

###
 
Nadia mencegat Lani sambil menolak pinggangnya dan tidak lama berjalan mendekat ke arah Lani.  Tempat mereka berada sekarang adalah lorong diantara gedung asrama dan gedung olahraga, jadi tidak banyak orang yang ada di sini.

Nadia adalah teman sekelas Lani tahun lalu, dan hubungan mereka berdua tidak akrab, di kelasnya, mereka bahkan disebut minyak dan air atau es dan api, dua orang yang tidak pernah bisa akur.

‘Kenapa dia ada di sini?’ Pikir Lani, ‘Bukankah dia bilang mau pergi ke mall hari ini?’

Lani yang sedang buru-buru segera menghilangkan pemikiran itu dan berkata, “Apa maksudmu aku beruntung bisa lari? Bukannya kamu yang membiarkanku pergi?”

“Itu karena ada pengawas asrama tadi pagi! Jika dia tidak ada, maka harusnya kamu sudah bersujud di hadapanku!”

Mendengar ini wajah Lani mulai memerah karena marah, ‘Tadi pagi, kamu seenaknya memerintahku. Berkata karena ini sekolah milik ayahmu. Jadi kami—orang biasa, harus menuruti semua perkataanmu. Inilah yang aku maksud orang yang terlalu dimanjakan oleh orang tuanya! Bahkan membersihkan kamar saja tidak bisa! Namun saat pengawas asrama datang, kamu mengatakan kalau aku yang sengaja memberimu bantuan dan berkata kalau aku bisa pergi. Selain orang ini arogan, dia juga pembohong, sekaligus juga pemalas. Jika saja kamu bisa jadi ranking 1 maka setidaknya kamu memiliki dasar untuk bersikap arogan, namun selama ini nilaimu adalah yang terendah di kelas!’ Lani menggerutu di dalam kepalanya, namun dia tidak memiliki banyak waktu dan berkata:

“Aku tidak masalah bertengkar denganmu, namun aku tidak bisa melakukannya sekarang. Ada hal yang harus aku lakukan, jadi bisa menyingkir dari hadapanku?” kata Lani sambil berjalan dan berusaha melewati Nadia.

Namun Nadia sengaja menghalangi jalannya.

“Apa kamu serius mau bertengkar denganku?” tanya Lani sambil menatap wajah Nadia.

“Aku akan membiarkanmu pergi setelah minta maaf.”

“Minta maaf karena apa?” tanya Lani, “Bukankah selain aku banyak orang yang bisa kamu suruh? Aku yakin kamarmu sekarang juga sudah bersih sekarang.”

“Bukan itu,” jawab Nadia dengan tatapan dingin, “Aku ingin kamu minta maaf karena mempermalukanku. Aku ingin kamu minta maaf karena kamu berbicara seolah kamu setara denganku.”

“Apa maksudmu?” tanya Lani, “Apa ini zaman penjajahan? Apa yang membuat aku lebih rendah darimu?!”

“Apa yang membuat kamu lebih rendah dariku?” Nadia mendengus, “Pertama, ayahku pemilik sekolah ini, berkat beasiswa dari ayahku kamu bisa sekolah di sini, itu saja harusnya membuat kamu berhutang padaku.”

“Beasiswa yang aku dapat berasal dari SMA Fajar Biru secara resmi. Bukan dari ayahmu!”

“Tapi jika ayahku tidak ada, kamu tidak akan bisa sekolah di sini.” Jawab Nadia dengan senyum yang tidak terlihat kebaikannya sama sekali.

Lani tahu kalau gadis ini adalah anak dari orang yang mendirikan SMA Fajar Biru, jadi banyak orang yang tidak mau mencari masalah dengan Nadia. Nilainya tidak bagus, namun dia masih bisa mengikuti pelajaran di SMA Fajar Biru.

Hanya saja hal yang membuat Lani muak terhadap Nadia adalah sikapnya yang malas. Dia bisa saja mendapatkan nilai yang lebih baik, namun dia tidak mau melakukannya karena malas.

Dia adalah tipe orang yang sangat dibenci oleh Lani.

Karena itu, di sekolah ini hanya Lani saja yang berani pada Nadia.

“Aku tahu ayahmu yang mendirikan sekolah ini. Dan ketika kamu mengatakannya seperti itu—beasiswa yang aku dapat berasal dari ayahmu, dan jika tidak ada ayahmu maka aku tidak akan sekolah di sini—aku setuju dengan perkataanmu.”

Nadia mengangguk mendengar perkataan Lani.

“Namun bukan berarti aku berhutang pada ayahmu. Terlebih berhutang padamu!” teriak Lani sambil menunjuk ke arah Nadia.

“Jangan menunjuk padaku!” teriak Nadia, “Aku di sini bersikap baik padamu, kamu tahu itu? Kamu bisa pergi setelah minta maaf padaku. Namun kamu malah bersikap seperti ini.”

Nadia menjentikkan jarinya dan, “Byuar,” ada seseorang yang menyiram Lani dengan seember air, terlebih ini buka air biasa, baunya tidak sedap dan sepertinya air ini sudah dicampur dengan beberapa butir telur.

Nadia menjentikkan jarinya sekali lagi dan ember lain mulai menyiram tubuhnya, kali ini airnya agak kental da berwarna putih, dari kelihatannya ini adalah cat tembok!

Lani kaget dengan apa yang terjadi, dia pikir Nadia hanya sendirian, tapi siapa yang menyangka ada beberapa orang yang bersembunyi dan menyiramnya dengan air telur dan air cet!

Lani melihat ke arah orang yang menyiramnya dan menatap mereka dengan tatapan dingin. Tatapan Lani menyeramkan, sampai orang yang menyiramnya memasang wajah seperti melihat hantu! Lani sadar kalau orang-orang ini sepertinya juga dipaksa oleh Nadia.

Nadia yang ada di depannya hanya tersenyum, dan kemudian berjalan menjauh dari Lani.

“Ini pelajaran untukmu, sayangnya aku tidak bisa menemukan telur busuk, namun cet di tubuhmu itu agak susah dihilangkan.” Kata Nadia tanpa berbalik ke arah Lani.

Lani menggeritkan giginya dan ingin menampar Nadia, namun walaupun dia sering memaki dan bertengkar dengan Nadia, dia tahu kalau kekerasan di larang di SMA Fajar Biru.

‘Sial, sial, sial!’ pikir Lani, ‘Aku tidak menyangka akan seperti ini!’

Lani kembali berjalan dengan wajah yang penuh amarah, dan kali ini tempat yang dia tuju adalah kamar mandi di belakang gedung olahraga. Butuh waktu beberapa menit untuk sampai di sana karena Lani tidak berlari.

Dia meletakkan bukunya yang basah dan kemudian menyiram seluruh tubuh dan pakaiannya.

‘Semua keributan tadi membuang waktuku!’ pikir Lani sambil membilas tubuhnya, bau dan cet-nya tidak mudah hilang, jadi tubuh Lani tidak akan bersih kalau Lani tidak mandi menggunakan sabun.

Sambil membilas tubuhnya, dia ingat tentang Nui, orang ini kemungkinan berbeda dengan Nadia.

Sumber amarah Lani hari ini adalah Nadia, namun dia melampiaskannya ke Nui, dia merasa bersalah dan ingin segera mengambil lembar jawaban yang dibuang pak Murhadi ke tempat sampah dan bergegas membersihkan pakaiannya.

Setelah selesai membersihkan pakaiannya, dia berlari ke asrama dan mengganti pakaiannya, dan setelah selesai mengganti pakaiannya, Lani kembali berlari ke belakang gedung sekolah.

Namun sebelum sampai dia sudah melihat asap yang mengepul di belakang sekolah.

‘Gawat!’

Saat sampai, dia melihat pak Emin yang sedang berdiam diri, Lani berteriak kepada pak Emin dari kejauhan, “Pak Emin!”

“Ah?” pak Emin menengok ke arah Lani dan bertanya, “Ada apa?”

“Apa bapak sudah selesai membakar sampahnya?!” kata Lani dengan wajah yang panik.

“Ah? Begitulah,” kata pak Emin dengan santainya, dia berpikir sebentar dan setelah “Oh” yang panjang, dia berkata, “Kamu tidak perlu khawatir. Sampah yang bapak bakar di sini bukan sampah dari asrama. Tapi sampah dari ruang guru. Jadi kalau da barang kamu yang terbuang, yang harus kamu temui adalah pak Febri.”

“Aku sudah tahu hal itu!” jawab Lani setengah berteriak, “Apa bapak benar-benar sudah membakar semua sampahnya?! Ada hal penting di sana!”

Melihat Lani yang terlihat panik pak Emin mengangguk, “Aku sudah membakar semua sampahnya.”

Lani melihat ke tungku pembakaran dan mengepalkan tangannya dengan keras.

“Aku telat.” Gumam Lani.

###

Di sisi lain, Nui berpikir bagaimana cara membalikkan keadaan ini. Ambil kertas, tulis soal ujian saringannya dan mengerjakannya sekarang? Nui bisa melakukan itu.

Dia diam sebentar dan berusaha membuka fitur [Eksplor] dan [Cari] di OS-Brain dengan kepalanya, dia masuk ke Data: D dan menyortir file gambar hari ini, tidak butuh waktu lama sampai akhirnya gambar dan video tentang soal ujian saringan tadi pagi muncul di depan mata Nui.

Ini pertama kalinya Nui menggunakan dua fitur di OS-Brain, dan dia cukup senang dengan hal ini!

Namun setelah Nui menulis soal dan jawabannya, apa pak Murhadi mau menilainya? Dilihat dari cara dia berbicara, Nui tahu kalau pak Murhadi adalah orang yang keras kepala, sekali dia memutuskan sesuatu, kemungkinan tidak banyak orang yang bisa mengubah pikirannya.

Namun Nui sadar kalau barusan dia berhasil mengubah pikiran pak Murhadi!

Awalnya pak Murhadi tidak mau menilai hasil jawaban Nui, namun beberapa saat yang lalu, dia berniat menilainya!

Nui dengan cepat melakukan analisis dan sadar akan sesuatu yang sangat mendasar, dia tahu sifat orang arogan yang bisa dimanfaatkan!

‘Orang yang arogan biasanya orang yang hebat dalam bidang tertentu. Mereka mengerti dengan kemampuannya dan percaya kalau mereka adalah yang terhebat di bidangnya. Kelemahan orang ini adalah hinaan, tantangan, dan taruhan!’

Nui mengepalkan tangannya.

“Pak Murhadi,” dia berbicara dengan lembut.

Mendengar ini pak Murhadi melihat Nui dan berkata, “Ada apa lagi? Mau sampai kapan kamu diam di situ! Ini ruang guru, dan keberadaanmu mengganggu kinerja kami!”

“Aku akan pergi,” jawab Nui, “Namun setelah bapak menilai hasil ujian saringanku. Aku tidak peduli kalau aku tidak bisa mengikuti olimpiade besok. Aku hanya ingin bapak menilai hasil kerja kerasku.”

Nui mengatakan ini dengan senyum di wajahnya, namun di dalam hatinya, dia berpikir sebaliknya. Dia tidak peduli apa pun yang terjadi pada dirinya hari ini, yang penting dia bisa mendapatkan kesempatan untuk masuk ke SMA Fajar Biru, dan salah satu kesempatan yang paling besar kesempatannya adalah olimpiade besok! Bahkan jika dua soal yang Nui kerjakan dibuat oleh pak Reno, tidak ada kepastian Nui akan masuk hanya karena mengerjakan dua soal tersebut, ditambah, dengan argumen Nui yang tadi, jika dia bisa membuktikan kalau dia layak mengikuti olimpiade besok, maka tidak ada orang yang bisa menghentikan Nui.

“Aku-” pak Murhadi berniat membalas perkataan Nui, namun Nui memotongnya.

“Bapak tidak sudi? Aku sudah mendengar itu berkali-kali,” senyum hilang dari wajah Nui, dia kemudian bertanya pada pak Murhadi, “Kata bapak soal nomor 3 paket E itu lumayan sulit kan, sampai pak Darma saja mungkin tidak bisa menjawabnya.”

Mendengar ini pak Murhadi tidak mengatakan apa-apa.

“Kalau begitu,” terus Nui, “Bagaimana dengan bapak, apa menurut bapak soal itu sulit?”

Mendengar ini wajah pak Murhadi yang awalnya mulai tenang kembali berwarna merah, pak Murhadi adalah guru, jadi tentu saja dia tidak bodoh. Cara Nui berbicara dan menyampaikan kalimat itu terdengar jelas sebagai tantangan bagi pak Murhadi!

Alis pak Murhadi naik dan dengan wajah yang marah dia menggebrak meja, “Apa kamu meremehkanku?!” pak Murhadi melotot sampai bola matanya terlihat bisa melompat kapan saja.

Semua orang di ruang guru mulai melihat ke arah Nui dan pak Murhadi, pak Darma pucat dan tentu saja ingin menghentikan hal yang terjadi di depan matanya. Namun dia tidak berani karena melihat wajah pak Murhadi yang benar-benar murka. Pak Darma adalah seorang guru, jadi kadang dia harus memihak pada muridnya, dia juga berpikir sebenarnya permintaan Nui bukanlah hal yang lancang karena pak Murhadi memang membuang hasil jawabannya tanpa menilainya. Namun sekarang dia juga tidak bisa memihak pada Nui yang jelas-jelas menantang pak Murhadi.

Semua orang khawatir dengan perkataan Nui. Namun Nui tidak berhenti. dengan wajah yang sedikit gugup namun terlihat yakin, Nui kembali menjatuhkan bom di ruangan ini, “Iya, aku meremehkan bapak.”

Mendengar ini wajah pak Murhadi terlihat hijau! Semua guru kaget dan panik karena melihat seorang anak yang terang-terangan menantang seorang guru!

Nui berpikir jika dia pulang ke rumah dan ibunya tahu akan hal ini, maka ibunya akan menghajar Nui habis-habisan. Nui tahu guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan dia harus menghormati mereka, namun hari ini Nui malah menginjak-injak harga diri seorang guru. Terlebih dia guru matematika yang dihormati dan mengajar di SMA yang juga dihormati.

“Dasar kurang ajar!” Pak Murhadi berjalan ke arah Nui dan menampar Nui, “Plak”, suara pipi Nui yang ditampar oleh pak Murhadi menggema di ruang guru.

Ada tanda merah di pipi Nui, dan telapak tangan pak Murhadi juga merah. Nui sedikit goyah karena tamparan pak Murhadi namun dengan mata yang menatap pak Murhadi, dia berusaha untuk menyeimbangkan dirinya.

Nui merasa pipinya panas, namun menahan diri untuk tidak menyentuhnya, “Jika bapak mengerjakan soal nomor 3 di soal paket E, butuh berapa lama bagi bapak untuk mengerjakannya?”

Mendengar ini semua orang kembali panik!

Setelah ditampar, Nui tidak minta maaf dan kembali ke topik semula! Ini sama saja melemparkan bensin ke api yang sudah berkobar!

Pak Murhadi masih dengan wajah yang murka kembali berniat menampar Nui, namun kali ini pak Darma menghentikan pak Murhadi dengan cara menangkap tangannya, “Tenanglah pak Murhadi, aku tahu dia kurang ajar. Tapi menampar seorang anak karena emosi itu-”

“Diamlah!” pak Murhadi memotong perkataan pak Darma, “Aku benar-benar muak dengan anak ini! Tidak hanya dia bersikap lancang padaku, dia juga merendahkanku sebagai guru! Anak ini perlu dididik dengan cara yang keras! Aku perlu mengukir pelajaran ini ke tulangnya!”

Pak Murhadi kemudian mengayunkan tangannya dan tangannya lepas dari pak Darma, saat dia berusaha menampar Nui, Nui berkata, “Uwwah, bapak adalah guru yang hebat! Bapak tahu? Ibuku berkata pendidikan zaman dahulu itu lebih baik dari zaman sekarang karena gurunya berani menghukum muridnya dengan keras!” kata Nui dengan nada sarkastik.

Mendengar ini pak Murhadi tahu maksud Nui, Nui secara tidak langsung mengatakan cara mendidik pak Murhadi itu sama dengan guru zaman dahulu. Di zaman sekarang, guru yang memukul muridnya adalah guru yang tidak kompeten!

“Jika bapak bisa membuktikan kalau bapak juga hebat dalam penguasaan materi—misalnya membuktikan dengan cara menyelesaikan soal yang sulit, atau memberikanku soal yang sulit—” Nui melihat ke arah pak Murhadi sambil berpura-pura mendengus, “Maka bapak bisa menyabet gelar guru terbaik di zaman ini!”

Seumur hidup, Nui baru pertama kali berkata tidak sopan seperti itu!

Jika semua kenalan Nui ditanya anak seperti apa Nui itu, maka semua orang akan menjawab kalau Nui adalah anak yang baik dan sangat sopan, namun hari ini Nui berubah 180 derajat menjadi anak yang berani menghina seorang guru!

Semua ini dia lakukan karena dia tidak punya pilihan lain! Saat seekor tikus terpojok, maka tikus tersebut tidak akan segan-segan untuk menggigit!

Nui merasa sangat percaya diri sekarang.

Saat pagi hari, dia masih harus kabur dari Kiki, namun saat dia berdebat dengan Lani, dia bisa bicara dengan lancar. Sekarang, Nui bahkan bisa menghina seorang guru. Ini sebenarnya bukan hal yang bisa dibanggakan, namun perubahan ini bagaikan pedang bermata dua, dengan sikap ini Nui mungkin bisa mendapatkan kesempatan emas untuk masuk ke SMA Fajar Biru.

Nui bertanya-tanya apakah ini efek dari OS-Brain.

Setelah beberapa detik memikirkan hal ini, Nui sadar akan sesuatu, yaitu OS-Brain bekerja secara bertahap!

Nui ingat saat mengerjakan soal nomor 3, awalnya sangat sulit untuk mengerjakan soal tersebut, namun seiring waktu, soal tersebut makin lama makin mudah dimengerti oleh Nui, Nui berpikir OS-Brain butuh waktu untuk  menyesuaikan diri dengan otaknya.

Perubahan sikap Nui juga bisa dijelaskan jika memang OS-Brain bekerja secara bertahap.

Pak Murhadi yang sudah murka mulai berteriak, “Baiklah! Kalau kamu memang ingin bertengkar denganku, akan aku layani secara jantan sebagai guru matematika!”

“Jika kamu bisa mengerjakan soal yang aku siapkan, maka aku akan bersujud padamu! Namun jika kamu kalah, maka jangan harap kamu bisa masuk ke SMA mana pun di indonesia! Aku akan menjamin agar semua sekolah menolakmu!”

Mendengar ini Nui bersorak di dalam kepalanya.

Dia berhasil memancing pak Murhadi!

Ini kemajuan besar, karena jika ini Nui yang kemarin, jangankan berhasil memancing emosi pak Murhadi, memikirkan cara untuk memancing emosi pak Murhadi saja sangat mustahil baginya, apalagi mengeksekusi rencananya.

===
Emm, setelah membaca beberapa kali, saya merasa konflik Lani dan Nadia kayak sinetron Indonesia! Tapi tenang saja, saya tidak akan membiarkan karakter utama wanita di cerita ini bersikap layaknya karakter di sinetron indonesia! Karena seperti yang saya bilang, nanti cerita ini akan ada genre Action dan Super Power-nya.

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

Kamu pikir sebejad apa saya sampai berani-berainya bikin daftar anime hentai terbaik ?

Jawabannya, tidak sebejad itu ^_^

Saya bukanlah orang (yang terlalu) mesum yang suka dengan anime hentai, saya hanya orang biasa yang berbagi informasi kepada orang-orang seperjuangan yang sedang mencari anime-anime harta karun

Informasi ini sebenarnya terlalu berharga untuk di sebarkan ke khalayak umum, tapi karena beberapa  desakan  maka saya berusaha untuk memenuhi keingin  publik dengan membuat artikel  ini

Untuk artikel kali ini, saya tidak akan membagikan cover atau gambar tentang anime yang bersangkutan, karena yahh … kalau saya pakai gambar yang “begitu” maka kemungkinan besar blog saya akan kena sanksi

Jadi maaf …

Sebelum saya mulai, saya ingin memberikan beberapa peringatan

Jika kamu adalah anak di bawah umur tolong segera pergi dari artikel iniJangan berpikir buruk terhadap saya karena membuat artikel terkutuk  ini (serius … jangan)Dan jika kamu kebetulan kenal dengan saya di dunia nyata,…

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016

Saya yakin banyak penggemar anime di dunia ini yang suka dengan anime bergenre harem.
Benar kan ??
Kamu juga suka dengan anime harem kan ?
Saya yakin begitu, karena harem adalah mimpi dan impian para laki-laki (jones) yang suka terhadap anime.
Menjadi soerang laki-laki yang selalu dikelilingi wanita cantik adalah impian setiap lelaki… Tapi karena hal ini 95 persen tidak terjadi di dunia nyata maka satu-satunya cara untuk melampiaskan impian itu adalah dengan menonton anime bergenre harem.
Dan berikut ini saya rangkum beberapa anime harem yang kemungkinan akan kamu suka.
Tapi tentu saja daftar atau list ini belum sempurna karena saya belum menonton semua anime harem yang pernah tayang.. Jadi kalau kamu tahu anime genre harem yang bagus dan belum masuk dalam list atau daftar ini tolong beri tahu saya.
#1. Saenai Heroine no Sodetakata
Anime yang pertama saya bahas dalam list kali ini adalah Saekano, anime ini merupakan salah satu harem romance yang seru untuk di tonton.

Tentu saja ada a…

TOP 82 Anime Romance Terbaik Yang Akan Mengubah Hidup Kamu!

Kamu sedang mencari anime terbaik yang memiliki genre romance ? jika benar maka kamu masuk ke tempat yang tepat. Percaya sama saya, anime yang saya sarankan di bawah ini pasti menambah arti dalam hidup kamu


Artikel yang saya buat ini adalah daftar anime romance terbaik yang saya rekomendasikan untuk kamu tonton.

23 Daftar Anime School Terbaik Ini Harus Kamu Tonton Sekarang Agar Tidak Menyesal!

Dalam anime terdapat berbagai macam genre, ada anime action yang super keren, ada anime romance yang super mengaharukan, anime romance yang menakjubkan, anime comedy yang bikin ngakak dan masih banyak lagi. 
Salah satu genre lain yang cukup di sukai banyak penggemar anime di indonesia adalah anime yang bergenre school.

Baca Juga : Salah Satu Anime Paling Keren Di Tahun 2015
Anime bergenre school ini cukup populer di kalangan penggemar anime Jepang di Indonesia, karena kebanyakan peggemar anime di Indonesia merupakan pelajar atau mahasiswa, sehingga membuat anime bergenre school khususnya romance-school sangat di gemari.
Dikarenakan animo penggemar anime di Indonesia terhadap genre school ini semakin hari semakin bagus, kali ini saya ingin membantu para penggemar anime yang sedang mencari rekomendasi anime yang ber-genre school.

Dan dengan bahagia, saya telah menyususun daftar anime yang harus kamu tonton kalau memang kamu sedang mencari anime bergenre school.

Baca Juga : 20 Anime Sport…

20 Anime Sport Terbaik, Ter-epic, Terseru Yang Harus Kamu Tonton!

Saya sangat suka dengan anime sport.

Anime sport biasanya adalah anime jepang super seru yang mengajarkan kita untuk bekerja keras dan solidaritas antar tim.

Anime-anime genre sport biasanya menginspirasi.

Sebagai contoh, setelah saya nonton Kuroko no Basuke saya merasa pengen coba maen basket, atau setelah nonton Haikyuu! Saya pengen nyoba maen voli

(well … walaupun engga saya lakukan sihhh ^_^)

Selain memang karena ceritanya seru, biasanya anime sport juga selalu memiliki unsur komedi, jadi anime sport sama sekali engga bikin bosan.

Saya harap … setelah ini kamu mau menonton anime yang bergenre sport dan semoga setelah menonton salah satu dari anime ini, kamu mulai mau “menggerakan badan” setelah sekian lama hanya menonton anime di kamar saja.

Dan berikut ini adalah beberapa anime sport yang saya susun yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kamu.

#1. Kuroko No Basuke
Season 3 dari anime  ini baru selesai beberapa musim yang lalu dan saya yakin tidak akan ada orang yang protes kalau …