Langsung ke konten utama

OS-Brain Bab 5: Apa Yang Kamu Tunggu, Ayo Masuk

Kalau ini olimpiade biasa, pendaftaran akan ditutup beberapa hari sebelum olimpiade dimulai, namun karena ini SMA Fajar Biru, sekolah terbaik dari segi kualitas, maka staff administrasi di sana juga berkualitas. Nui tidak tahu, tapi sepertinya mereka tidak kesulitan dalam pengadaan soal dan lainnya.

Nui memakai celana hitam dengan kain standar yang biasa dipakai anak sekolah, Nui kemudian memakai t-shirt pendek berwarna merah dan putih, hari ini agak mendung, jadi Nui menggunakan jaket berwarna coklat.

Pakaian ini biasanya dipakai Nui satu set.

Celana hitam ini pemberian paman Nui, jaket coklatnya pemberian sepupu Nui, dan t-shirt yang dia pakai dia dapat setahun lalu saat ada diskon besar-besaran.

Dengan menggunakan sandal Eiger yang juga pemberian sepupunya, Nui berangkat ke SMA Fajar Biru.

Setelah berjalan satu kilometer dia akhirnya sampai di SMA Fajar Biru, hari ini tidak seramai kemarin, namun Nui tetap melihat banyak orang yang mondar-mandir.

Kebanyakan orang yang mondar-mandir memakai tanda pengenal berwarna kuning, kemungkinan mereka panitia olimpiade. Ada juga beberapa orang yang terlihat seumuran Nui berkumpul dan foto-foto bersama, kemungkinan mereka adalah anak yang akan mengikuti olimpiade besok.

Karena walaupun olimpiade ini bukan olimpiade nasional, tapi sekalanya berskala nasional, banyak anak dari luar kota dan pulau datang ke sini, namun mereka tidak perlu membayar biaya akomodasi karena SMA Fajar Biru juga menyediakan kamar untuk tamu + makan siang dan makan malam.

‘Benar-benar sekolah yang dermawan,’ pikir Nui.

Nui bergegas menuju ke tempat pendaftaran olimpiade. Kalau tidak salah tempat pendaftarannya ada di dekat kantor administrasi. Setelah beberapa saat mencari Nui bisa melihat tanda “Tempat Pendaftaran Olimpiade Matematika” dan segera masuk ke ruangan itu.

Karena hari ini hari terakhir, Nui berpikir tidak ada lagi orang yang akan mendaftar, namun berbeda dengan pemikiran Nui-

“Aku tidak terima ini! Aku yakin bapak sengaja memberikanku soal yang sulit agar aku tidak bisa mengikuti olimpiade!”

-ada tiga orang di ruangan ini. Yang satu anak dengan rambut yang sedikit ikal sedang berteriak ke panitia pendaftaran yang duduk di belakang meja. Di belakang anak itu, ada anak lain yang tubuhnya agak gemuk dan tidak jauh dari anak gemuk itu ada anak yang terlihat pendek dan memiliki otot yang kekar.

 “Kami memang memberikan soal yang berbeda-beda ke tiap orang,” kata panitia pendaftaran, “Namun kami berani jamin tingkat kesulitan tiap soal itu sama.”

“Aku tidak percaya!” kata anak berambut ikal itu sambil menggerbak meja.

‘Tunggu, aku tahu anak itu. Dia Kiki!’

Nui secara refleks menyingkir dari pintu masuk dan kabur dari ruang pendaftaran.

‘Apa yang sedang dia lakukan di situ?’

Tiga tahun di kelas yang sama, Kiki adalah anak yang sering disebut “Anak Emas”, alasannya sederhana, karena di seluruh angkatan dia adalah yang terbaik dari segi nilai. Dia akan jadi tauladan asalkan sikapnya tidak temperamen. Normalnya anak yang pintar adalah anak yang mengikuti aturan, tapi Kiki tidak begitu. Dia preman di sekolah!

Tiga tahun di SMP yang sama, Nui sudah muak ditindas setiap hari oleh Kiki dan teman-temannya. Dipalak juga sudah jadi makanan sehari-hari Nui.

Namun Nui berpikir penderitaannya itu akan berakhir setelah lulus SMP, tidak pernah terpikirkan di benaknya kalau Nui akan bertemu dengan Kiki di sini!

‘Dia mau ikut olimpiade? Untuk apa? Aku dengar dia sudah diterima di SMA Negeri.’

Namun sebelum Nui berhasil menyimpulkan sesuatu Kiki kembali menggebrak mejanya.

“Aku minta soal lain!” teriak Kiki, “Tidak mungkin aku yang jenius ini tidak bisa mengerjakan soal percobaan seperti ini!”

Nui bisa mendengar suara panitia yang kemungkinan berusia 21 tahun itu menghela nafas, Nui mengintip dari jendela dan melihat kalau panitia itu menyerahkan kertas ujian lain ke Kiki.

“Berikan soal lain juga pada teman-temanku!” teriak Kiki.

Kali ini sang panitia pendaftaran tidak berkata apa-apa lagi dan memberikan dua buah soal lain untuk teman Kiki, yang gemuk bernama Feri dan yang satu lagi bernama Andre.

Mereka menerima secarik kertas dan segera duduk di kursi yang sudah disediakan di ruangan pendaftaran.

‘Jadi olimpiade ini ada tes saringannya?’ pikir Nui, ‘Aku baru dengar!’

Karena ini ruang pendaftaran olimpiade, tentu saja ujian yang diselenggarakan di ruangan ini adalah ujian saringan untuk olimpiade.

Dia tidak tahu kalau olimpiade ini ada tes saringannya, karena di website tertulis keterangan kalau semua orang bisa mendaftar. Namun kalau dipikir-pikir, ini wajar, SMA Fajar Biru tidak boleh membuang-buang waktu dan tenaga demi menyiapkan soal untuk orang yang tidak bisa mengerjakannya. Walaupun ini agak bentrok dengan pemikiran awal Nui yang menanggap kalau SMA Fajar Biru bisa dengan mudah mengadakan soal dan kelengkapan olimpiade lainnya.

‘Apa yang harus aku lakukan? Aku ingin masuk dan segera mengerjakan soalnya, namun masih ada Kiki di sana.’ Nui berpikir sebentar sampai akhirnya mendapatkan kesimpulan, ‘Aku akan menunggu sampai mereka selesai. Entah apa yang akan terjadi jika Kiki melihatku di sini dengan mood yang buruk seperti itu.’

Nui memutuskan untuk pergi ke halaman sekolah dan duduk di sana, namun tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh pundak Nui dan bicara padanya, “Kamu mau daftar juga?”

Nui membalikkan badannya dan melihat sang panitia pendaftaran, ‘Sial!’, namun tetap mengangguk karena memang itu tujuan dia datang kemarin.

“Kalau begitu silakan masuk, kebetulan ada tiga orang yang mengerjakan tes saringan,” kata sang panitia pendaftaran dengan senyumannya, “Aku juga pernah mengalaminya. Mengerjakan tes sendirian itu membuatku gugup setengah mati. Kamu beruntung karena memiliki tiga teman di sini.”

Beruntung? Dia akan beruntung kalau tidak ada Kiki di sini. Kiki sering menghajar dan memalak Nui, bagi Nui bertemu dengannya saja sudah jadi alasan yang cukup untuk kabur.

“Apa yang kamu tunggu, ayo masuk,” kata sang panitia pendaftaran sambil menarik Nui.

Saat dia masuk ke ruangannya, seketika Kiki, Feri dan Andre melihat ke arah Nui. Andre dan Feri tersenyum dan mengejek Nui. Sedangkan Kiki mengerutkan dahinya dengan wajah yang benar-benar menyeramkan.

“Ini soalmu, waktumu 30 menit, kerjakan 10 soal ini.”

Nui mengambil soalnya dan duduk di pojok ruangan. Dia tidak berani duduk dekat Kiki CS, jadi dia duduk di pojokan.

‘Tapi kenapa Kiki mengikuti olimpiade ini? Jangan katakan kalau dia juga mau masuk ke SMA Fajar Biru?! Dia sudah berhasil masuk ke SMA Negeri, jadi kenapa dia mau repot-repot masuk ke sini?’ Nui berhenti sebentar, ‘Tapi sekarang bukan waktunya memikirkan itu, secarik kertas yang ada di hadapanku ini bisa menjadi kunci suksesku di masa depan!’

Nui mulai melihat soalnya. Satu detik, dua detik, dia melihat soal nomor satu dan mulai mengerutkan dahinya.

###

Di ruang guru.

Seseorang yang bernama Murhadi—guru matematika di SMA Fajar Biru tertawa terbahak-bahak sambil memegang kertas ujian.

“Ahahahaha~”

“Ada apa pak Murhadi, sampai tertawa seperti itu,” kata seorang guru Bahasa Inggris yang namanya Nina.

“Tidak,” kata pak Murahdi, “Hanya saja anak ini benar-benar punya otak yang terbuat dari tahu.” Dia mulai tersenyum geli dan melihat ke lembar jawaban yang dia pegang.

“Seumur hidup aku baru mendapatkan nilai seperti ini di ujian penerimaan siswa baru. Aku tidak tahu dia terlalu bodoh untuk mengerti kalau SMA Fajar Biru bukan untuk orang seperti dia, atau dia memang meremehkan pendidikan di sekolah kita, tapi tiap jawabannya benar-benar ngaco dan membuatku geli sendiri.”

Nina ingin tahu jawaban seperti pa yang membuat pak Murhadi tertawa terbahak-bahak dan berusaha mengintip jawabannya.

“Ini kan?”

Nina tidak terlalu pandai dalam matematika, namun dengan penilaiannya, mustahil anak ini mendapatkan nilai 10 dari 100. Jawabannya ngawur, menggunakan rumus yang salah dengan perhitungan yang juga salah.

Dia tidak merasa ini lucu, namun dia tahu kalau anak dengan kemampuan seperti ini ... akan kalah bahkan jika ditandingkan dengan anak kelas 7 SMP yang benar-benar mengerti dengan pelajaran.

Namun perhatian Nina teralihkan saat mendengar seseorang mengeluh.

“Ahh, ini merepotkan.” Kata seorang pria bernama Darma yang ada di satu ruangan dengan Nina dan Murahdi.

“Ah, Darma, aku tidak tahu kamu ada di situ. Aku tidak melihatmu masuk.” Kata pak Murhadi.

“Aku belum pulang.” Gumam pak Darma.

“Ahahaha,” pak Murhadi kembali tertawa. “Begitu, yah~    , namanya juga panitia olimpiade, jadi wajar saja kalau kamu masih sibuk.”

Pak Darma menghela nafas dan berkata, “Olimpiade matematika tahun ini benar-benar menguras tenagaku. Aku tidak tahu kalau pak Reno itu orang yang sadis.”

“Kepala sekolah baru biasanya memang membawa kebijakan baru,” kata ibu Nina. “Dan aku pikir menyebut pak Reno sadis hanya karena membuatmu lembur itu tidak terlalu tepat.”

“Siapa yang bilang kalau pak Reno sadis padaku,” kata pak Darma dengan wajah yang serius, “Dia sadis pada peserta olimpiade tahun ini, dibandingkan tahun lalu, soal sekarang beberapa level lebih tinggi. Mahasiswa yang baru masuk kuliah jurusan matematika saja mungkin tidak bisa mengerjakannya.”

“Sesulit itu?” tanya ibu Nina.

“Sesulit itu!” jawab pak Darma, “Ditambah dia mengubahnya di saat-saat terakhir, bahkan soal untuk ujian saringan saja sulitnya luar biasa. Aku saja tidak bisa mengerjakannya.” Kata pak Darma.

“Itu wajar karena kamu bukan guru matematika,” potong pak Murahdi. “Bisa aku lihat soalnya?”

Pak Darma mengambil sampel soal yang ada di mejanya dan memberikannya ke pak Murahdi, setelah beberapa saat membaca, pak Murhadi mulai berwajah serius.

“Soalnya lumayan, tahun ini benar-benar tidak ada kesempatan bagi para The Fallen.”

“The Fallen?” tanya ibu Nina dengan wajah yang terlihat bingung.

“Ah, istilah ini mungkin masih asing bagi ibu yang baru masuk tahun ini,” sela pak Darma, “Namun tiap tahun ada banyak anak yang gagal di ujian masuk dan mencoba peruntungannya di olimpiade matematika. Biasanya tiap tahun ada satu atau dua anak yang gagal di ujian masuk diterima karena olimpiade ini. Nilai yang dihitung untuk ujian penerimaan adalah nilai rata-rata tiap pelajaran yang diujikan. Jadi anak yang pintar di matematika namun lemah di pelajaran lain banyak yang gagal. Namun karena ini olimpiade matematika, maka hanya matematika saja yang diujikan. Jadi para The Fallen punya kesempatan untuk masuk ke SMA Fajar Biru”

Setelah mendengar penjelasan pak Darma ibu Nina mulai mengerti dengan istilah The Fallen, orang-orang yang gagal di ujian penerimaan.

“Tapi bukannya hanya yang menang olimpiade saja yang diterima?” tanya ibu Nina. “Kalau para The Fallen itu gagal di ujian penerimaan, maka akan sulit bagi mereka untuk jadi juara olimpiade matematika di sekolah kita.”

“Di pengumuman memang tertulis seperti itu—juara olimpiade bisa masuk ke SMA Fajar biru,” jawab pak Murahdi, “Namun bukan berarti tidak ada pengecualian. Yang jadi juara adalah anak yang terbaik. Namun bukan berarti juara dua dan tiga itu buruk. Sebagai lembaga pendidikan ada dua hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu input dan proses mengajar--input yang aku maksud di sini adalah para siswa,” pak Murahdi diam sebentar, “Jika inputnya bagus dan prosesnya bagus maka outputnya juga bagus. Kita tidak bisa mengabaikan benih-benih siswa yang berbakat hanya karena dia gagal menjadi juara satu di olimpiade matematika. Aku baru ingat tahun kemarin juga ada anak yang masuk karena hal ini.”

“Benarkah?” tanya ibu Nina.

“Tahun lalu ada 4 orang yang masuk lewat jalur olimpiade,” potong pak Darma.

“Begitu,” jawab ibu Nani sambil berpikir. Bisanya juara 4 tidak termasuk juara, namun jika memang anak itu mampu, maka SMA Fajar Biru tidak punya alasan untuk tidak menerimanya. Ibu Nina menyimpulkan begitu, namun pak Darma dan pak Murhadi tidak menyebutkan kalau anak keempat adalah juara 4.

Pak Murahdi berbicara panjang lebar ke ibu Nina sambil membaca beberapa soal yang diserahkan oleh pak Darma, sampai akhirnya pak Murhadi sampai di soal yang membuat dia mengerutkan dahinya. Melihat ini pak Darma dan ibu Nina penasaran dengan soal apa yang dia lihat.

Pak Darma memberanikan diri untuk bertanya, “Ada apa pak Murhadi? Apa soalnya ada yang salah?”

“Tidak, soalnya tidak ada yang salah,” jawab pak Murhadi, “Hanya saja soal saringan olimpiade, soal yang nomor 3 di paket soal E ini, aku tidak bisa menjawabnya jika hanya diberi waktu 30 menit.”

“Sesulit itu?” tanya pak Darma.

“Begitulah, kemungkinan ini soal jebakan,” kata pak Murhadi sambil meletakkan sampel soal di atas mejanya, “Soal ini terlihat sederhana, namun semakin dicari jawabannya, maka semakin rumit rumus yang harus digunakan.” Pak Murhadi diam sebentar, “Aku setuju dengan perkataan Darma barusan.”

Pak Murhadi yang sudah senior, tentu saja tidak perlu memanggil pak Darma terlalu sopan. Mendengar ini pak Darma bertanya-tanya perkataannya yang mana yang disetujui oleh pak Murhadi.

Melihat ini pak Murhadi tiba-tiba berkata, “Pak Reno benar-benar sadis!”

###

Di ruang pendaftaran/ujian saringan untuk mengikuti olimpiade matematika, Nui kebingungan dengan soal yang dia lihat.

‘Soalnya sulit! Aku pikir dengan OS-Brain aku punya kesempatan. Tapi sepertinya aku terlalu meremehkan olimpiade matematika ini!’

‘Tidak, aku terlalu meninggikan diriku!’ pikir Nui, ‘Siapa yang sangka soal saringan saja sesulit ini. Jika soal saringan saja seperti ini, soal macam apa yang diujikan di olimpiade?’

Nui mulai panik melihat soal yang benar-benar asing baginya.

Awalnya dia berpikir mungkin hanya satu atau dua soal saja yang sulit. Tidak pernah dia terbersit di kepalanya kalau semua soalnya akan sulit!

Setelah selesai melihat semua soalnya, Dia kembali melihat ke soal nomor 1, Nui mulai mengerutkan dahinya dan berpikir bagaimana cara mengerjakan soal ini. Namun sekeras apa pun roda gigi di kepalanya berputar, Nui tidak tahu bagaimana cara untuk mengerjakan soal ini.

Namun karena waktunya terbatas Nui tidak boleh terpaku di satu soal saja.

Nui akhirnya loncat ke soal nomor 2, namun sama seperti soal yang pertama, soal nomor dua juga sulit.

Panik, Nui mulai melihat sekeliling dan melihat Kiki CS sedang mengerjakan soal di depan mereka dengan lancar.

Melihat para preman yang mengerjakan soal yang sulit ini, Nui mengambil membulatkan tekadnya untuk mengerjakan soal ini. Nui berpikir bahkan kalau pun dia gagal lagi di ujian saringan ini, Nui akan berusaha mengerjakan tiap soal yang ada. Jika dia tidak bisa mengerjakan semuanya, maka minimal dia harus selesai mengerjakan satu soal.

Sepuluh soal esay ini akan Nui kerjakan semaksimal mungkin!

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

Kamu pikir sebejad apa saya sampai berani-berainya bikin daftar anime hentai terbaik ?

Jawabannya, tidak sebejad itu ^_^

Saya bukanlah orang (yang terlalu) mesum yang suka dengan anime hentai, saya hanya orang biasa yang berbagi informasi kepada orang-orang seperjuangan yang sedang mencari anime-anime harta karun

Informasi ini sebenarnya terlalu berharga untuk di sebarkan ke khalayak umum, tapi karena beberapa  desakan  maka saya berusaha untuk memenuhi keingin  publik dengan membuat artikel  ini

Untuk artikel kali ini, saya tidak akan membagikan cover atau gambar tentang anime yang bersangkutan, karena yahh … kalau saya pakai gambar yang “begitu” maka kemungkinan besar blog saya akan kena sanksi

Jadi maaf …

Sebelum saya mulai, saya ingin memberikan beberapa peringatan

Jika kamu adalah anak di bawah umur tolong segera pergi dari artikel iniJangan berpikir buruk terhadap saya karena membuat artikel terkutuk  ini (serius … jangan)Dan jika kamu kebetulan kenal dengan saya di dunia nyata,…

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016

Saya yakin banyak penggemar anime di dunia ini yang suka dengan anime bergenre harem.
Benar kan ??
Kamu juga suka dengan anime harem kan ?
Saya yakin begitu, karena harem adalah mimpi dan impian para laki-laki (jones) yang suka terhadap anime.
Menjadi soerang laki-laki yang selalu dikelilingi wanita cantik adalah impian setiap lelaki… Tapi karena hal ini 95 persen tidak terjadi di dunia nyata maka satu-satunya cara untuk melampiaskan impian itu adalah dengan menonton anime bergenre harem.
Dan berikut ini saya rangkum beberapa anime harem yang kemungkinan akan kamu suka.
Tapi tentu saja daftar atau list ini belum sempurna karena saya belum menonton semua anime harem yang pernah tayang.. Jadi kalau kamu tahu anime genre harem yang bagus dan belum masuk dalam list atau daftar ini tolong beri tahu saya.
#1. Saenai Heroine no Sodetakata
Anime yang pertama saya bahas dalam list kali ini adalah Saekano, anime ini merupakan salah satu harem romance yang seru untuk di tonton.

Tentu saja ada a…

TOP 82 Anime Romance Terbaik Yang Akan Mengubah Hidup Kamu!

Kamu sedang mencari anime terbaik yang memiliki genre romance ? jika benar maka kamu masuk ke tempat yang tepat. Percaya sama saya, anime yang saya sarankan di bawah ini pasti menambah arti dalam hidup kamu


Artikel yang saya buat ini adalah daftar anime romance terbaik yang saya rekomendasikan untuk kamu tonton.

23 Daftar Anime School Terbaik Ini Harus Kamu Tonton Sekarang Agar Tidak Menyesal!

Dalam anime terdapat berbagai macam genre, ada anime action yang super keren, ada anime romance yang super mengaharukan, anime romance yang menakjubkan, anime comedy yang bikin ngakak dan masih banyak lagi. 
Salah satu genre lain yang cukup di sukai banyak penggemar anime di indonesia adalah anime yang bergenre school.

Baca Juga : Salah Satu Anime Paling Keren Di Tahun 2015
Anime bergenre school ini cukup populer di kalangan penggemar anime Jepang di Indonesia, karena kebanyakan peggemar anime di Indonesia merupakan pelajar atau mahasiswa, sehingga membuat anime bergenre school khususnya romance-school sangat di gemari.
Dikarenakan animo penggemar anime di Indonesia terhadap genre school ini semakin hari semakin bagus, kali ini saya ingin membantu para penggemar anime yang sedang mencari rekomendasi anime yang ber-genre school.

Dan dengan bahagia, saya telah menyususun daftar anime yang harus kamu tonton kalau memang kamu sedang mencari anime bergenre school.

Baca Juga : 20 Anime Sport…

20 Anime Sport Terbaik, Ter-epic, Terseru Yang Harus Kamu Tonton!

Saya sangat suka dengan anime sport.

Anime sport biasanya adalah anime jepang super seru yang mengajarkan kita untuk bekerja keras dan solidaritas antar tim.

Anime-anime genre sport biasanya menginspirasi.

Sebagai contoh, setelah saya nonton Kuroko no Basuke saya merasa pengen coba maen basket, atau setelah nonton Haikyuu! Saya pengen nyoba maen voli

(well … walaupun engga saya lakukan sihhh ^_^)

Selain memang karena ceritanya seru, biasanya anime sport juga selalu memiliki unsur komedi, jadi anime sport sama sekali engga bikin bosan.

Saya harap … setelah ini kamu mau menonton anime yang bergenre sport dan semoga setelah menonton salah satu dari anime ini, kamu mulai mau “menggerakan badan” setelah sekian lama hanya menonton anime di kamar saja.

Dan berikut ini adalah beberapa anime sport yang saya susun yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kamu.

#1. Kuroko No Basuke
Season 3 dari anime  ini baru selesai beberapa musim yang lalu dan saya yakin tidak akan ada orang yang protes kalau …