Langsung ke konten utama

OS-Brain Bab 7: Sejujurnya Pak, Soalnya Sulit Semua!

Nui menengok ke belakang dan belum melihat tanda-tanda Kiki.

‘Jika aku berlari ke kiri lagi maka ada kemungkinan aku bertemu dengan Kiki CS, tapi jika aku ke kanan dan pergi ke jalan raya, kemungkinan bertemu dengan Kiki CS juga tidak rendah,’ Nui berpikir sebentar, setelah menghitung kemungkinannya Nui sadar kalau pemikirannya itu sedikit salah. Gang di sini agak rumit dan tidak simetris, jadi kalau pun Kiki CS menyerah dan kembali ke jalan raya harusnya Nui punya cukup waktu untuk kabur.

‘Namun kabur ke mana?’ Kiki tahu di mana rumah Nui, dan walaupun rumahnya agak jauh dari sini tidak banyak jalan tikus yang bisa Nui gunakan. Rumah Nui ada di sekitar perumahan, jadi jalannya lebih simetris dan tidak terlalu rumit. Jika Kiki berusaha mengejar Nui maka mereka bisa mengejar Nui. Ditambah, jika mereka benar-benar niat, mereka bisa menggunakan kendaraan umum untuk mencegat Nui di depan rumah.

‘Apa aku kembali ke SMA Fajar Biru?’

Sekarang masih jam 10 kurang, jika Nui kembali ke SMA Fajar Biru maka dia tidak memiliki hal yang harus dikerjakan selama kurang lebih 6 jam. Ini namanya buang-buang waktu. Dengan waktu 6 jam Nui bisa melakukan banyak hal. Namun jika dia pulang sekarang dia khawatir akan bertemu Kiki.

Jika Nui pergi ke SMA Fajar Biru dan menunggu 6 jam di sana, maka Kiki yang mencegat Nui di depan rumahnya akan dipaksa menunggu selama 6 jam. Nui yakin kalau Kiki tidak mungkin mau menunggu selama itu. Namun belum tentu Kiki mencegat Nui di rumahnya, ada juga kemungkinan dia akan kembali ke SMA Fajar Biru.

“Hmm,” Nui berpikir dengan keras. Dan setelah beberapa saat berpikir dia memutuskan untuk kembali ke SMA Fajar Biru.

‘Jika aku di sana, aku punya tempat untuk berlindung. Setidaknya, aku bisa berlari dan meminta bantuan pak Reno, sedangkan kalau pulang aku hanya bisa mengandalkan ibuku. Ibuku bisa mengatasinya, tapi membuat dia bertengkar dengan anak kecil dan membuang waktunya yang berharga? Aku lebih memilih dihajar daripada harus mengorbankan waktu ibu yang berharga.’

Nui juga sempat berpikir untuk berdiri tegak dan melawan Kiki secara jantan, walaupun Nui tidak tahu bela diri, dengan tubuhnya yang sudah biasa melakukan pekerjaan rumah, dia mungkin bisa menang.

Namun mengingat lawannya Kiki—orang yang selalu menindas Nui selama tiga tahun, tentu saja Nui merasa sedikit takut. Ditambah, lawannya tiga orang sedangkan Nui satu orang.

Nui berlari sekuat tenaga ke SMA Fajar Biru dan tidak lama sampai ke dekat pintu gerbang. Nui sadar kalau tempat dia berada sekarang adalah tempat kemarin dia ditabrak oleh APV merah.

‘Sungguh, aku beruntung masih bisa hidup.’ Nui berhenti berlari dan mulai berjalan dari sini, namun tiba-tiba Nui mendengar suara sirene.

Nui melirik ke belakang dan melihat mobil APV merah, mobil itu mirip dengan mobil yang kemarin! Ditambah—seperti kemarin, ada mobil polisi di belakangnya!

Apa ini?!

Apa ini Dejavu? Hal yang sama terjadi dua kali!

Mobil APV merah itu melaju dengan ugal-ugalan. Persis seperti kemarin, yang berbeda hanyalah mobil ini berada di jalur yang berbeda! Jika kemarin mobil itu melaju dari arah bogor kota ke kabupaten, sekarang mobil itu melaju dari arah kabupaten ke bogor kota!

“Entah kenapa aku punya firasat buruk!”

Nui kembali berlari dengan sekuat tenaga dan tidak lama Nui sampai di dekat pos keamanan SMA Fajar Biru. Beruntungnya, firasat buruk yang Nui rasakan tidak terjadi.

‘Kenapa polisi tidak segera menangkap orang itu? Apa polisi zaman sekarang memang tidak bisa diandalkan?!’

Nui tahu menangkap penjahat bukanlah hal yang mudah, polisi harus melacak keberadaan si penjahat, setelah itu menyusun rencana untuk menangkap si penjahat tersebut.

Namun penjahat itu berhasil kabur dua kali! Ditambah, dia melaju di jalur yang sama dua hari berturut-turut! Jadi wajar Nui merasa kalau kinerja polisi zaman sekarang kurang efektif.

Tentu saja perasaan tersebut muncul karena Nui merasa takut. Kemarin dia sangat beruntung, dia berhasil hidup setelah ditabrak oleh APV merah itu, tidak perlu membayar biaya pengobatan dan entah bagaimana mendapatkan OS-Brain. Namun keberuntungan tidak datang dua kali. Jika Nui sekali lagi tertabrak maka kemungkinan Nui akan mati! Setidaknya itu yang dipikirkan oleh Nui.

Suara sirene polisi makin kecil dan jauh, Nui akhirnya bisa bernafas dengan lega. Dia berdiri di dekat pintu masuk SMA Fajar Biru.

“Uhuk.” Nui mendengar seseorang batuk, namun batuk ini jelas-jelas disengaja. Nui melihat sekeliling dan melihat seorang penjaga keamanan yang melihat Nui dengan wajah penuh curiga.

“A-aku minta maaf, aku bukanlah orang yang mencurigakan!” kata Nui berusaha membujuk sang penjaga keamanan.

“Aku tahu,” kata pak satpam, “Tadi aku melihatmu keluar dari sekolah, ... sambil berlari.”

“I-itu.” Nui tahu dia sedang diinterogasi, pak satpam ini ingin tahu kenapa dia berlari dari SMA Fajar Biru. Pak Satpam yang umurnya 30 tahun ini memiliki kumis yang agak tebal dan badan yang lumayan kekar, dengan kulit kecokelatan—bukti kalau dia selalu berjaga di tempat panas—terlihat lumayan menakutkan.

“Kamu tidak diusir dari sekolah kan?”

“Tentu saja tidak!” jawab Nui, “Aku yakin bapak juga melihat kalau bukan cuman aku saja yang berlari.”

“Aku melihatnya, ada tiga orang lain yang juga berlari di belakangmu.” Pak satpam berhenti sebentar, “Tidak, bukan berlari di belakangmu, tapi berlari mengejarmu. Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan di dalam sampai membuat tiga orang itu mengejarmu. Terutama tentang apa yang kamu lakukan pada anak yang rambutnya agak ikal, dia mengejarmu dengan wajah yang haus darah.” Orang yang dimaksud pak satpam adalah Kiki. Umur Kiki sama dengan Nui, hanya saja dia lebih tinggi dari Nui, untuk ukuran anak SMP Kiki lumayan tinggi karena memiliki tinggi badan sekitar 170 cm.

“A-aku tidak melakukan apa pun. Sebenarnya mereka teman SMP-ku, anak yang bapak maksud itu bernama Kiki, dia sering menindasku, menghajarku dan mengambil uangku. Dia juga pintar, jadi dia agak arogan, jadi mungkin dia kesal karena melihat aku di sini.” Nui sebenarnya tidak mau mengatakan ini pada pak satpam di depannya, namun Nui juga berpikir, ‘Mungkin jika aku bisa membuat bapak ini iba padaku, aku bisa berlindung dari Kiki?’

Dan beruntungnya, tindakan Nui berhasil.

“Begitu,” kata pak satpam dengan wajah yang sedikit iba terhadap Nui.

“Jadi itu alasan kenapa kamu lari, anak-anak zaman sekarang memang begitu, beda dengan zaman bapak. Dulu, kami sekolah dengan serius, jadi tidak punya waktu untuk menindas anak lain.” Dia diam sebentar, “Tapi tenang saja, selama kamu berada di area SMA Fajar Biru, bapak tidak akan mengizinkan hal itu terjadi.”

“Terima kasih.”

“Tidak masalah,” jawab pak satpam, “Ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan di sini? Kamu mau mengecek hasil ujian penerimaan? Apa tadi sebelum bertemu dengan tiga anak itu kamu belum berhasil mengecek namamu?”

“Tidak, bukan itu,” jawab Nui, “Aku sudah mengeceknya, dan ... aku gagal.”

“Begitu,” kata pak satpam dengan wajah yang makin iba terhadap Nui.

“Tapi sekarang aku di sini menunggu hasil ujianku yang lain, aku mendaftar di olimpiade matematika yang diselenggarakan SMA Fajar Biru!”

“Ahh, begitu,” kata pak satpam dengan wajah yang terlihat cerah, “Jadi kamu The Fallen tahun ini.”

“The Fallen?”

“Haha, itu cuman istilah yang dibuat guru sini, tiap tahun ada anak yang seperti kamu, mereka gagal di ujian penerimaan dan mencoba ikut olimpiade matematika.”

“Benarkah?”

Nui tidak menyangka hal itu, dia pikir hanya dia orang yang nekat ikut olimpiade matematika setelah gagal di ujian penerimaan karena harusnya orang yang gagal di ujian penerimaan tidak punya kesempatan untuk memenangkan olimpiade matematika.

“Tentu saja, tahun kemarin kalau tidak salah ada empat orang yang berhasil masuk lewat olimpiade. Sebenarnya begini nak, hal ini tidak dibocorkan ke publik, hanya saja karena kamu kelihatan baik, dan menjalani masa SMP yang lumayan sulit, bapak akan beri tahu sebuah rahasia,” pak satpam ini melihat ke kiri dan ke kanan, dia terlihat waspada seakan tidak ingin ada orang yang ingin dia katakan, “Kamu bisa masuk SMA Fajar Biru bahkan kalau tidak juara di olimpiade.”

Mendengar ini Nui mengerutkan dahinya.

“Apa maksud bapak?” tanya Nui.

“Dengarkan ini, tiga orang tahun kemarin yang berhasil masuk ke SMA Fajar Biru adalah juara satu, dua dan tiga olimpiade.”

Nui mengangguk ketika mendengar hal ini. Info ini ada di website, di sana dikatakan kalau juara olimpiade bisa masuk ke SMA Fajar Biru, tiap tahun, jumlah yang diterima berbeda, kadang yang diterima hanya juara satu saja, kadang hanya juara satu dan dua, hanya saja tahun kemarin yang masuk adalah juara satu, dua dan tiga. Hal ini tergantung dari nilai para peserta olimpiade. Motto dari SMA Fajar Briu adalah menerima semua anak yang memiliki bakat.

“Tapi yang keempat adalah orang yang berada di posisi belasan.”

“A-apa maksudnya?” tanya Nui, “Jika memang SMA Fajar Biru ingin menerima empat anak, harusnya yang masuk adalah anak yang ada di posisi empat!”

“Harusnya begitu, tapi prosesnya tidak begitu.” Kata pak satpam sembari memperlihatkan wajah yang misterius, “Tahun kemarin pak Reno belum jadi kepala sekolah, dia cuman pengawas yang dikirim oleh yayasan untuk mengawasi SMA Fajar Biru, jadi tahun kemarin dia menyelipkan satu soal yang membuat anak keempat yang aku sebutkan tadi berhasil diterima di SMA Fajar Biru.”

“Pak Reno tahun lalu pengawas sekolah?” tanya Nui, “Tapi setahuku, pengawas tidak punya hak untuk mencampuri kegiatan sekolah, apa lagi menyelipkan sebuah soal di olimpiade matematika.”

“Siapa yang bilang dia menyelipkan soal yang dia buat di soal untuk olimpiade?” tanya pak satpam, “Dia menyelipkannya di soal ujian saringan! Saat itu kepala sekolah yang lama tidak berpikir hal itu masalah, jadi dia membiarkan pak Reno melakukannya.”

“Be-begitu.” Jawab Nui.

Sejujurnya, Nui merasa tidak memiliki harapan. Di ujian saringan tadi, Nui hanya bisa menyelesaikan dua soal. Normalnya Nui tidak akan lulus ujian saringan. Nui mengerti hal ini, dan dia juga sempat memikirkan hal yang sama saat dia memutuskan untuk kembali ke sini setelah dikejar Kiki. Namun tetap, Nui ingin tahu hasil yang dia dapat. Karena jika dua soal yang Nui kerjakan benar, dia mendapatkan bukti konkret kalau OS-Brain bekerja. Nui tahu OS-Brain bekerja, jika tidak, maka harusnya dia tidak bisa menjawab soal saringan tadi. Namun dia tidak tahu jawaban yang dia tulis benar atau tidak. Dia ingin mengukur kemampuan otaknya.

Namun bukan hanya itu saja, Nui ingat perkataan pak Reno kemarin, dia berkata akan mencarikan beasiswa untuk Nui. Kemarin Nui menolaknya karena dia tidak punya kesempatan, namun sekarang semuanya belum jelas. Jika dua soal yang Nui kerjakan benar maka dia bisa meminta pak Reno untuk mencarikannya beasiswa di SMA lain, tidak masalah jika Nui harus dites terlebih dahulu, karena dari sini dia tahu kalau OS-Brain bekerja. Itu alasan lain kenapa Nui memilih kembali ke sini dan berniat menunggu 6 jam.

Hanya saja setelah mendengar perkataan pak satpam di depannya, dia merasa memiliki harapan. Jika memang benar kalau ada soal di ujian saringan yang bisa membuatnya masuk ke SMA Fajar Biru, Nui berharap soal itu adalah nomor 3 dan 10. Kemungkinan Nui berhasil adalah 20%, terlihat kecil, namun bagi Nui yang awalnya sama sekali tidak punya kesempatan untuk masuk ke SMA Fajar Biru, ini terlihat sangat besar.

“Jadi bagaimana, apa ada soal yang sulit di ujian saringan tadi?”

“Sejujurnya pak, soalnya sulit semua!”

“Berapa soal yang berhasil kamu kerjakan?” tanya pak satpam dengan wajah yang terlihat tertarik.

“Itu,” Nui diam sebentar, “Cuman dua soal.”

Seketika wajah pak satpam kembali memperlihatkan wajah iba, ekspresi itu bertahan beberapa detik, sampai akhirnya pak satpam ini kembali berwajah ceria.

“Aku mendengar kabar ini tadi pagi dari pak Darma, dia adalah ketua panitia di olimpiade tahun ini, dan tahukah kamu apa yang dia katakan?”

“...” Nui tentu saja tidak tahu, pak satpam dari awal tidak berharap Nui menjawab pertanyaannya.

“Soal ujian saringan dan olimpiadenya dibuat oleh pak Reno sendiri, ditambah, pak Reno baru menyampaikan itu kemarin pagi,” pak Reno berhenti sebentar, “Aku mendengar pak Darma menggerutu karena harus bekerja semalaman, tapi dia berhasil melakukannya, dia berhasil mengubah soal ujian saringan dan soal olimpiade.” Pak satpam ini meneruskan perkataannya.

“Tidak masalah kalau soal olimpiade yang akan diujikan besok diubah, karena dari awal semua orang belum melihat soalnya, namun hal ini berbeda dengan soal ujian saringan. Banyak orang yang sudah mengerjakan soal ujian saringan, dan banyak juga orang yang sudah lulus. Jadi tidak ada alasan untuk mengganti soal tersebut hari ini—hari terakhir pendaftaran olimpiade. Ditambah pak Darma mengatakan soal ujian saringan tersebut berkali-kali lipat lebih sulit dari sebelumnya, dan soal tersebut ditulis oleh pak Reno.”

Nui mengangguk, ‘Jadi itu alasan kenapa semua soalnya terasa sulit’.

Nui berpikir sebentar, namun semua yang dikatakan pak satpam ini terdengar tidak terlalu penting untuk Nui ...

... tunggu!

Nui menyadari sesuatu!

“Tahun kemarin ada anak yang berhasil masuk ke SMA Fajar Biru karena dia bisa mengerjakan soal yang dibuat oleh pak Reno. Soal saringan yang aku kerjakan juga buatan pak Reno! Jadi ... apa artinya aku bisa masuk ke SMA Fajar Biru? Jika tahun kemarin ada yang bisa masuk karena mengerjakan soal pak Reno, kenapa tahun sekarang tidak bisa?”

Mendengar itu pak satpam mengangguk dengan senyum di wajahnya.

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

Kamu pikir sebejad apa saya sampai berani-berainya bikin daftar anime hentai terbaik ?

Jawabannya, tidak sebejad itu ^_^

Saya bukanlah orang (yang terlalu) mesum yang suka dengan anime hentai, saya hanya orang biasa yang berbagi informasi kepada orang-orang seperjuangan yang sedang mencari anime-anime harta karun

Informasi ini sebenarnya terlalu berharga untuk di sebarkan ke khalayak umum, tapi karena beberapa  desakan  maka saya berusaha untuk memenuhi keingin  publik dengan membuat artikel  ini

Untuk artikel kali ini, saya tidak akan membagikan cover atau gambar tentang anime yang bersangkutan, karena yahh … kalau saya pakai gambar yang “begitu” maka kemungkinan besar blog saya akan kena sanksi

Jadi maaf …

Sebelum saya mulai, saya ingin memberikan beberapa peringatan

Jika kamu adalah anak di bawah umur tolong segera pergi dari artikel iniJangan berpikir buruk terhadap saya karena membuat artikel terkutuk  ini (serius … jangan)Dan jika kamu kebetulan kenal dengan saya di dunia nyata,…

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016

Saya yakin banyak penggemar anime di dunia ini yang suka dengan anime bergenre harem.
Benar kan ??
Kamu juga suka dengan anime harem kan ?
Saya yakin begitu, karena harem adalah mimpi dan impian para laki-laki (jones) yang suka terhadap anime.
Menjadi soerang laki-laki yang selalu dikelilingi wanita cantik adalah impian setiap lelaki… Tapi karena hal ini 95 persen tidak terjadi di dunia nyata maka satu-satunya cara untuk melampiaskan impian itu adalah dengan menonton anime bergenre harem.
Dan berikut ini saya rangkum beberapa anime harem yang kemungkinan akan kamu suka.
Tapi tentu saja daftar atau list ini belum sempurna karena saya belum menonton semua anime harem yang pernah tayang.. Jadi kalau kamu tahu anime genre harem yang bagus dan belum masuk dalam list atau daftar ini tolong beri tahu saya.
#1. Saenai Heroine no Sodetakata
Anime yang pertama saya bahas dalam list kali ini adalah Saekano, anime ini merupakan salah satu harem romance yang seru untuk di tonton.

Tentu saja ada a…

TOP 82 Anime Romance Terbaik Yang Akan Mengubah Hidup Kamu!

Kamu sedang mencari anime terbaik yang memiliki genre romance ? jika benar maka kamu masuk ke tempat yang tepat. Percaya sama saya, anime yang saya sarankan di bawah ini pasti menambah arti dalam hidup kamu


Artikel yang saya buat ini adalah daftar anime romance terbaik yang saya rekomendasikan untuk kamu tonton.

23 Daftar Anime School Terbaik Ini Harus Kamu Tonton Sekarang Agar Tidak Menyesal!

Dalam anime terdapat berbagai macam genre, ada anime action yang super keren, ada anime romance yang super mengaharukan, anime romance yang menakjubkan, anime comedy yang bikin ngakak dan masih banyak lagi. 
Salah satu genre lain yang cukup di sukai banyak penggemar anime di indonesia adalah anime yang bergenre school.

Baca Juga : Salah Satu Anime Paling Keren Di Tahun 2015
Anime bergenre school ini cukup populer di kalangan penggemar anime Jepang di Indonesia, karena kebanyakan peggemar anime di Indonesia merupakan pelajar atau mahasiswa, sehingga membuat anime bergenre school khususnya romance-school sangat di gemari.
Dikarenakan animo penggemar anime di Indonesia terhadap genre school ini semakin hari semakin bagus, kali ini saya ingin membantu para penggemar anime yang sedang mencari rekomendasi anime yang ber-genre school.

Dan dengan bahagia, saya telah menyususun daftar anime yang harus kamu tonton kalau memang kamu sedang mencari anime bergenre school.

Baca Juga : 20 Anime Sport…

20 Anime Sport Terbaik, Ter-epic, Terseru Yang Harus Kamu Tonton!

Saya sangat suka dengan anime sport.

Anime sport biasanya adalah anime jepang super seru yang mengajarkan kita untuk bekerja keras dan solidaritas antar tim.

Anime-anime genre sport biasanya menginspirasi.

Sebagai contoh, setelah saya nonton Kuroko no Basuke saya merasa pengen coba maen basket, atau setelah nonton Haikyuu! Saya pengen nyoba maen voli

(well … walaupun engga saya lakukan sihhh ^_^)

Selain memang karena ceritanya seru, biasanya anime sport juga selalu memiliki unsur komedi, jadi anime sport sama sekali engga bikin bosan.

Saya harap … setelah ini kamu mau menonton anime yang bergenre sport dan semoga setelah menonton salah satu dari anime ini, kamu mulai mau “menggerakan badan” setelah sekian lama hanya menonton anime di kamar saja.

Dan berikut ini adalah beberapa anime sport yang saya susun yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kamu.

#1. Kuroko No Basuke
Season 3 dari anime  ini baru selesai beberapa musim yang lalu dan saya yakin tidak akan ada orang yang protes kalau …