OS-Brain Bab 15: Sampai Pada Titik Nui Mulai Meneteskan Air Mata

‘Apa ini?Ini soal matematika kan? Aku bisa mengerti semua huruf angka dan simbol di soal ini, namun entah kenapa saat menggabungkan semuanya aku tidak mengerti.’

Melihat soal di tangannya wajah Nui mulai pucat, dia menelan ludahnya dan melihat ke arah pak Murhadi yang tersenyum dengan jahat.

‘Dia benar-benar tidak menahan diri!’

Nui percaya jika soal yang diberikan pak Murhadi ada di buku pelajaran maka dia bisa menjawabnya. OS-Brain bisa membuat Nui mengerjakan soal dengan lebih mudah, hanya saja itu terbatas pada pengetahuan yang pernah Nui lihat sebelumnya. Saat SMP dia belajar habis-habisan dan banyak membaca buku, akumulasi tersebut terlihat sekarang. Buktinya Nui bisa mengerjakan ujian saringan untuk olimpiade matematika tadi pagi.

Soal ujian saringan tersebut tidak pernah Nui pelajari, namun dasar logika dan rumusnya pernah Nui lihat, jadi Nui bisa mengerjakannya. Sedangkan soal yang ada di tangannya ini tidak pernah dia lihat sebelumnya, tidak tahu logika di baliknya, bahkan tidak tahu tujuan soalnya.

‘Apa yang dicari di soal ini?’

Nui melihat kertas yang ada di tangannya dan menatapnya dengan serius, Nui sampai mengerutkan dahinya.

Di kertas yang dipegang Nui hanya ada sebuah soal. Soal itu tidak panjang, dan hanya mengisi bagian pojok kertas.

Nui yang kebingungan kembali menatap pak Murhadi dan berkata, “Pak Murhadi, maaf, boleh aku tahu tujuan soal ini?”

Pak Murhadi mendengus dan menjawab, “Jika aku memberi tahumu, maka ini bukan ujian!”

Nui tahu jawaban ini akan keluar dari mulut pak Murhadi, namun entah kenapa dia tetap kecewa dengan perkataan pak Murhadi.

‘Bagaimana ini?’ Pikir Nui sambil mengelap keringat di kelopak matanya.

Nui kemudian menarik nafasnya dengan panjang dan berpikir, ‘Setidaknya, soal ini terlihat bisa dikerjakan. Ada banyak soal yang bentuknya seperti ini.’

Namun Nui tersenyum kecut dan berpikir, ‘Walaupun yang aku tahu cuman bentuk soalnya saja!’

Jika diibaratkan, soal ini adalah sebuah kapal pesiar, Nui harus membangun kapal pesiar tersebut dengan bagian luar dan dalam yang lengkap. Nui pernah membuat kapal lain (mengerjakan soal lain yang bentuknya mirip), namun detil dan bagian dalamnya benar-benar berbeda. Nui seperti orang pada zaman kapal layar yang diminta untuk mengerjakan kapal pesiar!

Walaupun dia tahu bentuk akhir dari kapal pesiar tersebut, sangat sulit untuk mengerjakannya!

‘Apa OS-Brain tidak bekerja?’

Nui berpikir kalau OS-Brain mungkin saja tidak bekerja, namun pemikirannya itu segera dia hilangkan.

‘Tidak, OS-Brain bekerja. Aku tidak bisa mengerjakan soal ini karena pengetahuanku belum cukup.’ Nui kembali melihat soal di tangannya dengan serius.

Walaupun Nui memiliki OS-Brain, dia hanyalah anak yang baru lulus SMP. Sebagian besar buku yang pernah dia baca adalah buku di tingkat SMP jadi wajar dia tidak bisa mengerjakan soal yang ada di depannya, Nui bahkan ragu anak SMA kelas XII bisa mengerjakan soal ini.

‘Aku tahu kalau pengetahuanku belum cukup untuk mengerjakan soal ini. Jadi apa yang harus aku lakukan? Menyerah? Tidak mungkin! SMA Fajar Biru sudah ada di depan mataku, jadi mana mungkin aku menyerah?’

Nui kembali melihat soal di depannya dan keringat mulai turun dari dahinya, ruang guru ini dingin karena memiliki alat pengatur suhu ruangan, namun entah kenapa seluruh tubuh Nui terasa panas.

‘Adakah fitur OS-Brain yang bisa menyelesaikan masalah ini?’

Satu-satunya hal yang Nui bisa andalkan adalah OS-Brain. Butuh keajaiban bagi Nui untuk bisa mengerjakan soal ini, namun OS-Brain bisa membuat keajaiban!

Nui kemudian membuka interface OS-Brain menggunakan pikirannya. Dia berusaha mencari file yang kemungkinan bisa membantu dia menyelesaikan soal ini. ‘Namun di mana aku harus mencarinya? File ingatan yang berbentuk gambar? Video? Jika aku harus mengeceknya satu per satu maka 30 menit terlalu sebentar! Bagaimana mungkin aku bisa mengecek jutaan file dalam waktu 30 menit?’

Nui terus memutar otaknya, dia tahu ada sesuatu yang OS-Brain bisa lakukan, namun dia tidak tahu apa fungsi tepat OS-Brain yang bisa membuat Nui keluar dari keadaan ini!

Di file yang judulnya “Pengenalan Sistem Operasi” dia hanya menjelaskan 5 fitur OS-Brain secara sederhana.

‘Tunggu dulu, aku punya 5 fitur di OS-Brain. Mungkin salah satu fitur ini bisa membantuku?’

Nui menutup jendela eksplorer dan melihat 5 icon yang menggantung di dekat dagunya.

‘Aku sudah tahu fungsi eksplor dan cari, yang belum aku coba adalah fitur install, buat dan monitor.’ Nui berpikir sebentar dan menyimpulkan kalau dia akan mencoba tiga fitur yang belum pernah dia coba ini, untuk sekarang dia akan mencoba fitur install.

Nui kemudian mencoba membuka menu install dengan pikirannya, dan sebuah jendela muncul di hadapannya, jendela ini terlihat sederhana, di bagian atas jendela tersebut ada dua menu, yaitu [Buka File] dan sebuah tanda ceklis yang di sampingnya terdapat kata [Install].

Nui baru pertama kali membuka menu ini. Saat pertama mendapatkan OS-Brain Nui ingin membuka semua fitur yang ada di OS-Brain, namun dia tidak sempat melakukannya, dia sibuk belajar dan kalau pun ada waktu senggang, pikirannya akan melayang dan mencari cara untuk meringankan beban ibunya, seperti mencari pekerjaan dan belajar lebih keras.

‘Biasanya di komputer biasa, fitur install artinya install program kan? Normalnya aplikasi mentah yang masih berbentuk .exe akan dibuka oleh program installer. Namun setahuku, di komputer biasa menu install tidak memiliki icon tersendiri, bahkan di menu tidak ada fitur ini, itu wajar karena program ini hanya bisa dijalankan ketika ada program ‘mentah’ yang akan diinstall ke dalam sistem operasi.’

Proses install sendiri bisa dibilang menambah program di dalam sistem operasi, jika diibaratkan, sistem operasi adalah sebuah mobil, dan fitur install ini berfungsi agar mobil tersebut bisa ditambah fungsinya, OS biasa yang tidak memiliki program bisa disebut sebagai mobil biasa, namun installer ini bisa menambah macam-macam fungsi ke dalam ‘mobil’ tersebut. Pengguna bisa menambahkan berbagai macam tambahan ke dalam ‘mobil’ tersebut, seperti sound system tambahan, nitro, bahkan misil! Fitur ini bisa membuat ‘mobil’ biasa menjadi ‘tank’, bahkan pesawat, atau bahkan roket!

‘Tapi tidak ada program mentah di OS-Brain kan?’

Nui menggunakan fitur Cari dan menyortir file berdasarkan jenisnya, Nui mengatur agar hanya file .exe yang muncul. Namun seperti dugaan kata “Pencarian tidak ditemukan” muncul depan Nui.

“Waktumu tinggal 28 menit lagi,” kata pak Murhadi yang membuat Nui semakin gugup.

‘Aku harus segera mencari jalan keluar!’

Nui menutup fitur Cari dan kembali ke fitur Install, Nui tidak berpikir panjang dan menggunakan menu [Buka File], dari sini jendela lain yang lebih kecil muncul, dan Nui perlu mencari file mentah yang akan diinstall.

Nui masuk ke Data: D dan mencari-cari file .exe yang tidak ada di mana-mana.

Setelah beberapa menit mencari Nui mulai mengusap keningnya yang penuh keringat, ‘Sial! Apa yang harus aku lakukan?’

Nui menggaruk kepalanya dan kembali berpikir dengan keras.

‘Install, apa yang harus aku install? Tidak ada program mentah di sini!’ Nui berteriak di dalam hatinya, ‘Otak-ku adalah komputer, jadi soal di depanku ini harusnya bisa dikerjakan!’

Pak Murhadi yang kelihatan menikmati wajah Nui yang menderita berkata, “Apa kamu menyerah? Soal tersebut kelihatan rumit, tapi semua muridku bisa mengerjakan soal tersebut. Aku juga yakin peserta olimpiade besok bisa mengerjakan soal tersebut.” Pak Murhadi menyeringai, “Kamu bilang ujian saringan itu ditujukan untuk menyaring orang yang akan mengikuti olimpiade besok kan? Kamu benar, dan fakta kalau kamu tidak bisa mengerjakan soal tersebut adalah bukti kalau kamu tidak pantas untuk mengikuti olimpiade besok! Terlebih masuk ke SMA Fajar Biru!”

Mendengar ini Nui menggeritkan giginya, dia tidak menjawab perkataan pak Murhadi dan serius memperhatikan soal yang ada di depannya.

Pak Murhadi mendengus sambil menyeringai saat melihat ekspresi Nui.

‘Komputer! Komputer! Otak-ku adalah komputer! Soal ini bukanlah hal yang sulit! Aku bisa mengerjakannya!’ Nui berusaha menghipnotis dirinya sendiri, sampai tiba-tiba mata Nui terbuka dengan lebar.

‘Komputer? Otak-ku bukanlah komputer!’ pikir Nui, ‘Otak adalah otak, sedangkan komputer adalah komputer. Sesuatu yang ada di dalam kepalaku bukanlah komputer yang memiliki sistem operasi, melainkan otak manusia yang memiliki sistem operasi!’

Saat menyadari perbadaan ini harapan kembali muncul di pikiran Nui, ‘Itu artinya, banyak hal yang tidak bisa dilakukan komputer bisa dilakukan oleh otak-ku. Contohnya seperti fitur install ini. Fitur install ini berbeda dengan yang ada di komputer!’

Dia berusaha membuktikan pikiran yang ada di kepalanya dan memperhatikan jendela kecil untuk membuka file mentah yang akan diinstall.

“!”

Nui kaget setelah melihat menu kecil di bagian bawah jendela [Buka File] yang ada di depannya, ‘Tuhan, ini keajaiban!’

Karena seperti dugaan Nui, hal yang diinstall fitur install ini bukanlah file berkestensi .exe. Melainkan semua file yang ada di dalam kepala Nui, di sini tertulis [All Files (*.jpg;*png;*pdf dll). Itu artinya file yang diinstal ke dalam otak Nui bukanlah program, melainkan semua ingatannya!

‘Jadi ini yang dimaksud install!’

Nui yang tersenyum kemudian segera masuk folder gambar di Data: D, dan dengan pikirannya mem-blok semua file yang ada di sini. Dia kemudian menekan tombol [Buka] dan seketika jendela install yang terlihat sederhana itu dipenuhi dengan jutaan file gambar! Nui kemudian mengatur jendela ini agar semua file gambar tersebut disortir dalam bentuk daftar.

‘Aku kesulitan mencari ingatan mana yang bisa menyelesaikan soal ini, namun jika aku install semua file gambar ini, pasti ada hal yang bisa membantuku mengerjakan soal yang sulit ini!’

Nui tanpa ragu-ragu menekan tanda ceklis yang di sebelahnya terdapat kata [Install].

Seketika aplikasi ini berjalan dan satu per satu, ingatan dalam bentuk gambar ini ‘ditanam’ ke dalam kepala Nui. OS-Brain bekerja dengan sangat cepat, hanya dalam satu detik ada ratusan file gambar yang berhasil diinstall.

Kepala Nui mulai terasa berat dan panas, namun Nui menahannya. Nui merasa kalau dari kedua telinganya muncul uap panas karena roda gigi di dalam kepalanya bergerak terlalu cepat.

Satu perastu ingatan yang Nui lupakan kembali muncul di dalam kepalanya, mulai dari ingatan saat pertama kali Nui naik sepeda saat berumur 5 tahun sampai ingatan Nui saat terkejut karena ada kecoa di dalam bajunya beberapa bulan yang lalu.

Ada banyak ingatan yang membuat dia nostalgia  dan banyak ingatan yang terasa sangat berat. Dia ingat saat dia pertama kali mengangkat karung beras demi mendapatkan uang tambahan, Nui juga ingat pertama kalinya saat penagih hutang menggebrak rumahnya dan hampir mendorong ibunya ke lantai.

Semua ingatan ini muncul di kepalanya, sampai pada titik Nui mulai meneteskan air mata.

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016