OS-Brain Bab 17: Dengan ini, aku akan masuk ke SMA Fajar Biru!

Sekali lagi Nui mencoba mengingat dokumen pengenalan OS-Brain yang sudah berkali-kali dia baca, namun dokumen ini sama sekali tidak membantu.

‘Kenapa kejadian saat ibuku tersenyum ditampilkan di OS-Brain sedangkan kejadian saat pertama kali aku membuka mataku tidak ditampilkan?’

Saat dia berpikir, pak Murhadi berkata, “Waktumu tinggal 15 menit lagi, jika kamu tidak bisa mengerjakannya, kamu bisa menyerah,” wajah pak Murhadi terlihat bahagia, dia terlihat seperti orang yang baru mendapatkan hadiah mobil dari sebuah kuis TV.

‘Walaupun tidak sopan, senyuman itu menyebalkan!’ pikir Nui sambil mencengkeram pulpen di tangannya dengan keras.

‘Apa senyuman menyebalkan itu akan tersimpan di OS-Brain?’ Nui yang sudah kebingungan berusaha kabur dari soal ujian yang harus dia kerjakan dan mencari file ingatan yang paling muda.

 ‘Seperti dugaan, gambarnya ada!’ pikir Nui dengan wajah yang kesal. ‘Kenapa ingatan seperti ini terekam, namun hal lain tidak direkam?!’

Namun saat dia menggerutu di dalam kepalanya, Nui sekali lagi mencubit dagunya dan mengerutkan dahinya, ‘Hanya ada dua file gambar baru? Dan dua-duanya adalah senyum pak Murhadi yang menyebalkan.’

Nui menyadari ada sesuatu yang salah di sini, selama lima menit ini dia melihat banyak hal, contohnya seperti sudut ruangan yang beberapa saat yang lalu dia lirik, namun gambar sudut ruangan itu tidak ada.

‘Apa artinya OS-Brain memang tidak merekam semua yang aku lihat?’ Nui kembali ke teori yang ini, namun kembali membuang ide tersebut, dia sangat yakin kalau semua hal yang pernah dilihat oleh bola matanya akan disimpan dalam otaknya, bahkan kalau pun Nui hanya melihat sekilas.

‘Apa yang berbeda dari kedua ingatan ini? Padahal jika dipikirkan dua hal ini adalah satu kejadian yang sama. Saat aku melihat sudut ruangan, pak Murhadi memperingatkanku, aku kemudian melihat senyum pak Murhadi dan kembali melihat soal yang ada di tanganku.’

Saat memikirkan itu-

“!”

Nui menyadari sesuatu.

‘Tunggu, hal dan kejadian?! Itu dia!’

Senyuman mulai muncul di wajah Nui, ‘Saat aku melihat sudut ruangan, di sudut ruangan itu tidak ada kejadian yang terjadi, tidak ada hal yang membuat ingatan itu ‘unik’, itu artinya kemungkinan hanya hal yang aku anggap penting yang muncul di OS-Brain!’

Saat memikirkan itu, Nui merasa sedang mendapat mukjizat! Dia berhasil menyadari hal yang sangat penting. Senyum merekah di bibir Nui, karena dengan menyadari ini, dia tahu apa yang kurang, dia tahu apa hal yang bisa membuatnya keluar dari kondisi sulit yang sedang dia alami.

Nui kemudian berusaha mengingat sudut ruangan yang sempat dia lihat, dan walaupun samar dia bisa mengingatnya. ‘Sekarang, apa hal samar yang bisa aku ingat ini akan muncul di OS-Brain?’

Nui membuka folder gambar dan kaget karena gambarnya bertambah 1! Nui membuka file gambar file yang paling baru, dan itu adalah gambar sudut ruangan yang ingin Nui ingat!

‘Dengan ini aku masih punya harapan!’

Saat ini Nui merasa berada di sebuah jurang, awalnya tidak ada jembatan di depannya, namun sekarang ada seutas tali yang membentang di depannya, ‘Yang jadi masalah adalah, walaupun aku menyadari ini, aku belum bisa mengerjakan soal yang ada di depanku!’

Masalah utama Nui adalah soal yang ada di depannya, Nui tahu kalau dia menyadari sesuatu yang penting, namun untuk sekarang dia masih belum menemukan solusi untuk masalahnya.

“Aku yakin ada solusinya!” gumam Nui. Nui tidak sadar hal yang dia pikirkan keluar dari mulutnya, pak Murhadi mendengus saat mendengar gumaman Nui ini.

‘Apa yang harus aku ingat agar bisa mengerjakan soal yang belum pernah aku pelajari ini?’

Nui tahu kalau pemikirannya di luar akal sehat, bagaimana mungkin seseorang mengerjakan soal yang belum pernah dia pelajari? Namun Nui berpikir kalau hal ini bisa tercapai, yang dia perlukan hanyalah sebuah petunjuk kecil, dan dia percaya OS-Brain akan merubah petunjuk kecil tersebut menjadi jalan keluar!

Nui mengerahkan semua kemampuan yang dia miliki, dia bahkan tidak sadar kalau saat ini wajahnya terlihat seperti orang gila yang sedang kebingungan.

‘Soal ini pasti ada jawabannya, aku yakin ini bukan soal original buatan pak Murhadi. Soal ini dikutip dari buku yang tadi ada di atas mejanya dan kemungkinan buku tersebut bukan bahan ajar untuk anak SMA.’

Tiba-tiba Nui tersenyum dengan lebar, cukup lebar sampai membuat orang yang melihatnya berpikir Nui sudah gila.

“itu dia!” Nui berteriak karena tidak kuasa menahan rasa senang yang tiba-tiba muncul. Seutas tali yang membentang di depannya sekarang berubah menjadi sebuah jembatan kecil!

‘Kenapa aku tidak menyadari hal sederhana seperti ini? Soal ini dikutip dari buku yang sekarang disimpan pak Murhadi di dalam lacinya, jadi harusnya cara untuk mengerjakan soal ini ada di sana!’

Hal sederhana seperti ini bisa disadari oleh semua orang jika dia berpikir, namun tidak akan ada orang yang akan senang hanya dengan menyadari hal ini. Karena menyadari hal ini saja tidak cukup. Orang lain harus membuka buku tersebut dan mengecek cara untuk mengerjakan soalnya. Tapi Nui tidak, dia memiliki OS-Brain!

‘Tadi, aku sempat melirik buku tersebut. Dengan OS-Brain, aku bisa melihat isi dari buku tersebut!’

Nui tidak yakin kalau halaman yang dia lihat bukanlah halaman yang berisi soal dan cara mengerjakan soal ini, namun karena buku tersebut bukan buku untuk bahan ajar SMA maka Nui masih memiliki kesempatan.

‘Buku yang dijadikan bahan ajar, seperti buku paket dari pemerintah biasanya berisi banyak topik. Namun karena buku milik pak Murhadi bukanlah buku pelajaran, maka otomatis seluruh buku tersebut hanya membahas satu topik. Itu artinya halaman yang sempat aku lihat berhubungan dengan soal ini!’

Kebanyakan buku matematika yang dijual di toko buku adalah buku pelajaran untuk anak SD, SMP atau SMA namun ada beberapa buku yang memang ditujukan untuk akademisi seperti pak Murhadi, Nui sering pergi ke toko buku untuk membaca buku yang cover-nya sudah terbuka—dan tidak pernah membelinya. Kadang, Nui melihat buku tentang matematika lanjutan, geografi lanjutan, fisika lanjutan dan buku lainnya, buku ini ditujukan untuk orang-orang seperti pak Murhadi, dan kebanyakan buku tersebut hanya membahas satu topik saja.

‘Sekarang yang perlu aku lakukan adalah mengingat semua informasi saat pak Murhadi membolak-balik buku tersebut! Dia membolak-balik buku itu selama kurang lebih 5 menit, dan walaupun saat itu aku sedang sibuk menyalin jawaban, aku melihat banyak hal.’

Nui kemudian berpikir dengan keras untuk memunculkan semua ingatan itu, ingatan samar mulai muncul di kepala Nui dan tiap kali ingatan samar itu muncul, sebuah file gambar muncul di OS-Brain.

Nui kemudian menyortir file gambar baru dan memeriksa semuanya, namun karena Nui mulai kehabisan waktu, dia segera menginstall semua gambar baru ini tanpa memeriksanya dengan seksama.

Seketika semua ingatan itu menempel di otak Nui, ‘Seperti dugaan, sepertinya aku tidak akan pernah bisa melupakan semua ingatan ini.’

Ingatan tidak akan berubah jadi pengetahuan jika Nui tidak memprosesnya, karena itu dia mulai menggerekkan seluruh sel di kepalanya untuk berpikir dan memproses semua ingatan yang dia miliki. Namun semakin banyak ingatan yang Nui proses, semakin dalam kerutan di dagunya.

Dia melihat soal di depannya dan menelan ludah yang berkumpul di mulutnya, ‘Pak Murhadi ini!’

Dia melihat pak Murhadi yang masih tersenyum, ‘Pantas saja aku tidak bisa mengerjakannya!’

Total halaman yang berhasil Nui ingat adalah 49 halaman. Jumlahnya lebih banyak dari perkiraan Nui, kemungkinan besar, buku tersebut berisi maksimal 200 halaman, jadi halaman yang Nui ingat adalah seperempat dari keseluruhan informasi di buku tersebut.

Walaupun informasi yang Nui dapat terpotong-potong, setidaknya Nui mengerti apa yang dijelaskan buku tersebut.

‘Buku itu berisi rangkuman sederhana tentang teorema fermat!’

Sebelum Nui masuk ke kantor guru, Nui tidak tahu apa itu teorema fermat, namun di salah satu halaman di buku pak Murhadi, ada penjelasan singkat yang menjelaskan apa itu teorema fermat. Teorema sendiri adalah sebuah hipotesis matematika yang sudah terbukti, sedangkan hipotesis yang dianggap benar namun belum memiliki bukti—atau dengan bukti yang belum komplit—disebut konjektur.

Teorema fermat juga awalnya disebut konjektur fermat, yang akhirnya pada tahun 1994, dibuktikan oleh seorang matematikawan Inggris-Amerika yang bernama Andrew Miles.

‘Ini teorema yang membuat bingung para matematikawan selama 300 tahun! Dan bapak ingin aku mengerjakan soal berdasarkan teorema tersebut!’

Nui mulai memikirkan perkataan pak Darma tadi, dia berkata kalau pak Murhadi mungkin akan memberikan soal yang mustahil Nui kerjakan. Nui tidak menganggap hal itu serius, namun soal di depannya ternyata memang mustahil dikerjakan seseorang yang tidak mempelajari aplikasi dari teorema tersebut. Anak SMP dan SMA tidak akan pernah mempelajari materi ini!

‘Namun aku beruntung.’ Pikir Nui sambil menghela nafasnya.

“Waktumu sisa 10 menit, apa kamu menyerah?” Tanya pak Murhadi sambil menyeringai.

“Tidak, aku belum menyerah,” jawab Nui secara spontan dengan wajah yang serius.

Namun pak Murhadi tidak bergeming melihat senyuman Nui, dia hanya mendengus dan kelihatan menahan tawa.

“Haaaa~ huuuuu~” Nui menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya. Dia memegang pulpen di tangannya dengan keras dan mulai menulis.

Jika saat ini Nui ditanya siapa orang paling beruntung di dunia, maka dia akan menjawab dengan lantang kalau dia adalah orang yang paling beruntung di dunia, dia lahir dari rahim ibu yang sangat menyayanginya, walaupun kadang mulut ibunya agak pedas, di dalamnya dia adalah perempuan yang sangat lembut. Nui ingin membahagiakan ibunya dan berharap kalau suatu saat dia bisa menyediakan kasur dan rumah yang luas untuk ibunya. Namun semua itu terhalang oleh otaknya yang tidak berjalan dengan lancar, namun sekali lagi, dia beruntung, kemarin dia ditabrak oleh mobil seorang perampok bank dan masuk rumah sakit, namun justru karena itu Nui mendapatkan OS-Brain.

Dengan dua hal ini, dia berani mengatakan kalau keberuntungan selalu datang bersamaan dengan hal buruk.

Dan sekarang, saat Nui berusaha masuk ke SMA Fajar Biru, pak Murhadi menghalangi jalannya, dia memberikan soal yang hampir mustahil dikerjakan oleh Nui, namun sekali lagi keberuntungan menghampiri Nui.

‘Dengan ini, aku akan masuk ke SMA Fajar Biru!’

Dengan akumulasi pengetahuannya yang sekarang, Nui tidak bisa menyelesaikan soal di depannya, namun beruntungnya, tepat di halaman terakhir yang dia lihat, soal ini ada di sana! Dan bukan hanya itu saja, Nui juga melihat separuh jawabannya!

===

Jangan hiraukan catatan ini, ini cuman link menuju artikel Gosick yang sudah lama sekali saya tulis.

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016