Langsung ke konten utama
Loading...

OS Brain Bab 23: Luka Tembak?

Setelah mendengar perkataan Nui, Feri berusaha membuka mulutnya, namun walaupun dia membuka mulutnya dia kesusahan untuk bicara, dia seperti ikan yang baru ditangkap dari laut, mulut terbuka dan tertutup namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.

Nui kemudian mendengar beberapa orang berteriak.

“Akhirnya pemadam kebakaran datang!”

“Mereka akhirnya datang!”

Dan teriakan yang sejenis. Secara refleks Nui melirik ke arah suara teriakan itu dan melihat beberapa orang pemadam kebakaran mulai menerjang api dengan air yang mereka semprotkan lewat selang pemadam kebakaran.

Namun Nui segera kembali mengalihkan pandangannya ke Feri.

Mata Feri melihat ke sana ke sini, ini adalah bukti kalau Feri gelisah dan panik. Nui tidak terlalu kenal Feri walaupun dia selalu berada di dekat Kiki, namun Nui pernah melihat ekspresi Feri yang sekarang. Saat itu dia diinterogasi oleh guru, dan wajahnya persis seperti ini.

Nui kemudian menyimpulkan kalau Feri bukan panik karena rumah Nui terbakar, namun panik karena dia tahu alasan kenapa rumah Nui terbakar. Kesimpulan ini dia ambil karena wajah panik Feri ditujukan ke Nui. Nui juga hampir menyimpulkan bahwa Feri, Kiki dan Andre lah yang membakar rumah Nui, buktinya adalah bau bensin yang tercium dari tubuh Feri.

Nui dengan tatapan yang penuh amarah kembali bicara pada Feri yang kesusahan untuk bicara, “Apa kamu tahu kenapa rumahku terbakar? Apa Kiki yang membakar rumahku?!”

Feri menggelengkan kepalanya sekuat tenaga, dari kelihatannya, Feri tidak berbohong, namun Nui bukanlah profesional dalam bidang interogasi, jadi Nui tidak yakin dengan jawaban Feri.

Mendengar perkataan Nui, pak Dedi yang berada di sebelah Nui melihat Feri, dia kelihatan menyadari sesuatu, dan kemudian ekspresinya berubah menjadi marah, “Kamu kan yang pertama berteriak kalau rumah Nui terbakar? Apa yang kamu lakukan saat itu di dekat rumah Nui!?”

Dari kelihatannya pak Dedi belum sempat bertanya ke warga alasan kenapa rumah Nui terbakar, pak Dedi kemungkinan terlalu sibuk memimpin warga untuk memadamkan api di rumah Nui.

“A-aku tidak tahu apa-apa!” Teriak Feri.

Nui menaruh menaruh tangannya di dada Feri dan menarik bajunya, “Jika ada sesuatu yang terjadi pada ibuku, aku bersumpah orang yang akan pertama kali aku cari adalah kamu! Kemudian Kiki dan Andre!”

Nui mendorong tubuh Feri sampai dia terjatuh ke aspal. Nui ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia ingin tahu apa yang diketahui oleh Feri. Namun sekarang Feri bukanlah hal yang harus Nui prioritaskan, ibu Nui lebih penting!

“Pak, maaf merepotkan, tapi aku akan langsung pergi ke rumah sakit,” kata Nui sambil melihat pak Dedi.

“Hati-hati,” jawab pak Dedi, “Sisanya serahkan pada bapak dan pemadam kebakaran.”

Nui mengangguk dan segera pergi dari rumahnya yang terbakar, Nui sempat melirik ke Feri dengan wajah penuh amarah, namun tidak lama kemudian dia mengalihkan wajahnya ke jalan aspal dan berlari sekencang-kencangnya ke rumah sakit cempaka ungu.

Butuh waktu sekitar 20 menit agar Nui bisa sampai di rumah sakit. Sesampainya dia di rumah sakit, dia bergegas ke meja resepsionis dan mencari di mana ibunya.

“Ibumu masih ada di ruang gawat darurat.”

Mendengar ini Nui berterima kasih dan langsung bergegas ke ruang gawat darurat.

Nui bertanya pada seorang suster yang berada tidak jauh dari ruang gawat darurat, dia berkata kalau ibunya mengalami luka bakar yang serius dan butuh waktu agar bisa pulih—itu jika ibu Nui masih bisa keluar dalam keadaan hidup dari ruang gawat darurat.

Nui berpikir dan berterima kasih pada sang suster, namun dia kemudian mengatakan sesuatu yang membuat Nui benar-benar kaget, pupil mata Nui menciut— ini bukti kalau Nui benar-benar kaget dengan apa yang dia dengar.

“Namun luka tembak di perutnya benar-benar serius.”

‘Luka tembak?!’ Otak Nui berhenti berjalan seolah waktu terhenti, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi! Nui tahu kalau rumahnya terbakar dan ibunya dilarikan ke rumah sakit, itu saja sudah membuat Nui khawatir setengah mati, dan sekarang ibunya memiliki luka tembak.

Tidak lama setelah Nui membeku dia langsung berterima kasih pada sang suster, Nui kemudian mencari kursi yang paling dekat dengan ruang gawat darurat dan duduk di atasnya.

Roda gigi di kepala Nui berputar dengan sangat cepat, Nui mengeluarkan keringat dingin dan jantungnya juga terasa bisa copot kapan saja, Nui sangat khawatir pada ibunya, dia berharap kalau ibunya bisa selamat. Namun Nui juga kebingungan, ‘Apa ada seseorang yang menembak ibuku?’

Nui berpikir dan segera mencari kesimpulan dari hal yang membingungkan ini. Nui sempat berpikir Kiki dan temannya adalah orang yang membakar rumah Nui, namun dengan adanya luka tembak ini, Nui tidak bisa lagi berpikir demikian.

Dengan adanya luka tembak pada ibunya, Nui berpikir kalau ibunya adalah korban perampokan, sesuatu terjadi di rumah sampai kemudian rumahnya terbakar. Namun kenapa ada perampok yang mau datang ke rumah Nui? Jika memang ini perampokan, harusnya mereka memilih korban yang lebih kaya. Selain laptop dan uang 5 juta rupiah, Nui yakin tidak ada hal yang berharga di rumahnya.

‘Apa ibuku memiliki musuh?’

Kesimpulan lain yang sempat Nui pikirkan adalah, ada orang yang dendam pada ibu Nui. Namun Nui langsung mengesampingkan kesimpulan ini karena jikapun ibu Nui punya musuh, harusnya tidak sampai pada titik dia ingin membunuh ibu Nui. Ibu Nui terlihat dingin dari luar, namun di dalamnya, dia orang yang sangat hangat.

Ada banyak hal ganjil yang Nui bisa pikirkan, namun Nui tidak bisa menyimpulkan sesuatu karena kurangnya informasi.

Nui bingung, dia juga khawatir, dan yang paling penting dia sedih. Ibunya terluka di saat yang tidak tepat.

Nui berencana mengejutkan ibunya kalau besok dia bisa mengikuti olimpiade matematika. Nui juga punya kesempatan besar untuk masuk ke SMA Fajar Biru.

Dari sini, hidup Nui dan ibunya akan jadi lebih baik, karena biaya sekolah di SMA Fajar Biru murah, maka ibu Nui bisa menabung, mungkin dengan uang yang ditabung ibunya bisa menjalankan sebuah usaha kecil.

Nui belajar sekuat tenaga di SMA Fajar Biru dan kemudian lulus dengan nilai yang baik, setelah itu mendapat beasiswa dari universitas yang juga baik kemudian lulus langsung bekerja. Dari sini ibu Nui bisa pensiun dan Nui yang mengurus segalanya.

Semua rencana itu muncul di kepala Nui, Nui sudah bisa membayangkan hidup ibunya yang jadi lebih mudah.

Namun sialnya, saat Nui berada di pintu masuk jalan kebahagiaan, musibah ini terjadi.

Rumahnya terbakar, ibunya berada di ruang gawat darurat dengan luka bakar dan luka tembak di perutnya. Nui mengepalkan tangannya dan menggeritkan giginya dengan keras, dia merasa kalau dunia ini benar-benar tidak adil.

Ada banyak orang di dunia ini yang memiliki rumah luas dan mobil yang mewah, kenapa bukan mereka saja yang terkena musibah? Kenapa harus ibu Nui? Kenapa harus Nui?!

Tidak terasa air mata mengalir di pipi Nui.

Keberuntungan selalu datang dengan hal buruk dan hal buruk selalu datang dengan keberuntungan. Nui percaya dengan hal ini, dan untuk pertama kalinya, dia mengutuk hal ini.

Nui tidak bisa berpikir, kepalanya berkabut dan tidak bisa menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi. Yang ada di pikiran Nui adalah ibunya, dan berharap kalau kemungkinan paling buruk bisa dihindari.

Nui melirik ke ruang gawat darurat, namun pintunya masih tertutup. Wangi obat mulai menyengat hidung Nui, dan dia merasa kalau kursi dan lorong tempat dia duduk terasa sangat dingin.

Sampai tiba-tiba, sebuah tangan mulai meraih pundak Nui, “Nui? Apa kamu tidak apa-apa?”

Dengan mata yang merah Nui mulai melirik ke belakang, dia melihat sosok pemuda yang umurnya kira-kira 25 tahun, dengan rambut yang rapi dan wajah yang bersih.

“Kak Diki,” Diki adalah anak dari pak Dedi, dia ke sini menggantikan ayahnya yang masih berusaha memadamkan api di rumah Nui.

“Saat rumahmu terbakar, satu-satunya orang yang bisa kami temukan adalah ibumu, aku khawatir setengah mati, aku takut kalau kamu masih ada di dalam rumah,” Diki kemudian tersenyum kecil, “Syukurlah kamu baik-baik saja.”

Nui mengangguk dan berterima kasih pada Diki, dia orang yang menemani ibunya ke rumah sakit, Nui kemudian bertanya pada Diki, “Apa di perut ibuku benar-benar ada luka tembak?”

Diki mengangguk dengan wajah yang serius.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Nui.

“Aku tidak tahu,” jawab Diki sambil menatap mata Nui, “Yang aku tahu, seseorang berteriak ada kebakaran, kami sadar kalau yang terbakar adalah rumahmu dan sadar kalau ibumu masih ada di dalam. Beberapa orang mendobrak pintu rumahmu dan menemukan ibumu berada di kamarnya. Ada luka bakar di kaki, tangan dan wajahnya. Saat seseorang berusaha mengangkat tubuh ibumu, dia sadar kalau ada banyak darah di lantai dan ada luka di perut ibumu. Ibumu kehilangan banyak darah dan segera dilarikan ke rumah sakit. Saat itu baru aku tahu kalau luka di perutnya adalah luka tembak.”

Nui mendengarkan perkataan Diki dengan serius, dia juga membayangkan tiap kejadian yang terjadi.

Diki menepuk pundak Nui dan dengan senyum di wajahnya sambil berkata, “Ibumu baik-baik saja, dia perempuan yang kuat. Luka kecil di perutnya bukanlah apa-apa baginya.”

Nui sadar kalau Diki berusaha menghibur Nui, dia tersenyum ke Diki dan sekali lagi berterima kasih. Jika bukan karena Diki dan orang pemberani yang segera menyelamatkan ibunya, ibu Nui tidak akan sampai ke rumah sakit.

Mereka berhenti mengobrol dan hanya duduk bersebelahan, namun Nui merasa merasa lebih tenang.

Nui menunggu dengan sabar sampai akhirnya pintu ruang gawat darurat terbuka.

Saat pintu ruang gawat darurat terbuka, orang yang pertama bereaksi adalah Nui, dia bergerak secepat kilat dan berdiri di depan orang yang pertama kali keluar, setelah Nui bertanya beberapa hal, dia tahu kalau orang yang dia tanya adalah seorang mahasiswa kedokteran yang sedang magang, dia mengatakan kalau ibu Nui tidak sadar namun nyawanya tidak dalam bahaya, ibu Nui akan dipindahkan ke ruang lain dan si mahasiswa magang ini meminta Nui untuk segera melengkapi administrasi yang diperlukan.

Nui dibantu Diki kemudian menghubungi pak Dedi dan memintanya untuk segera datang ke rumah sakit, dibantu pak Dedi, Nui berhasil menyelesaikan semua administrasi yang diperlukan, beruntungnya, sebagian biaya ibu Nui ditanggung pemerintah, dan untuk pertama kalinya, Nui merasa kalau pemerintah bisa diandalkan. Namun sebagian biayanya lagi Nui pinjam dari pak Dedi, beruntungnya pak Dedi mau meminjamkan uangnya pada Nui. Nui berjanji akan segera melunasi uang yang dia pinjam setelah semuanya selesai—walaupun sebenarnya Nui tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan uang yang dia pinjam dari pak Dedi.

Namun walaupun begitu, jika ibu Nui perlu dirawat inap dengan waktu lama, maka uang yang diberikan pemerintah dan dipinjam dari pak Dedi tidak akan cukup. Nui perlu mencari uang dari pihak lain. Namun untuk sekarang Nui tidak akan memikirkannya, dia ingin bertemu dengan ibunya.

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

Kamu pikir sebejad apa saya sampai berani-berainya bikin daftar anime hentai terbaik ?

Jawabannya, tidak sebejad itu ^_^

Saya bukanlah orang (yang terlalu) mesum yang suka dengan anime hentai, saya hanya orang biasa yang berbagi informasi kepada orang-orang seperjuangan yang sedang mencari anime-anime harta karun

Informasi ini sebenarnya terlalu berharga untuk di sebarkan ke khalayak umum, tapi karena beberapa  desakan  maka saya berusaha untuk memenuhi keingin  publik dengan membuat artikel  ini

Untuk artikel kali ini, saya tidak akan membagikan cover atau gambar tentang anime yang bersangkutan, karena yahh … kalau saya pakai gambar yang “begitu” maka kemungkinan besar blog saya akan kena sanksi

Jadi maaf …

Sebelum saya mulai, saya ingin memberikan beberapa peringatan

Jika kamu adalah anak di bawah umur tolong segera pergi dari artikel iniJangan berpikir buruk terhadap saya karena membuat artikel terkutuk  ini (serius … jangan)Dan jika kamu kebetulan kenal dengan saya di dunia nyata,…

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016

Saya yakin banyak penggemar anime di dunia ini yang suka dengan anime bergenre harem.
Benar kan ??
Kamu juga suka dengan anime harem kan ?
Saya yakin begitu, karena harem adalah mimpi dan impian para laki-laki (jones) yang suka terhadap anime.
Menjadi soerang laki-laki yang selalu dikelilingi wanita cantik adalah impian setiap lelaki… Tapi karena hal ini 95 persen tidak terjadi di dunia nyata maka satu-satunya cara untuk melampiaskan impian itu adalah dengan menonton anime bergenre harem.
Dan berikut ini saya rangkum beberapa anime harem yang kemungkinan akan kamu suka.
Tapi tentu saja daftar atau list ini belum sempurna karena saya belum menonton semua anime harem yang pernah tayang.. Jadi kalau kamu tahu anime genre harem yang bagus dan belum masuk dalam list atau daftar ini tolong beri tahu saya.
#1. Saenai Heroine no Sodetakata
Anime yang pertama saya bahas dalam list kali ini adalah Saekano, anime ini merupakan salah satu harem romance yang seru untuk di tonton.

Tentu saja ada a…

TOP 82 Anime Romance Terbaik Yang Akan Mengubah Hidup Kamu!

Kamu sedang mencari anime terbaik yang memiliki genre romance ? jika benar maka kamu masuk ke tempat yang tepat. Percaya sama saya, anime yang saya sarankan di bawah ini pasti menambah arti dalam hidup kamu


Artikel yang saya buat ini adalah daftar anime romance terbaik yang saya rekomendasikan untuk kamu tonton.

20 Anime Sport Terbaik, Ter-epic, Terseru Yang Harus Kamu Tonton!

Saya sangat suka dengan anime sport.

Anime sport biasanya adalah anime jepang super seru yang mengajarkan kita untuk bekerja keras dan solidaritas antar tim.

Anime-anime genre sport biasanya menginspirasi.

Sebagai contoh, setelah saya nonton Kuroko no Basuke saya merasa pengen coba maen basket, atau setelah nonton Haikyuu! Saya pengen nyoba maen voli

(well … walaupun engga saya lakukan sihhh ^_^)

Selain memang karena ceritanya seru, biasanya anime sport juga selalu memiliki unsur komedi, jadi anime sport sama sekali engga bikin bosan.

Saya harap … setelah ini kamu mau menonton anime yang bergenre sport dan semoga setelah menonton salah satu dari anime ini, kamu mulai mau “menggerakan badan” setelah sekian lama hanya menonton anime di kamar saja.

Dan berikut ini adalah beberapa anime sport yang saya susun yang mudah-mudahan bisa menginspirasi kamu.

#1. Kuroko No Basuke
Season 3 dari anime  ini baru selesai beberapa musim yang lalu dan saya yakin tidak akan ada orang yang protes kalau …

23 Daftar Anime School Terbaik Ini Harus Kamu Tonton Sekarang Agar Tidak Menyesal!

Dalam anime terdapat berbagai macam genre, ada anime action yang super keren, ada anime romance yang super mengaharukan, anime romance yang menakjubkan, anime comedy yang bikin ngakak dan masih banyak lagi. 
Salah satu genre lain yang cukup di sukai banyak penggemar anime di indonesia adalah anime yang bergenre school.

Baca Juga : Salah Satu Anime Paling Keren Di Tahun 2015
Anime bergenre school ini cukup populer di kalangan penggemar anime Jepang di Indonesia, karena kebanyakan peggemar anime di Indonesia merupakan pelajar atau mahasiswa, sehingga membuat anime bergenre school khususnya romance-school sangat di gemari.
Dikarenakan animo penggemar anime di Indonesia terhadap genre school ini semakin hari semakin bagus, kali ini saya ingin membantu para penggemar anime yang sedang mencari rekomendasi anime yang ber-genre school.

Dan dengan bahagia, saya telah menyususun daftar anime yang harus kamu tonton kalau memang kamu sedang mencari anime bergenre school.

Baca Juga : 20 Anime Sport…