OS-Brain Bab 26: Apa kamu ingat nama ibumu?

Tubuh Nui mengeluarkan aliran listrik dan gelombang elektromagnetik.

Memanfaatkan kekuatan ini, Nui berusaha meretas seluruh kamera CCTV yang ada di kota Bogor. Setelah terhubung dengan ratusan kamera CCTV, Nui melihat semua rekaman CCTV tersebut dan menginstall semua rekaman tersebut di dalam kepalanya. Tujuannya tentu saja adalah mencari gadis yang membunuh ibunya.

‘Gadis dengan rambut hitam, tinggi 180 sentimeter, pupil mata berwarna biru, bentuk mata agak sipit, kulit putih bersih dengan tahi lalat berada di pergelangan tangan kiri, bekas luka bakar di tangan kanan, tahi lalat lain di bawah mata kiri, dan tanda lahir di leher bagian kanan.’

Nui ingat dengan jelas wajah si bedebah ini, bahkan kalau Nui tidak memiliki OS-Brain dia tidak akan pernah bisa melupakan wajah tersebut.

Nui juga sudah meretas data dan kamera CCTV rumah sakit dan sudah mengkonfirmasi kalau gadis yang membunuh ibunya bukanlah suster di rumah sakit cempaka ungu.

‘Kebakaran dan luka tembak di perut ibuku, semuanya ulah gadis itu!’

Amarah dan kebencian terlihat dari wajah Nui.

Kejadian beruntun yang terjadi pada ibunya tidak terlihat seperti kecelakaan, buktinya adalah saat rumahnya kebakaran ada seseorang yang menembak perut ibu Nui sampai dia perlu masuk ruang IGD, berdasarkan hal ini Nui menyimpulkan kalau gadis yang berpura-pura sebagai suster tersebut berusaha membunuh ibu Nui, namun entah apa yang terjadi di percobaan pertama sampai ibunya selamat, namun di percobaan kedua dia berhasil membunuh ibunya.

Beberapa jam lalu Nui mendapat notifikasi aplikasi yang bernama [Pengubah DNA], dan seperti namanya, aplikasi ini bisa mengubah rangkaian DNA manusia.

DNA sendiri adalah biomolekul yang menyimpan informasi dan instruksi genetika yang mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan fungsi organisme. Sebuah rangkaian DNA disebut sebagai Gen, dan Gen ini yang membuat manusia memiliki fisik dan organ seperti yang sekarang dimiliki.

Hewan memiliki DNA tersendiri, tumbuhan memiliki DNA tersendiri dan manusia memiliki DNA tersendiri. Namun tiap jenis organisme memiliki keunikan DNA masing-masing.

Ikan memiliki insang, mamalia memiliki puting, unggas bertelur, dan lain-lain.

DNA juga yang membuat hewan bisa beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Landak memiliki rambut berbentuk duri karena DNA-nya memiliki rangkaian tersendiri, jerapah memiliki leher yang panjang karena memiliki rangkaian DNA tersendiri, begitu juga manusia yang memiliki otak yang cerdas.

Semua ini karena tiap organisme memiliki rangkaian DNA yang berbeda.

Jadi, bagaimana kalau ada orang yang bisa mengubah DNA-nya sendiri sehingga dia memiliki rambut yang tajam seperti duri?

Bagaimana kalau ada orang yang mengubah DNA-nya sendiri sehingga memiliki insang?

Bagaimana kalau ada seseorang yang mengubah sebagian DNA-nya sendiri agar memiliki DNA dari belut listrik?

Hal itu mustahil dilakukan.

... kecuali oleh Nui yang memiliki OS-Brain.

Aplikasi pengubah DNA di OS-Brain bisa mengubah DNA Nui, namun Nui tidak bisa mengubah DNA-nya dengan bebas.

Beberapa jam lalu, Nui membuka aplikasi Pengubah DNA, dan di sana hanya ada dua rangkaian DNA yang bisa Nui ubah.

Satu adalah rangkaian DNA dari belut listrik dan yang satu lagi adalah rangkaian DNA yang bernama Lau Liuma.

Dengan DNA belut listrik, Nui bisa membuat dan mengendalikan gelombang elektromagnetik.

DNA ini juga merupakan pelengkap dari OS-Brain karena dengan DNA ini Nui bisa memanipulasi gelombang sedemikian rupa, membuat Nui bisa terhubung dengan internet, WiFi dan hal lainnya, termasuk meretas benda elektronik.

Sedangkan untuk rangkaian DNA yang memiliki nama Lau Liuma, ini adalah rangkaian DNA yang agak spesial. Karena di DNA ini, ada sebuah keterangan dari sang pencipta OS-Brain, dia mengatakan kalau ini hadiah untuk Nui dan mengatakan kalau nama dari rangkaian DNA ini adalah Lau Liuma.

Jika dalam keadaan normal, Nui akan berpikir matang-matang sebelum mengubah DNA-nya, dia juga akan bertanya-tanya tentang DNA yang memiliki nama Lau Liuma ini, namun sekarang dia tidak memiliki waktu.

Dia ingin segera menemukan si suster sialan itu dan membunuhnya!

Nui tanpa panjang lebar mengubah DNA miliknya dan menambahkan dua buah rangkaian DNA baru di tubuhnya. Setelah itu dia mengaktifkannya dan segera mencari orang yang membunuh ibunya!

Nui yang berdiri di atas atap gedung selama kurang lebih 30 menit akhirnya mulai membuka matanya.

“Ketemu!” Nui bergumam sambil mengepalkan tangannya dengan keras.

Dia menemukan orang yang dia cari!

Setelah pergi dari rumah sakit si suster gadungan itu pergi menggunakan mobil APV berwarna merah, mobil APV yang menabrak Nui kemarin lusa.

Dia adalah perampok bank yang masih buron!

Setelah pergi dari rumah sakit, dia terlihat berusaha menghilangkan jejak, namun sekarang orang ini sedang bersembunyi di sebuah pabrik tua yang sudah ditinggalkan bertahun-tahun!

###

Setelah menemukan orang yang dia cari Nui turun dari gedung tempat dia berdiri dan segera berlari ke tempat pabrik tua yang sudah ditinggalkan, pabrik itu berada di sudut kota Bogor, jaraknya kurang lebih 60 kilometer dari posisi Nui sekarang namun Nui tidak peduli dengan jarak ini, bahkan jika orang ini lari ke ujung dunia Nui akan mengejarnya!

Nui berlari di tengah jalan, karena ini masih dini hari tidak banyak mobil yang lalu lalang, karena itu Nui berlari dengan bebas di bawah rintik air hujan.

Nui berlari dengan kecepatan 90 kilometer per jam, dia berlari lebih cepat dari Usain Bolt—orang yang pernah menjadi manusia tercepat di dunia.

Semua itu berkat fitur [Monitor].

Di antara semua fitur OS-Brain, [Monitor] adalah fitur yang terakhir Nui buka, fungsi dari fitur Monitor hanya dua, yaitu memperlihatkan dan memonitor kondisi tubuh Nui. Saat membuka fitur tersebut, informasi seperti jumlah detak jantung per menit, keadaan organ tubuh, kelenturan otot dan lain-lain diperlihatkan di sini.

Namun kenapa Nui bisa berlari secepat kendaraan bermotor? Itu karena di fitur ini ada sebuah menu yang disebut [Pembatas], menu ini berfungsi agar fungsi tubuh Nui bekerja secara normal dengan cara membatasi kinerja dari organ tubuh dengan menggunakan rasa sakit.

Manusia hanya bisa mengeluarkan 20% potensi tubuhnya, jika organ tubuh seseorang bekerja lebih dari 20%, otomatis organ tersebut akan mengirim sinyal ke otak dan akan terasa sakit. Ini adalah mekanisme pertahanan tubuh.

Namun di menu Monitor, Pembatas ini bisa dilepaskan.

Nui mematikan pembatas tubuhnya, dan itu alasan kenapa Nui bisa berlari dengan cepat.

Selain itu berkat OS-Brain yang mengubah DNA-nya, sel-sel di tubuh Nui melakukan regenerasi dengan lebih cepat. Hal ini membuat tubuh Nui bisa bekerja 100% dalam periode yang lama.

Setelah berlari beberapa saat Nui akhirnya berhenti. Dia sampai di tempat tujuannya! Di depannya ada sebuah gerbang tua yang sudah berkarat. Nui tidak repot-repot berusaha membuka gerbang tersebut dan meloncat melewatinya.

Gerbang berkarat yang tingginya 6 meter ini dilompati dengan mudah oleh Nui.

Setelah memasuki pabrik ini, Nui berencana menyelinap dan melakukan serangan kejutan ke si suster gadungan. Musuh Nui memiliki senjata api, jadi Nui sadar kalau dia tidak mungkin menyerangnya secara terang-terangan.

Walaupun Nui memiliki DNA belut listrik dan bisa mengendalikan listrik serta gelombang elektromagnetik, tidak ada alasan untuk menyerang si suster gadungan itu dari depan.

Yang Nui inginkan hanya kematian orang yang membunuh ibunya. Namun jika bisa Nui ingin menangkap dan menyiksanya terlebih dahulu. Orang ini sudah membunuh ibu Nui. Jika dia mati tanpa merasa sakit maka amarah Nui tidak akan hilang.

“Oh, halo.”

Namun sebelum Nui melakukannya, saat mendarat, dia mendengar seseorang bicara padanya. Nui kaget dan berusaha melihat siapa orang yang barusan bicara. Sumber cahaya satu-satunya di tempat ini adalah lampu jalan di balik gerbang yang baru saja Nui lompati, dan bulan juga tidak bersinar karena tertutup awan yang dengan tenang menurunkan hujan rintik-rintik.

Namun beberapa saat kemudian Nui sadar kalau satu-satunya orang yang berada di tempat ini hanya suster gadungan yang membunuh ibunya!

Nui menggeritkan giginya dan melihat orang di depannya dengan rasa marah yang tidak tertahankan. Ekspresi wajahnya juga berubah, dia tidak terlihat seperti anak yang baik dan penuh rasa syukur, wajah Nui terlihat sangar seperti anjing liar yang daerah kekuasaannya dimasuki oleh seseorang.

“Ada yang bisa aku bantu?” Tanya si suster gadungan, pupil matanya yang biru mulai bersinar dan memantulkan cahaya lampu jalan.

Mendengar ini Nui mengepalkan tangannya dengan keras.

‘Ada yang bisa aku bantu?! Bantu kepalamu!’

Nui murka dan seketika menghentakkan dan melepaskan kilatan listrik dari kakinya. Dengan cepat kilatan listrik itu menyebar seperti percikkan air. Hanya dalam waktu kurang satu detik kilatan listrik itu hampir sampai kepada si suster gadungan. Nui diuntungkan karena sekarang hujan, jadi kilatan listrik yang dia keluarkan bisa merambat dengan mulus.

Nui tidak tahu seberapa panas kilatan listrik yang dia keluarkan, namun Nui sudah mengetesnya. Dengan kilatan listrik yang Nui keluarkan, Nui bisa membakar pipa besi berwarna keperakan menjadi hitam seperti arang.

Namun seolah ada tembok tidak terlihat yang menyelimuti si suster gadungan, kilatan listrik itu berhenti beberapa meter di depan si suster gadungan, kilatan listrik yang tertahan itu bersinar beberapa detik sebelum akhirnya menghilang.

“Apa kamu tahu, Nui. Saat ada orang yang bertanya ‘ada yang bisa aku bantu?’ padamu, ada dua hal yang bisa kamu lakukan. Pertama menjawab dengan sopan kalau kamu tidak butuh bantuan, atau yang kedua, tersenyum dan langsung katakan apa yang kamu butuhkan.”

Nui sedikit kaget dengan apa yang terjadi pada aliran listrik yang dia keluarkan, namun dia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan si suster gadungan.

‘Aku akan mengatakan itu pada orang lain. Namun apa gunanya mengatakan itu pada orang yang membunuh ibuku?!’

Nui segera segera membuka mulutnya, dan dengan penuh amarah Nui berteriak. “Apa itu hal yang pantas diucapkan pada orang yang ibunya kamu bunuh?!”

Nui kesal pada orang yang ada di depannya. Dia sudah membunuh seseorang! Dan dia masih bisa berbicara sesantai itu pada orang lain! Terlebih, orang yang dia nasihati adalah anak dari orang yang dia bunuh!

Mendengar ini si suster gadungan tidak segera menjawab perkataan Nui, dia tersenyum dengan lembut ke arah Nui dan memperhatikan Nui dari kepala sampai kaki, dia terlihat seperti ibu yang melihat anaknya pulang setelah merantau dan bersyukur karena anaknya pulang dengan keadaan sehat.

Nui kesal dengan tatapan si suster gadungan ini.

“Apa kamu tidak mau minta maaf padaku?! Apa kamu tidak mau minta maaf pada ibuku?! Atau minimal todongkan pistol yang kamu pegang itu dan tarik pelatuknya?!” Teriak Nui dengan sekuat tenaga.

“Aku akan minta maaf padamu, namun setelah kamu menjawab sebuah pertanyaan dariku. Jika kamu bisa menjawabnya aku akan dengan senang hati membunuh diriku sendiri, kamu juga akan tahu alasan kenapa aku membunuh ibumu. Bukankah kamu penasaran kenapa aku membunuh ibumu?” Jawab sang suster dengan senyum di wajahnya.

Hal yang Nui rasakan adalah kebencian dan kemarahan pada orang yang telah merenggut nyawa ibunya, hal paling utama di pikiran Nui sekarang adalah bagaimana cara mengirim orang yang berdiri di depannya ke neraka. Namun di sudut pikirannya dia juga ingin tahu kenapa si bedebah sialan ini membunuh ibunya. Alasan macam apa yang membuat dia mengakhiri hidup orang yang paling penting bagi Nui?

Nui tidak segera menjawab pertanyaan sang suster gadungan dan sang suster gadungan itu menganggap kalau Nui bersedia mendengarkan pertanyaan yang akan dia lontarkan.

“Pertanyaannya sederhana, tahukah kamu siapa nama ... ibumu?”

Nui ingin tertawa mendengar pertanyaan ini.

‘Nama ibuku? Tentu saja aku tahu! Anak macam apa yang tidak tahu nama ibunya? Bahkan Malin Kundang yang terkenal durhaka tahu nama ibunya sendiri!’

Nui segera membuka mulutnya dan ingin meneriakkan nama ibunya, semua kata yang ingin Nui ucapkan sudah ada di tenggorokannya. Namun anehnya beberapa detik setelah Nui membuka mulutnya tidak ada suara yang keluar dari sana.

Wajah Nui tiba-tiba pucat dan mulutnya mulai terbuka dan tertutup seperti mulut ikan yang baru diangkat dari laut.

“Ada apa?” Tanya si suster gadungan dengan senyum di wajahnya, “Kamu sangat menyayangi ibumu kan? Bagimu ibumu adalah segalanya. Kamu bahkan berani menahan langit yang runtuh demi ibumu..”

Perkataan tersebut membuat Nui marah namun Nui tidak menghiraukan perkataan si suster gadungan. Saat ini dia merasa kalau langit telah runtuh. Kepalanya sakit dan terasa sangat berat.

‘I-ini tidak mungkin!’

Berbagai macam ekspresi ibunya terbersit di kepala Nui, mulai dari ekspresinya yang hangat sampai ekspresinya yang menyeramkan. Nui ingat tiap kejadian yang berkaitan dengan ibunya, namun ada hal aneh yang tidak bisa Nui ingat.

‘Si-siapa nama ibuku?’

Nui berusaha mengingatnya nama ibunya namun saat melakukannya dia merasa gagal sebagai seorang anak.

Nui tahu kalau ini adalah hal yang sangat ganjil. Bagi Nui yang mementingkan ibunya lebih dari siapa pun, bagaimana mungkin dia lupa dengan nama ibunya?

Namun sekuat apa pun dia berpikir, nama ibunya tidak bisa dia ingat. Nui bisa memanggil ibunya dengan sebutan Ibu, sedangkan tetangganya biasa memanggil ibu Nui dengan sebutan Mbak, tidak pernah sekali pun ada orang yang memanggil ibunya dengan nama asli.

Bahkan ayah Nui tidak pernah menyebut nama ibunya.

Bagi seorang anak, nama dari seorang ibu biasanya tergantikan oleh sebutan “Ibu”, “Mamah” atau sebutan yang sejenis, Nui juga yakin hampir 90% anak yang seumuran dengannya tidak memanggil ibunya menggunakan nama.

Namun walaupun begitu, seseorang tidak mungkin melupakan nama ibunya.

‘Apa kepalaku bermasalah setelah tertembak? Apa kepalaku bermasalah karena perubahan DNA pada tubuhku?’

Segala macam kemungkinan muncul di kepala Nui. Namun semua kemungkinan itu langsung dibantah oleh Nui. Itu karena hal yang tidak bisa dia ingat hanya nama ibunya, selain nama, dia tahu segalanya tentang ibunya.

Namun Nui tidak menyerah, tidak mungkin Nui yang sudah hidup selama 15 tahun tidak pernah tahu nama ibunya, Nui mungkin hanya lupa.

‘Benar, aku hanya lupa!’

Nui segera mencari alasan untuk menenangkan hatinya. Dia tahu kalau kemungkinan dia lupa nama ibunya adalah bagaikan menemukan gajah yang memiliki leher seperti jerapah, telinga seperti kelinci, kulit berwarna ungu dan kaki sekecil semut.

Mustahil!

Namun dia tidak mau menerima kenyataan itu!

Dia berusaha mengingat segala form yang pernah dia isi, dia yakin pernah menulis nama ibunya di suatu tempat. Saat mengisi formulir pendaftaran di SMA Fajar Biru Nui ingat dengan jelas ada sebuah kolom yang menanyakan nama, alamat, dan pekerjaan ibunya. Nui juga pernah mem-fotokopi KTP milik ibunya, jadi walaupun dia lupa, dia bisa tahu nama ibunya.

Sekarang, mengingat nama ibunya jauh lebih penting dari membunuh suster gadungan yang ada di depannya!

“Katakan padaku, apa kamu ingat nama ibumu?” Tanya sang suster sekali lagi.

Nui dengan wajah yang penuh horor mulai memeluk kepalanya, Nui mulai mencengkeram rambutnya dengan keras. Mulutnya juga terbuka lebar dan tanpa sadar saliva mengalir dari mulutnya.

Nui lupa nama ibunya!

Lebih tepatnya dia tidak tahu nama ibunya!

Nui tidak menerima kenyataan dan segera mencari ingatan tentang KTP ibunya, kurang dari satu milidetik dia ingat dengan jelas saat dia memegang KTP ibunya, namun anehnya ingatan Nui pudar. Dia seperti melihat kaca yang dipenuhi oleh uap air! Dia berusaha mengingat apa yang dia tulis di form penerimaan SMA Fajar Biru. Namun sama seperti sebelumnya, ingatannya kabur.

Nui merasa kalau tuhan sedang menyensor ingatannya!

‘Apa ini?! Kenapa jadi begini?! Ada hal aneh terjadi pada kepalaku!’

Nui jatuh dalam kebingungan, dia juga benar-benar merasa takut. ‘Bagaimana kalau aku benar-benar tidak ingat nama ibuku?’ Pikiran itu muncul di kepala Nui. Bagi Nui yang menjadikan ibunya prioritas, ini adalah pukulan keras. Efek melupakan nama seseorang memang tidak terdengar menakutkan, namun bagi Nui, melupakan nama ibunya sama saja seperti membunuh 100 anak dengan cara yang keji. Dia merasa melakukan hal yang kejam terhadap ibunya. Bagaimana mungkin seorang anak lupa pada nama ibunya!? Setelah semua hal yang dilakukan oleh ibunya, Nui berani-beraninya melupakan nama ibu yang membesarkannya!

“Aku anggap ekspresi di wajahmu sebagai “Tidak”, kamu tidak ingat dengan nama ibumu.”

Mendengar ini Nui segera mengalihkan pandangannya ke si suster gadungan, dia merasakan amarah yang luar biasa. ‘Ini pasti ulahnya!’

Nui berusaha menyalahkan gadis yang ada di depannya.

Jika dia tidak menyalahkannya, Nui tidak punya pijakan agar mentalnya tidak jatuh.

Nui mulai menggeritkan giginya dengan keras, kilatan listrik kembali menyelimuti tubuhnya.

Namun pertanyaan selanjutnya si suster gadungan membuat kepala Nui terasa pecah.

“Apa kamu ingat wajah ibumu?”

Secara refleks otak Nui bekerja dan berusaha menampilkan wajah ibunya, namun sama seperti sebelumnya, ingatannya buram! Dia berusaha mengingat bentuk wajah ibunya, bentuk matanya, bentuk hidungnya, bentuk dagunya dan bentuk pipinya, namun anehnya ingatannya kembali buram!

“Tidak!”

Satu per satu wajah ibu di ingatan Nui mulai kabur, kilatan listrik di tubuh Nui menghilang, dan jantung Nui berdetak dengan keras.

“Hehe.” Si suster gadungan tertawa kecil dan seketika-

“DOR!”

Dia mengarahkan pistol di tangan kanannya ke arah Nui dan menarik pelatuknya.

Postingan populer dari blog ini

[Jangan Liat] 37+ Anime Hentai Terbaik Yang Seharusnya Tidak Kamu Tonton!

41 Anime Harem Ecchi Terbaik Yang Dijamin Mantab! | 2016